*Apakah tidak bisa berusaha sendiri dan oleh sebab itu harus undang AS. Tidak ada tenaga keuangan dan ahli cangkul batubara? Bukankah kalau sendiri gali, jual, keuntungn fulus lurus masuk kantong negara. hehehehehehehe*
https://www.beritasatu.com/ekonomi/882597/hilirisasi-batu-bara-muara-enim-jadi-investasi-terbesar-as-setelah-freeport *Hilirisasi Batu Bara Muara Enim Jadi Investasi Terbesar AS setelah Freeport* Senin, 24 Januari 2022 | 12:26 WIB Oleh : Herman / DAS <https://www.beritasatu.com/dwi-argo-santosa> Proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kawasan Industri Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan (Foto: Beritasatu.com) *Muara Enim, Beritasatu.com* – Proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kawasan Industri Tanjung Enim <https://www.beritasatu.com/kawasan-industri-tanjung-enim>, Muara Enim, Sumatera Selatan merupakan investasi penuh dari Amerika Serikat (AS) senilai Rp 33 triliun. Ini adalah investasi terbesar kedua AS di Indonesia setelah Freeport. "Ini investasi cukup gede, Pak. Investasi dari AS ini merupakan yang terbesar kedua setelah di Freeport tahun ini Pak," kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia <https://www.beritasatu.com/bahlil-lahadalia> dalam laporannya kepada Presiden Jokowi <https://www.beritasatu.com/presiden-jokowi>, di Muara Enim, Sumsel, Senin (24/1/2022). *BACA JUGA: * *Investasi Rp 33 T, Proyek Hilirisasi DME Akan Rampung 30 Bulan <https://www.beritasatu.com/ekonomi/882571/investasi-rp-33-t-proyek-hilirisasi-dme-akan-rampung-30-bulan>* Pada kesempatan itu Presiden Jokowi secara resmi melakukan *groundbreaking* proyek hilirisasi batu bara <https://www.beritasatu.com/proyek-hilirisasi-batu-bara%20> menjadi dimetil eter (DME) di Kawasan Industri Tanjung Enim. Proyek ini digarap oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama dengan PT Pertamina dan Air Products & Chemicals Inc. "Investasi ini *full* dari Amerika Serikat, bukan dari Korea Selatan, bukan dari Jepang, bukan juga dari Tiongkok. Jadi sekaligus penyampaian bahwa tidak benar ada pemahaman bahwa negara kita ini hanya fokus investasi dengan satu negara,” kata Bahlil Lahadalia. Menteri Bahlil di depan Presiden Jokowi. (*Beritasatu.com*) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, realisasi investasi proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter ini sebesar Rp 33 triliun dengan waktu pengerjaan 30 bulan. “Seharusnya 36 bulan, tetapi kami rapat dengan Air Product, kami minta 30 bulan," katanya. Bahlil menyebut, proyek ini akan menghasilkan 12.000 sampai 13.000 lapangan pekerjaan hanya untuk konstruksi yang dilakukan Air Products. Selain itu akan ada sekitar 11.000 sampai 12.000 dilakukan di hilir oleh Pertamina. *BACA JUGA:* *Jokowi Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara Jadi DME di Muara Enim <https://www.beritasatu.com/ekonomi/882559/jokowi-groundbreaking-hilirisasi-batu-bara-jadi-dme-di-muara-enim>* "Di tambah lagi begitu eksisting berproduksi, lapangan pekerjaan disiapkan yang tetap 3.000. Itu yang langsung. Kalau yang tidak langsung, konraktornya, subkontraktornya, *multiplier effect*, itu bisa tiga sampai empat kali lipat dari yang ada,” ujarnya. Bahlil menambahkan, hasil *output* gasifikasi ini untuk mengurangi impor gas elpiji. “Impor gas elpiji rata-rata 1 tahun 6-7 juta, subsidi kita cukup besar. Di dalam perhitungan kami, setiap 1 juta ton hilirisasi, kita bisa melakukan efisiensi sekitar Rp 6-7 triliun dari subsidi. Jadi tidak ada alasan lagi untuk kita tidak mendukung program hilirisasi,” kata Bahlil. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2AzY-2dDej9kqUtuvYfbHUeEjDimRSSh%2BzTHyUQQF3ZAA%40mail.gmail.com.
