*Pertamina rugi adalah biasa karena perusahaan ini adalah sapi perahan
penguasa neo-Mojopahit dan konco bin sahabat. Kalau masih diingat sejarah
Pertamina pada zaman Soeharto berkuasa, perusahaan ini  mengalami kerugian
kurang US$ 10 miliar, sementara pada waktu bersamaan  perusahaan minyak dan
gas di dunia mengeruk laba berlipat ganda. Kalau tidak disuntik dengan
pinjaman, maka Pertamina waktu itu sudah dinyatakan bangkrut.*

*Agaknya patut diperhatikan bahwa  baik badaan executive  mau legislative
dikuasai oleh pengusaha jadi kalau mereka itu mempunyai dua tugas
kepentingan yaitu perusahaan mereka dan yang disebut rakyat. Pertanyaannya
kepentingan siapa yang diutamakan? Kepentingan mereka ataukah "rakyat"?
Istilah "win-win" itu hanya kedok mereka untuk mengelabui rakyat mau
ditipu. Apakah tidak sebaiknya NKRI (Negara Kleptokrasi Republik Indonesia)
dilenyapkan saja, karena tidak memberikan** faedah yang bermutu bagi
kehidupan rakyat banyak. Lihat  saja sudah 75 tahun "merdeka" masih saja
soal sembako menjadi masalah tanpa berakhir. Dalam masa 75 tahun yang
berutung siapa?*


On Fri, Jun 3, 2022 at 4:22 PM Lusi D. <[email protected]> wrote:

> PERTAMINA RUGI 191 TRILIUN! RIZAL RAMLI: KOK
> BISA?!
> https://www.youtube.com/watch?v=KFQTytly3QY
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220603162238.76e29c3a%40lilik-ThinkPad-T420s
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BVMQfvM-hto46PP3-jZ%3DghNuGPf8RuwdLTsFB%2Bi%3DqYtg%40mail.gmail.com.

Reply via email to