https://news.detik.com/berita/d-5939867/warga-wadas-masih-waswas?single=1




Warga Wadas Masih Waswas

Tim detikcom - detikNews

Sabtu, 12 Feb 2022 21:32 WIB
11 komentar
SHARE
URL telah disalin
TNI-Polisi kawal pengukuran lahan proyek Bendungan Bener di Desa Wadas, 
Purworejo, Selasa (8/2/2022).
TNI-polisi mengawal pengukuran lahan proyek Bendungan Bener di Desa Wadas, 
Purworejo, Selasa (8/2/2022). (Rinto Heksantoro/detikcom)
Jakarta -

Insiden di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, 
menimbulkan kerenggangan antarwarga. Selain itu, warga mengaku masih trauma 
melihat kehadiran aparat di desa mereka.

"Bahkan saat salat di masjid itu saja kelihatan. Yang pro di sini, yang kontra 
di situ. Kalau saya inginnya adem ayem. Tapi gimana lagi, itu kan hak 
masing-masing warga," kata warga Dusun Winongsari, Wadas, Mujianto, saat 
dijumpai di Masjid Al-Hidayah, Sabtu (12/2/2022).

Mujianto adalah warga yang setuju terhadap rencana proyek penambangan. Warga 
lainnya, Rodhiyah, juga membenarkan hubungan sosial di desanya sudah renggang.

"Ya sejak ada sengketa itu, sampai sekarang renggang," kata dia.
Baca juga:
GP Ansor Terima Laporan Banyak Polisi Bersenjata-Listrik Padam di Wadas

Pada kesempatan berbeda, Himan, yang merupakan warga Dusun Winongsari, Wadas, 
mengaku, akibat insiden pada awal pekan, dirinya sampai sekarang khawatir pergi 
ke lahan pertanian. Dia juga masih terbayang saat warga diamankan aparat.

"Ketakutan, nggak berani cari makan ternak, nggak berani kerja (bertani). Saya 
juga di situ, langsung lari ke dalam masjid. Kalau masih di luar, mungkin saya 
ditangkap juga," kata Himan.

Dia yakin tak ada yang berusaha menyerang petugas dengan senjata tajam. 
Menurutnya, senjata tajam yang dilihat polisi adalah alat kerja masyarakat.

"Kalau warga ke ladang, ya pasti bawa arit, biasa, bukan untuk menyerang," kata 
dia.
Baca juga:
Fahri Hamzah Nilai DPR Abai Terkait Dinamika di Wadas

Pengakuan yang sama disampaikan pemilik warung di Dusun Winongsari. Dia mengaku 
trauma karena adiknya sempat ditangkap polisi.

"Saya lihat di depan mata, adik saya ditangkap. Tahu-tahu dibawa. Kemarin 
katanya sudah selesai, tapi ini kok datang lagi, nggak tahu ngapain. Nggak 
nyaman, penginnya seperti hari biasanya," ujar wanita yang enggan disebutkan 
namanya itu.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Ketua GP Ansor Ungkap Laporan Warga soal Wadas Terkini

Ketua GP Ansor Luqman Hakim mengungkap kondisi terkini di Desa Wadas, 
Purworejo, Jawa Tengah, pasca-insiden. Luqman mengatakan, berdasarkan laporan 
LBH Ansor, Desa Wadas masih terisolasi.

Luqman mengatakan pihak GP Ansor telah berada di Desa Wadas sejak Rabu (9/2). 
Sejak saat itu, GP Ansor mengumpulkan data terkait insiden yang terjadi di 
lokasi.

"LBH Ansor turun langsung ke lokasi konflik di Desa Wadas, Kecamatan Bener, 
Kabupaten Purworejo, Provinsi Jateng, sejak 9 Februari kemarin. LBH Ansor 
memperoleh banyak data dari warga yang pro dan kontra pembebasan lahan. LBH 
Ansor juga bertemu dan melakukan wawancara terhadap beberapa warga yang pernah 
ditangkap polisi," kata Luqman dalam keterangannya hari ini.

Tak hanya itu, anggota DPR Fraksi PKB Dapil Jawa Tengah VI ini juga memaparkan 
kondisi di Desa Wadas per Jumat (11/2) malam kemarin. Dia menyebut masih banyak 
polisi bersenjata api hingga kondisi desa yang terisolasi.
Luqman HakimKetua GP Ansor Luqman Hakim (Foto: dok. Istimewa)
Baca juga:
Bupati Purworejo Muncul Usai Insiden Wadas, Minta Pihak Luar Tak Ikut Campur

"Banyak warga yang masih trauma atas peristiwa pengepungan, penangkapan, dan 
penahanan warga oleh aparat polisi. Masih sangat banyak polisi berjaga dengan 
senjata lengkap dan membawa anjing pelacak (K-9). Listrik PLN masih padam. 
Sudah sejak Senin (7/2) listrik dimatikan oleh PLN dan sinyal seluler sulit 
diperoleh, menyebabkan informasi dari Desa Wadas tidak mudah diakses. Desa 
Wadas masih terisolasi," ucapnya.

Atas laporan itu, Luqman pun mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 
segera menarik seluruh pasukan dari Desa Wadas. Langkah ini, kata dia, demi 
mengurangi trauma warga.

"Meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera 
merealisasikan komitmennya menarik seluruh pasukan polisi dari Desa Wadas dan 
sekitarnya. Penarikan pasukan ini penting untuk mengurangi faktor traumatik 
warga," ujarnya.

Seperti diketahui, penambangan andesit ini berkaitan dengan proyek pembangunan 
Bendungan Bener. Batuan andesit di lahan pertanian warga akan diambil dalam 
waktu 2-3 tahun. Pemerintah mengklaim setelahnya akan mengembalikan lahan bekas 
tambang itu kepada masyarakat.
(aud/aud)
wadas
desa wadas
wadas melawan
wadas purworejo
detikjateng
jateng
purworejo
round-up




Baca artikel detiknews, "Warga Wadas Masih Waswas" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-5939867/warga-wadas-masih-waswas.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220212213532.552d5f60f7723268be7265a9%40upcmail.nl.

Reply via email to