Dengan perang Rusia-Ukraina, dunia makin jelas melihat bagaimana AS menjadikan 
Ukraina TUMBAL, tanpa pedulikan rakyat Ukarina jatuh korban, untuk menarik 
keuntungan sebesar mungkin bagi Amerika sediri! BUKAN berusaha keras 
menghentikan perang dengan mendamaikan kedua pihak yang konflik, tapi sepihak 
menghujat Rusia dengan mengirim senjata pada Ukraina. Bukan mendorong keedua 
pihak menemukan penyelesaian di meja perundingan, tapi lebih utamakan 
menggempur Rusia dengan jatuhkan sanksi-sanksi berat pada Rusia, juga tidak 
pedulikan berdampak negara-negara Eropa yang jadi korban, ... Sanksi dibalas 
Rusia, bagi negara Eropa yang masih menghendaki produksi Rusia yang diembargo 
itu, harus membayar dengan Rubel! Rubel yang diawal mula jatuh terjun, naik 
kembali! Sanksi AS menjatuhkan Rubel, gagal total!

Bisakah AS mengembargo gas-alam Rusia? Dan kenyataan TIDAK mungkin Eropa dalam 
waktu 2-3 tahun lepas dari gas-alam Rusia! Sementara pakar menyatakan, TIDAK 
MUNGKIN! Sekalipun AS menyanggupi menaikkan produksi gas-nya sendiri, dan 
dengan demikian AS untung besar, ... Tapi, kenyataan sekalipun menimpakan beban 
harga gas yang jauh lebih mahal ketimbang gas Rusia pada rakyat Eropa, juga 
tidak mencukupi kebutuhan Eropa! Lalu? Harus menemukan dan membuka tambang gas 
baru di Afrika, yang katanya juga sangat besar, ... itupun dibutukan waktu 
sekitar 5 tahunan baru bisa.

Tapi, yang lebih kurang ajar, ternyata sebelum AS umumkan embargo minyak, 8 
Maret yl. AS berapa hari sebelumnya sudah membuat kontrak TAMBAHAN membeli 
minyak lebih banyak 43% dari sebelumnya, artinya ketambahan lebih 10 ribu 
Barel/hari!  Disatu pihak berteriak embargo Rusia, tapi AS sendiri tetap 
membeli produksi AS! Yang diembargo gas-minyak dimana AS sebenarnya tidak 
butuhkan itu! Tapi, hasil tambang lain seperti potassium, yang dibutuhkan AS 
dari Rusia, TIDAK berani diembargo! Itulah watak Amerika sesungguhnya, .... 
yang berusaha UNTUNG sendiri tanpa peduli kepentingan orang lain dirugikan!



Konflik Rusia Ukraina
Zelenskyy: Embargo minyak Rusia ditunda, rakyat Ukraina jadi korbannya
 Kamis, 7 April 2022 07:49 WIB
 
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan wawancara dengan beberapa media 
Rusia melalui tautan video, saat serangan Rusia terhadap Ukraina berlanjut, di 
Kiev, Ukraina, 27 Maret 2022. ANTARA/HO-Kepresidenan Ukraina via REUTERS/as

London (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Kamis mendesak 
politisi Barat untuk segera menyepakati embargo minyak Rusia karena menunda 
langkah itu akan mengorbankan nyawa rakyat Ukraina.

Lewat siaran video, Zelenskyy juga mengatakan dia akan terus meminta agar 
bank-bank Rusia diblokir sepenuhnya dari sistem keuangan internasional.

Zelenskyy mengatakan Moskow meraup banyak uang dari ekspor minyak sehingga 
mereka tak perlu menanggapi serius perundingan damai.

Dia mendesak "dunia yang demokratis" untuk menolak minyak Rusia.

"Beberapa politisi masih tak mampu memutuskan bagaimana membatasi aliran dolar 
dan euro dari minyak ke Rusia agar tak membahayakan ekonomi mereka sendiri," 
kata Zelenskyy.

Namun, dia memperkirakan embargo minyak akan tetap diberlakukan.

"Satu-satunya pertanyaan adalah berapa lagi pria Ukraina, berapa lagi wanita 
Ukraina, yang akan dibunuh oleh militer Rusia agar Anda, politisi-politisi 
tertentu –dan kami tahu Anda siapa– mengambil keputusan," kata dia.
 
Rusia menyebut agresinya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" untuk 
melakukan demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina, sebuah dalih yang ditolak 
Ukraina dan pemerintah Barat.

Invasi Rusia di Ukraina yang memasuki pekan keenam itu telah memaksa lebih dari 
empat juta orang mengungsi, membuat ribuan orang tewas dan terluka, serta 
menghancurkan kota-kota.

Amerika Serikat mengincar bank-bank dan para elite Rusia dengan meluncurkan 
gelombang sanksi baru pada Rabu (6/4). Zelenskyy mengatakan langkah itu 
spektakuler tapi belum cukup.

Sumber: Reuters

Baca juga: Zelenskyy minta PBB adili Rusia atas 'kejahatan perang' di Ukraina

Baca juga: Zelenskyy: Rusia jadi contoh bagi negara lain kalau tidak dihukum

  
Krisis Rusia-Ukraina perburuk ketahanan pangan Lebanon
Penerjemah: Anton Santoso
Editor: Tia Mutiasari

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4569CE1103124E4C8B54D9B355B9EAFC%40A10Live.

Reply via email to