‘Strategi Indo-Pasifik’ AS Pasti Adalah Strategi yang Gagal
2022-05-23 13:25:17 
https://indonesian.cri.cn/2022/05/23/ARTINEAtNYBDD6fDlqd4tSsa220523.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.4

Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menlu 
Pakistan Bilawal Bhutto Zardari mengadakan jumpa pers setelah pertemuan pada 
hari Minggu kemarin(22/5).

Terkait respon yang berbeda dari berbagai pihak terhadap ‘kerangka ekonomi 
Indo-Pasifik’ yang diumumkan Presiden AS selama kunjungannya di Asia, Wang Yi 
menyatakan bahwa Tiongkok sama dengan negara-negara kawasan ini, menyambut 
inisiatif yang berfaedah bagi peningkatan kerja sama regional, namun menentang 
berbagai upaya pemecahbelahan dan perlawanan.  Apa jenisnya ‘Kerangka Ekonomi 
Indo-Pasifik’ AS? 

Pertama-tama, harus diberikan sebuah tanda tanya yang besar, dan harus dilirik 
niat yang tersembunyi di baliknya. Pihak Tiongkok berpendapat, standar 
penilaiannya seharusnya ialah ‘tiga keharusan dan tiga larangan’.

Keharusan pertama ialah, harus mendorong perdagangan bebas, dan tidak melakukan 
proteksionisme.

Kedua, harus berfaedah bagi pemulihan ekonomi dunia, dan tidak merusak 
kestabilan rantai industri.

Ketiga, harus mendorong kerja sama terbuka, dan tidak menimbulkan konfrontasi 
geopolitik.

Wang Yi mengatakan, Tiongkok tidak memiliki ego geopolitik, hanya memiliki 
ketulusan solidaritas dan kerja sama. Tiongkok tak ingin berkonfrontasi dengan 
negara manapun, dan hanya berharap dapat berkembang bersama dengan berbagai 
negara. Pasar Tiongkok yang berskala super besar dengan populasi 1,4 miliar 
jiwanya akan terus terbuka secara komprehensif bagi negara-negara dan kawasan, 
dan jalan yang saling menguntungkan dan menang bersama pasti akan terbuka 
semakin lebar.
Terkait tindakan AS yang tengah berupaya mendorong apa yang disebut dengan 
‘Strategi Indo-Pasifik’ dengan tujuan mengbendungi Tiongkok, Wang Yi menyatakan 
bahwa

‘Strategi Indo-Pasifik’ AS tengah mengakibatkan semakin banyak kewaspadaan dan 
kekhawatiran dunia internasional terlebih negara-negara Asia-Pasifik. AS dengan 
alasan ‘kebebasan dan keterbukaan’ menelurkan ‘strategi Indo-Pasifik’, 
bertujuan mencari sekutu dan mengklaim akan ‘mengubah lingkungan sekitar 
Tiongkok’, tujuannya ialah mencoba membendungi Tiongkok, dan mengorbankan 
negara-negara Asia-Pasifik untuk hegemoni AS. Yang sangat bahaya ialah, AS 
sudah melepaskan kamuflase dan memprovokasi masalah ‘Taiwan’ dan ‘LTS’, mencoba 
mengacaukan daerah lain terlebih dahulu, kemudian mengacaukan kawasan 
Asia-Pasifik.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EBC2F5A864D140BE9865F9C69A00137F%40A10Live.

Reply via email to