Kemenlu: Tiongkok Menentang AS Menodai Keagamaan Tiongkok
2021-11-19 12:24:24  

Baru-baru ini AS mengumumkan akan menggolongkan beberapa negara termasuk 
Tiongkok sebagai sasaran keprihatinan spesifik perihal kebebasan beragama. 
Menanggapi hal itu, jubir Kemenlu Tiongkok Zhao Lijian hari Kamis kemarin 
(18/11) menyatakan, Tiongkok dengan tegas menentang AS yang semena-mena 
mengecam dan menodai kebebasan beragama di Tiongkok.

Dikabarkan, Menlu AS Antony Blinken Rabu lalu (17/11) dalam pernyataannya 
menyatakan akan memasukkan Rusia, Tiongkok dan 8 negara yang lain sebagai 
sasaran keprihatinan spesifik soal kebebasan beragama.

Zhao Lijian mengatakan, pemerintah Tiongkok selalu melindungi kebebasan 
berkeyakinan agama berdasarkan hukum. Di Tiongkok tercatat sebanyak 200 juta 
orang yang menganut berbagai agama, termasuk 380 ribu orang agamawan dan 
sekitar 5.500 grup keagamaan, tempat ibadah yang resmi terdaftar mencapai lebih 
dari 140 ribu buah. Rakyat berbagai etnis Tiongkok mempunyai sepenuhnya 
kebebasan beragama.



Zhao Lijian menunjukkan, fakta lebih kuat daripada retorik apa pun. Biarpun 
diulangi seribu satu kali, kebohongan tetaplah kebohongan. Aliran pikiran 
ekstrem termasuk Islamofobia yang bangkit di AS telah mengakibatkan banyak 
tragedi. AS tidak mawas diri malah mengabaikan kenyataan, berkali-kali 
mengintervensi urusan intern negara lain dengan masalah keagamaan. Hal-hal yang 
seharusnya dilakukan oleh AS adalah tepat memandang masalah dalam negeri, 
menghargai kenyataan, mengesampingkan prasangka, menghentikan taktiknya yang 
mengintervensi dan menodai negara lain dengan masalah agama.

Menghadapi laporan terkait Tiongkok yang dikeluarkan Komisi Pemeriksaan Ekonomi 
dan Keamanan Tiongkok-AS (US China Economic and Security Review Commission), 
juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian menyatakan, laporan 
ini penuh dengan informasi palsu dan fitnahan berniat jahat, sebenarnya 
mencerminkan kehampaan pengetahuan dan prasangka lembaga ini terhadap Tiongkok 
dalam waktu panjang.

Zhao Lijian mengatakan, komisi tersebut tiap tahun membuat sebuah laporan 
terkait Tiongkok, mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok, merusak hubungan 
Tiongkok-AS, isinya dipenuhi informasi palsu dan fitnahan, sebenarnya 
mencerminkan ketidaktahuan dan prasangka mereka terhadap Tiongkok. Lembaga 
terkait AS harus mengesampingkan pikiran perang dingin dan zero sum game, 
bertindak sesuai tren zaman dan harapan rakyat berbagai negara di dunia, banyak 
berbuat hal-hal yang mendorong saling percaya dan kerja sama antara Tiongkok 
dan AS.





Kemenlu: Apa Yang Disebut UU Relasi Taiwan Adalah Ilegal
2021-11-19 12:25:27  

Menanggapi perkataan pejabat AS yang bersangkutan dengan Taiwan, jubir Kemenlu 
Tiongkok menunjukkan, apa yang disebut Undang-Undang Relasi Taiwan (TRA) yang 
dikeluarkan AS dengan serius melanggar Prinsip Satu Tiongkok dan tiga komunike 
bersama Tiongkok-AS. Hakikatnya ialah menempatkan hukum domestik AS di atas 
kewajiban internasional, hal ini adalah ilegal dan tidak sah.

Dikabarkan, Penasihat Komite Keamanan Nasional AS untuk keamanan internet 
merangkap Deputi Asisten Presiden untuk Urusan Keamanan Negara Anne Neuberger 
yang sedang berkunjung di Jepang Rabu lalu (17/11) mengatakan, menurut UU 
Relasi Taiwan yang sedang diberlakukan AS, pemerintah AS akan menyediakan 
bantuan kepada pertahanan Taiwan termasuk keamanan siber.



Pagi ini, Zhao Lijian menyatakan, pada masalah Taiwan, yang harus ditaati AS 
adalah prinsip Satu Tiongkok dan tiga komunike bersama Tiongkok-AS, bukannya 
hal-hal yang dibuat secara sepihak oleh AS. Yang benar-benar merusak hubungan 
kedua tepi selat adalah kekuatan separatis Taiwan dan intervensi dari luar.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9DA67AC3E4B74C3A800DCEEBDCA37CB7%40A10Live.

Reply via email to