Kasus Penembakan SD di Texas AS Terungkap
2022-07-18 
14:12:02https://indonesian.cri.cn/2022/07/18/ARTIz1ySJWU1p6bwRAtlWIee220718.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.13
Menurut laporan Komite Investigasi Dewan Perwakilan Rakyat Texas Amerika 
Serikat (AS) pada hari Minggu kemarin (17/7) waktu setempat, ketika kasus 
penembakan di Sekolah Dasar Robb terjadi, para penegak hukum membuang waktu 
yang berharga untuk menjamin keselamatan dirinya sendiri, bahkan tidak 
memprioritaskan ‘keselamatan para korban’.

Menurut laporan, para penegak hukum seharusnya memiliki urgensi yang lebih 
besar, memanfaatkan berbagai cara untuk secepatnya menerobos ruang kelas dan 
menundukkan para penyerang. Akan tetapi, para penegak hukum itu malah 
membiarkan para korban menunggu lebih dari satu jam. Selama waktu itu, para 
penyerang masih terus melepaskan tembakan sehingga lebih banyak korban tewas 
dan cedera.

Selain itu, laporan itu menyatakan pula bahwa salah satu penyebab terjadinya 
tragedi ini adalah masalah keluarga pelaku penembakan, jaringan internet di 
sekolah yang buruk sehingga jaringan komunikasi tidak lancar dan pintu sekolah 
ada masalah.

Insiden penembakan di SD Texas terjadi pada tanggal 24 Mei lalu, dan totalnya 
21 orang menjadi korban tewas termasuk 19 anak-anak dan 2 guru.

Peristiwa Penembakan Terjadi di Sebuah Pusat Perbelanjaan di Indiana AS
2022-07-18 14:13:29
Menurut media setempat, pada hari Minggu kemarin (17/7), di Greenwood Park Mall 
di dekat Indianapolis, Ibu Kota Negara Bagian Indiana Amerika Serikat (AS) 
terjadi insiden penembakan yang  mengakibatkan 4 orang tewas dan 2 orang 
lainnya cedera.

Menurut laporan, insiden itu terjadi pada hari Minggu kemarin (17/7) sekitar 
pukul 18.00 waktu setempat. Pihak kepolisian menuju pusat perbelanjaan tersebut 
untuk menangkap seorang ‘penembak aktif’. Insiden itu mengakibatkan korban 
cedera, di tempat kejadian tersebut juga ditemukan sebuah ransel yang 
mencurigakan,  dan tim penjinak bom sedang mengadakan pemeriksaan terhadap 
ransel itu.

Kini, pusat perbelanjaan itu diblokir dan polisi sedang mengadakan pemeriksaan.

Pihak kepolisian setempat dalam sosmed mengingatkan masyarakat untuk 
menghindari tempat kejadian dan tidak menyebarkan informasi salah di sosmed 
sebelum rincian kasus dipastikan.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1B585864DE3D4B32A9CC239534FD7303%40A10Live.

Reply via email to