https://money.kompas.com/read/2022/01/26/091019126/nasib-warga-kampung-miliarder-tuban-dan-pentingnya-mengelola-uang-secara-bijak?page=all#page2



Nasib Warga Kampung Miliarder Tuban dan Pentingnya Mengelola Uang secara
Bijak

Kompas.com - 26/01/2022, 09:10 WIB

Penulis Fika Nurul Ulya | Editor Yoga Sukmana

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih ingat kisah Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu,
Kabupaten Tuban, Jawa Timur? Warga di kampung itu mendadak jadi miliarder
usai mendapat ganti rugi atas tanah pertanian mereka yang digunakan untuk
proyek Pertamina.

Warga kampung tersebut sempat viral pada Februari 2021 karana membeli mobil
secara beramai-ramai. Saat itu, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu dikenal
sebagai kampung miliarder.

Namun kini, sejumlah warga kampung miliarder justru menyesal telah menjual
tanahnya. Sebab mereka tidak memiliki pekerjaan. Beberapa warga bahkan
harus menjual ternaknya untuk bertahan hidup.

Baca juga: Garuda Indonesia Tebar Diskon Tiket hingga 50 Persen

Perencana Keuangan Melvin Mumpuni mengatakan pengalaman warga kampung
miliarder bisa jadi pelajaran berharga bagi setiap orang. Dia
mengungkapkan, jadi miliarder dadakan harus dibarengi dengan pengetahuan
atau literasi cara mengelola uang yang baik dan benar.

 Literasi membuat seseorang tidak lapar mata alias hanya membeli
barang-barang konsumtif saat menjadi miliarder dadakan.

"Tanpa ada pengetahuan (literasi) dan perencanaan keuangan, uang berapapun
juga bisa habis. Mereka menukarkan sawah yang menghasilkan pemasukan dengan
mobil yang menghasilkan pengeluaran. Itu masalahnya," kata Melvin saat
dihubungi Kompas.com, Rabu (26/1/2022).

Bijak mengelola keuangan

Lantas, bagaimana mengelola keuangan yang tepat usai jadi miliarder
dadakan?

Baca juga: NET TV IPO Hari Ini, Berapa Harga Sahamnya?

1.    Ganti jadi sumber pemasukan baru

Dalam kasus warga di Tuban, mereka menjual tanah yang biasanya digunakan
untuk bertani. Maka itu ketika mendapat uang pengganti hingga miliaran, hal
pertama yang perlu dilakukan adalah mengubah sebagian uang tersebut untuk
membuat sumber pemasukan baru.

Ibaratnya, uang yang mereka dapat saat itu adalah uang pengganti atas hasil
panen mereka selama beberapa tahun mendatang yang dibayar sekali waktu.
Oleh karena itu, uang harus terus berputar agak tak habis. Di sisi lain,
penting untuk membuat sumber penghasilan baru.

"Ketika mereka kehilangan sumber penghasilan tersebut, sebenarnya akan
lebih tepat apabila uang ganti tersebut digunakan untuk membuat sumber
penghasilan yang baru," kata Perencana Keuangan Andi Nugroho.

Ada banyak rupa sumber mata pencaharian baru yang bisa dibuat dengan uang
sebanyak itu. Contoh kecilnya adalah membuka toko kelontong atau menyewakan
kendaraan untuk mengangkut hasil pertanian yang dibawa ke pasar.

"Atau pekerjaan apapun itu. Itulah yang membuat mereka bisa mendapat
penghasilan baru, pengganti dari tanah pertanian yang sudah mereka jual,"
ucap Andi.

Baca juga: Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Kecelakaan Kerja

2.    Sisihkan untuk dana darurat

Peran dana darurat menjadi krusial dalam keuangan seseorang. Dana darurat
akan sangat berarti saat seseorang tiba-tiba mengalami penurunan
pendapatan. Dana darurat mampu mencegah seseorang berutang atau menggunakan
tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Besaran dana darurat adalah 6-12 kali pengeluaran bulanan. Bila pengeluaran
rumah tangga mencapai Rp 5 juta per bulan, maka dana darurat yang perlu
kamu sisihkan adalah Rp 30-60 juta.

3.    Menabung di instrumen investasi

Hal ketiga yang perlu dilakukan adalah menabung uang tersebut ke beberapa
instrumen yang bisa kamu pilih. Namun untuk mendapat imbl hasil maksimal,
pilih instrumen investasi seperti saham. Tetapi ingat, investasi dengan
imbal hasil yang tinggi juga punya risiko yang tinggi.

Baca juga: Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Di sisi lain, bisa berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang
biasanya dikeluarkan pemerintah. Dengan menabung di SBN sesuai tenor
tertentu, akan mendapat pembayaran bunga yang ditransfer setiap bulan.

Selain itu, investasi emas batangan juga bisa jadi pilhan sebagai instrumen
menyimpan dana. Harga emas cenderung mengalami kenaikan selama beberapa
tahun ke depan. Hal ini membuat nilainya tidak tergerus inflasi.

"Jadi memang mesti bijak mengelolanya. Ketika menjadi seorang miliarder,
apa yang kita prioritaskan? Sisihkan untuk ditabung, diinvestasikan, dan
untuk dana cadangan," beber Andi.

Baca juga: Ini Buku Saku Mengelola Keuangan bagi Calon Pengantin

4.    Penuhi keperluan keluarga

Setelah melewati tiga poin di atas, poin terakhir adalah menggunakan uang
untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di sini, seseorang baru boleh menggunakan uang untuk membeli barang-barang
konsumtif, mulai dari mobil, peralatan dapur, atau apapun yang dibutuhkan
dan belum dipunya selama ini.

Andi bilang, sah-sah saja menggunakan uang untuk kesenangan setelah
melakukan tiga poin di atas.

"Apakah uang tidak boleh digunakan untuk barang kebutuhan atau enggak boleh
dinikmati? Boleh-boleh saja. Sah-sah saja, toh mungkin selama ini kita
tidak pernah mengalami jadi miliarder. Cuma kita harus menggunakannya
dengan lebih bijak," tandas Andi.
 Baca juga: Penting untuk Bisnis, Apa Itu Manjemen Keuangan?

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2C9S-1tnYkAc4mcGF8uw-q6_G6z3%2Bv%3DSozezxHfD8_C5Q%40mail.gmail.com.

Reply via email to