AS Mainkan Kartu HAM dalam Masalah Xinjiang, Salah Banget!
2021-10-19 11:08:57  
http://indonesian.cri.cn/20211019/923ddced-ad3d-dff5-eda3-f66f974552d2.html

Presiden Amerika Serikat Joe Biden baru-baru ini menyampaikan pidato mengenai 
masalah hak asasi manusia, dia malah membandingkan kebijakan Tiongkok dalam 
masalah Xinjiang dengan pembunuhan massal NAZI yang terjadi pada 70 tahun yang 
lalu, dia bahkan mengingatkan seluruh dunia bahwa memilih terus diam sama 
seperti “komplotan”  yang “menginjak-injak HAM”. Dalam pidatonya Biden memuji 
AS kayaknya pembela etik dan moral, sementara menjelekkan Tiongkok sebagai 
musuh seluruh manusia. Dari tingkah lakunya tersebut terungkaplah kesombongan 
dan kemunafikan AS dalam masalah HAM.  

Justru seperti apa yang dinyatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok 
Zhao Lijian, apa yang disebut masalah HAM Xinjiang hanyaklah intrik politik, 
maksud sesungguh AS ialah merugikan kestabilan Xinjiang dan merintangkan 
perkembangan Tiongkok.





Nampaknya “diplomasi HAM dan nilai pandang” telah menjadi salah satu label 
pemerintah AS pimpinan Joe Biden. AS berharap seluruh dunia menikmati pola HAM 
standar AS, juga berharap seluruh dunia menerima penjelasan dan definisi AS 
terhadap HAM. Tiada HAM yang terbaik, hanya terdapat HAM yang lebih baik, 
inilah proses yang terus diperbaiki. AS selalu mengira HAM dirinya paling bagus 
di dunia, tapi apakah AS pantas berbicara masalah ini? Sekitar 700 ribu warga 
AS hilang nyawa dalam pandemi Covid-19, di mana HAMnya? Ketika mengutuk masalah 
HAM negara lain, AS seharusnya lebih dulu melihat dirinya bersalah tidak?     



Berbicara tentang HAM global, karena tindakan sanksi AS, jutaan pasien penyakit 
diabetes di Iran sulit mendapat akses obat insulin, sehingga puluhan ribu 
pasien meninggal dunia. Pernahkah AS mempertimbangkan HAM warga Iran? 
Pemerintah India meluluskan UU sehingga jutaan Muslim kehilangan hak dasar yang 
dimiliki warga negara. Apakah AS pernah berbicara demi kaum mulim di India? 
Perang AS di Afghanistan, Irak dan Suriah mengakibatkan ratusan ribu orang 
tewas, jutaan orang melarikan diri dari kampung halaman, apakah AS 
mempertimbangkan HAM mereka? 



Berbicara tentang HAM rakyat Xinjiang, dewasa ini HAM yang dimiliki rakyat 
Xinjiang berada pada taraf paling baik dalam sejarah, rakyat hidup tenteram, 
menikmati rasa bahagia dan rasa keberuntungan. Namun, untuk mencapai tujuan 
dirinya yang menfitnah dan membendung Tiongkok dengan masalah Xinjiang, AS 
bahkan membujuk sarjana Jerman Adrian Zenz membikin laporan palsu, mendukung 
institut strategi Australia membikin laporan palsu tentang apa yang disebut 
“kerja paksa ” di Xinjiang, juga mendesak media Barat menyebarkan berita palsu 
terkait isu Xinjiang, demi memfintah Tiongkok. Pada masalah ini, politikus anti 
Tiongkok, wadah pemikir, media dan pakar bersekonkong dan berbentuk suatu 
rantai industri.



Biden bersikeras membandingkan masalah Xinjiang dengan pembunuhan massal NAZI, 
justru mengungkapkan watak jeleknya yang memutar-balikkan fakta. Apa yang 
disebut masalah HAM Xinjiang sama sekali direkayasa oleh AS, sama sekali adalah 
berita palsu yang disebarkan media AS. Tujuan apa yang ingin dicapai AS melalui 
masalah ini, mesikpun AS tidak mengumumkan jawabannya, tapi seluruh dunia sudah 
tahu persis. Ingin main kartu HAM dalam masalah Xinjiang, AS salah banget! 
Rakyat dunia tidak akan pernah tertipu oleh kebohongan AS! AS hendaknya mawas 
diri atas pelanggaran HAM dirinya, menghentikan intervensi kepada negara lain 
dengan alasan HAM.





AS, Inggris dan Australia Hendaknya Laksanakan Kewajiban Non Proliferasi 
Nuklir, 
Lakukanlah Hal yang Bermanfaat bagi Perdamaian dan Kestabilan Kawasan
2021-10-19 11:21:07  
http://indonesian.cri.cn/20211019/141e9213-7431-4387-71bb-ca4b7767bd3c.htmlDalam
 pertemuannya dengan Dubes Inggris untuk Rusia, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia 
Sergey Ryabkov menyatakan, Rusia berpendapat bahwa pembentukan Kemitraan 
Keamanan Trilateral, Amerika, Inggris dan Australia (AUKUS) tidak bermanfaat 
untuk mendorong perdamaian dan kestabilan internasional, dan justru akan 
menciptakan kesulitan bagi pekerjaan pengontrolan senjata. Rusia berharap para 
anggota AUKUS dapat menaati komitmen terkait non proliferasi senjata nuklir. 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian menyatakan, Tiongkok 
menyetujui pandangan Rusia tersebut dan berharap AS, Inggris, dan Australia 
dapat bersungguh-sungguh melaksanakan kewajiban non proliferasi nuklir 
internasional, serta banyak melakukan hal yang bermanfaat bagi perdamaian dan 
kestabilan kawasan ini.

Di depan Jumpa pers rutin pada tanggal 18 Oktober kemarin, Zhao Lijian 
menekankan, AS, Inggris dan Australia membentuk AUKUS dan melakukan kerja sama 
kapal selam nuklir, hal tersebut akan memberikan serangkaian pengaruh negatif 
yang serius. Pertama, pembentukan grup militer ideologis ketiga negara akan 
memperburuk ketegangan kawasan ini. Kedua, ketiga negara menstigma sejumlah 
negara di kawasan ini, mengembangkan kekuatan militer dan menerobos perbatasan 
nuklir, sehingga menimbulkan persaingan militer dan meningkatkan risiko 
bentrokan militer. Ketiga, kerja sama kapal selam menimbulkan risiko non 
proliferasi nuklir, dan melanggar semangat Perjanjian Non Proliferasi Senjata 
Nuklir (NPT).

Zhao Lijian menekankan, tindakan ketiga negara tersebut berbalikan dengan misi 
dan target NPT, dengan serius menyerang sistem non proliferasi internasional. 
Di satu sisi, AS dan Inggris mengenakan sanksi dan menyerang negara lain dengan 
alasan mengembangkan teknologi nuklir, di sisi lain, mereka secara 
terang-terangan mengalihkan bahan nuklir tingkat senjata kepada negara non 
senjata nuklir, ini adalah tindakan standar ganda tipikal yang akan memberikan 
pengaruh negatif serius bagi proses penyelesaian politik dan diplomatik masalah 
utama nuklir di kawasan ini.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DF120972426D4E8F9B1610957C3A503B%40A10Live.

Reply via email to