Sajak Kusni Sulang
SALVO Kepada Teng – Sebuah Obituari 1. Pukulsatu malam di layar ponsel jadulku Sebuahwartamerta pendek tertera: “Bung,Teng si anak Medan kita telah tiada” 2. Malamadalah ujung hari-hari kehidupan Tanpakecuali Siapapunakan sampai ke mari Yangtertinggal hanyalah jejak tarung Tak punyatitik ujung Yang kitapilih Dan kuhitungbenar timbang kematian Padahalkita tahu juga yang pasti kita dapatkan Hanyalahtanda pemberian ikhlas tanpa harapkan balas Dari bumibersama seniscayanya tempat hidup manusiawi 3. Beritapendek itu membuatku tertawa Sepertimendapatkan kaca melihat wajah sendiri Yangmeninggalkan rantau memilih kembali Aku jugamelihat wajahmu dan kawan-kawan Yangsetia atau pun menyimpang di perempatan Di kacaitu, aku melihat diriku Ibaratorang gila‒kukatakan kegilaan yang perlu Sebab, cobahitung baik-baik Berapayang sanggup jadi orang gila mencintai kemanusiaan Danmenolak memperdagangkan bumi kehidupan? Apalagidi sini yang kulihat TanahDayak kembali jadi tanah jajahan Sepertidiriku Kudapatkankau pun orang gila, Bung Gila olehkecintaan kusebut agung Hanyacintamu sungguh jauh perkasa Kuasamelipat-lipat bumi jadi beberapa jari TetuaDayak memang berkata; Misi-hidupmati manusia Adalahmemanusiawikan manusia Memanusiawikanbumi Chaosadalah cirinya Sepertinabi dan nabi Takpernah berlimpah Misinyatak pernah tunai Dan takpunya jalan kembali Di kacaitu aku melihat Kitaadalah pinisi yang telah melaut Badik danmandau yang telah dicabut dari sarungnya 4. Kau pahammakna senapan Dankata-kata adalah senapanku Hari inidengan senapan itu Kutembakkanke langit Salvo untukmu Kusebutseorang Dayak yang Agung! 2021 -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/462726562.64117.1644043114374%40mail.yahoo.com.
