Erick Thohir sebut ada tiga tantangan besar pada era globalisasi
 Sabtu, 27 November 2021 16:54 WIB
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri) pada saat 
memberikan Orasi Ilmiah Globalization ang Digitalization di Universitas 
Brawijaya Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/11/2021). ANTARA/Vicki Febrianto/pri.

jika green economy ini disusupi hanya kepentingan agar supaya kita tidak 
menjadi negara maju, adalah sesuatu yang harus kita tolak
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick 
Thohir menyatakan bahwa ada tiga tantangan besar yang ada pada era globalisasi, 
yang diharapkan mampu dijawab oleh masyarakat Indonesia termasuk para mahasiswa.

Erick, dalam Orasi Ilmiah Globalization ang Digitalization di Universitas 
Brawijaya Malang, Jawa Timur, Sabtu mengatakan bahwa tiga tantangan utama 
tersebut terkait pasar global, disrupsi digital dan ketahanan kesehatan.

"Ini realitas yang kita harus hadapi bersama, bahwa kita mendapatkan tekanan 
pada tiga hal. Satu bagaimana pasar globalisasi akan dipaksa dibuka, kedua 
disrupsi digital yang tidak bisa terbendung, kemudian ketahanan kesehatan yang 
kita alami saat ini," kata Erick.

Erick yang melakukan pemaparan di hadapan mahasiswa Universitas Brawijaya 
tersebut menjelaskan terkait dengan pasar global, tantangan saat ini adalah 
terkait bagaimana pasar global tersebut dipaksa untuk dibuka.

Ia menjelaskan sebagai salah satu gambaran, saat ini tengah digaungkan dunia 
internasional terkait green economy atau ekonomi hijau. Ia menilai pemerintah 
sangat menyetujui konsep tersebut, karena lingkungan hidup adalah masa depan 
generasi muda Indonesia.

"Indonesia punya komitmen yang sama untuk melakukan transformasi itu. Namun, 
jika green economy ini disusupi hanya kepentingan agar supaya kita tidak 
menjadi negara maju, adalah sesuatu yang harus kita tolak," ujarnya.

Ia menambahkan sumber daya alam (SDA) yang ada di Indonesia, harus dimanfaatkan 
untuk pertumbuhan bangsa Indonesia dan bukan negara asing. Selain itu, pasar 
Indonesia juga harus dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi yang 
sebesar-besarnya.

"Kita tidak anti asing. Tetapi sudah sewajarnya SDA kita harus dipakai untuk 
pertumbuhan ekonomi kita yang sebesar-besarnya," ujarnya.

Kemudian, terkait dengan masalah disrupsi digital, tantangan besar yang 
dihadapi Indonesia saat ini adanya perkembangan teknologi digital terkait 
dengan kesehatan, pendidikan termasuk juga sektor keuangan.

"Health tech, edu tech, fintech adalah kehidupan keseharian kita yang tidak 
mungkin kita tidak concern mengenai pendidikan dan kesehatan, apalagi sistem 
pembayaran. Ini juga disrupsi untuk lapangan pekerjaan," ujarnya.

Selain itu, gempuran pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari era digital 
juga terbilang tidak mudah. Produk-produk UMKM yang diproduksi di dalam negeri, 
harus bersaing dengan produk buatan luar negeri yang memiliki harga jauh lebih 
murah.

"Ketika e-commerce masuk, memang tren belanja online itu naik, tapi barang 
(buatan) siapa? Padahal UMKM itu menjadi bagian dari tulang punggung ekonomi 
kita," ujarnya.

Sementara terkait dengan ketahanan kesehatan, lanjutnya, saat ini di dunia 
tengah terjadi pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona. Pada saat kasus 
konfirmasi COVID-19 naik, perekonomian Indonesia mengalami penurunan.

"Situasi kesehatan, kalau COVID-19 naik, ekonomi turun. Ini musuh yang tidak 
terlihat," ujarnya.

Salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi kondisi tersebut, menurut Erick, 
adalah ketika bahan baku obat-obatan harus diimpor dari negara lain. Dengan 
kondisi tersebut, maka harga obat-obatan di dalam negeri melonjak.

"Mayoritas bahan baku obat kita impor, obat mahal," kata Erick.

Dengan kondisi tersebut, Erick sangat sangat berharap seluruh pihak seperti 
BUMN, universitas yang ada di Indonesia termasuk masyarakat bisa turut serta 
dalam membangun peta jalan yang diharapkan bisa menjawab tantangan tersebut.

"Ini adalah tiga ancaman yang saya sangat berharap, kita semua apakah BUMN, 
universitas dan masyarakat harus berpikir secara gotong royong untuk membangun 
roadmap yang kita harapkan," kata Erick.

Baca juga: Erick Thohir dorong kawasan industri BUMN lebih ramah lingkungan
Baca juga: Menkeu: Tantangan sektor keuangan RI dan global akan terus meningkat
Baca juga: Menko Airlangga : Teknologi dan inovasi keuangan kunci ekonomi hijau
 


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Faisal Yunianto

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7D603F6E36B349D6A9D208FCABE4E25A%40A10Live.

Reply via email to