Lord Luhut vs Madam MegawatiA43 - Sunday, August 8, 2021 21:00
https://www.pinterpolitik.com/celoteh/lord-luhut-vs-madam-megawati
 
Luhut Binsar Pandjaitan (dua dari kiri) yang kala itu masih menjabat sebagai 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) dan 
Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) menghadiri Rakernas dan 
Silatnas PAN pada 29 Mei 2016 silam di Jakarta. (Foto: Antara)
4 min read

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta agar Presiden Joko Widodo 
(Jokowi) memimpin langsung komando penanganan bencana. Apakah Mega menyindir 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut 
Binsar Pandjaitan?


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

  “My real prey is and will always be Batman” – Catwoman, Batman: The Brave and 
the Bold (2008)

Di tengah situasi yang tidak menentu, sosok pahlawan super biasanya datang 
menjadi penyelamat kita. Setidaknya, plot inilah yang sering muncul di komik, 
seri, dan film yang bertemakan pahlawan-pahlawan super – mulai dari Marvel 
hingga DC.

Avengers, misalnya, kembali muncul dan bangkit di kelamnya duka akibat Thanos 
di film Avengers: Infinity War (2018) dan Avengers: Endgame (2019). Iron Man, 
Captain America, Thor, Black Widow, dan kawan-kawan akhirnya berhasil menggebuk 
Thanos habis-habisan.

Bagiku yang suka film-film seperti ini, kisah-kisah mereka memang 
menginspirasi. Bagaimana tidak? Mereka mengorbankan kepentingan mereka sendiri 
demi kemaslahatan alam semesta yang tengah dilanda kegelapan.

Mungkin, sosok ala Iron Man hingga Superman inilah yang dirindukan oleh 
masyarakat Indonesia di tengah bayang-bayang pandemi Covid-19. Lantas, 
kira-kira, siapa sosok yang bakal mencerminkan sifat kepemimpinan ala Iron Man 
di Indonesia?

Apakah itu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Faheem Younus, Pandu Riono, atau 
Deddy Corbuzier? Atau, apa jawaban yang benar malah Menteri Koordinator Bidang 
Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang kini 
mengomandoi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 
1-4?

Soal ini, Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri tampaknya memiliki 
pendirian yang tegas. Soalnya, dalam kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa 
Bumi dan Tsunami yang digelar PDIP secara virtual beberapa waktu lalu, Bu Mega 
bercerita kalau dirinya pernah meminta Pak Jokowi untuk memegang komando 
langsung dalam penanganan bencana.

Apakah Bu Mega ini belum tahu kalau pemegang komando penerapan PPKM sekarang 
adalah Lord Luhut (sebutan warganet untuk Luhut)? Gimana nih Bu Mega? Apa Bu 
Mega ini tengah menyuarakan aspirasi para netizen yang bosan dengan formula 4L 
(Luhut Lagi Luhut Lagi)?

Baca Juga: Berani Puan Panggil Luhut?

 
Bila benar begitu, wajar apabila Bu Mega ini nggak sepakat dengan keputusan Pak 
Jokowi tersebut. Kan, mereka punya sejarah – bukan sejarah hubungan ya. Jangan 
salah kira.

Rumornya, sejak bergabung di periode pertama pemerintahan Jokowi sebagai Kepala 
Staf Kepresidenan (KSP), Pak Luhut menjadi “penjaga pintu gerbang” buat Pak 
Jokowi. Tujuannya adalah untuk menghalau pengaruh kekuatan politik besar 
lainnya – seperti Bu Mega dan PDIP.

Hmm, apa Pak Luhut ini menjadi semacam bouncer bagi “kelab” pemerintahan 
Jokowi? Mungkin, pas ngecek kartu identitasnya Bu Mega, Pak Luhut be like, 
“Whoa, you still hustlin’ at your age?” “I know right,” jawab Bu Mega sambil 
ngelirik Puan Maharani yang dinilai banyak pihak belum siap menjadi Ketum PDIP.

Ya, terlepas dari peran satpam ala Pak Luhut itu, Bu Mega dan PDIP ini mungkin 
juga cocok jadi anti-hero di Covid-19 Cinematic Universe ala pemerintahan 
Jokowi. Gimana nggak? PDIP akhir-akhir ini mulai “maju tak gentar” dalam 
mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah – mulai dari Ketua DPR Puan Maharani 
sampai politikus PDIP Effendi Simbolon. Well, katanya sih, sindiran itu buat 
Pak Luhut, bukan buat Pak Jokowi.

Kalau gini ceritanya, Bu Mega dan PDIP ini seperti main “kucing-kucingan” dong 
dengan pemerintahan Jokowi. Di satu sisi, mereka kan jadi bagian dari 
pemerintah – dengan adanya menteri-menteri asal PDIP. Di sisi lain, Bu Mega dan 
PDIP malah ngelempar sindiran ke pemerintah.

Seharusnya, sebagai anti-hero, Bu Mega sekarang ini perlu berdamai dengan Pak 
Luhut. Catwoman aja mau kok diajak bekerja sama di saat-saat penting meskipun 
kerap berseberangan prinsip dengan Batman.

Masa di tengah situasi pandemi yang genting gini malah “berantem”? Akhirnya, 
rakyat yang kelaparan malah jadi korban dengan menonton “drama” Covid-19 
Cinematic Universe ini. Iya kalau ceritanya bagus. Lha ini, kapan happy 
ending-nya? (A43)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/70ED248C4245467681EB21D0CD9CFB77%40A10Live.

Reply via email to