RAKYATNYA JADI KORBAN…! 
Amerika Terpuruk, Inflasi Gila-gilaan, Warga Hanya Bisa Beli Komoditas Ini 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/rakyatnya-jadi-korban-amerika-terpuruk-inflasi-gila-gilaan-warga-hanya-bisa-beli-komoditas-ini/
Presiden AS, Joe Biden panik. (Ist)
JAKARTA- Raksasa ritel Amerika Serikat (AS) Walmart dikabarkan memangkas 
prospek laba mereka, baik secara kuartalan maupun setahun penuh akibat Inflasi 
yang melanda negeri Paman Sam.

Dalam keterangannya, Walmart menuturkan bahwa inflasi di AS telah mendorong 
masyarakat untuk lebih banyak membelanjakan kebutuhan pokok seperti makanan dan 
semakin sedikit transaksi terkait pembelian pakaian dan barang elektronik.

Pergeseran pada pengeluaran inilah membuat Walmart menandai sejumlah barang 
yang tidak lagi diinginkan konsumen semasa inflasi.

Pengumuman itu sekaligus membuat saham perusahaan jatuh. Tak hanya Walmart, 
ritel lain termasuk Target dan raksasa e-commerce Amazon juga menghadapi hal 
serupa.

Laju inflasi tahunan di AS dilaporkan mencapai 9,1 persen pada Juni, sekaligus 
menjadi yang tertinggi sejak November 1981. Inflasi bulan lalu juga lebih 
tinggi dibandingkan prediksi Dow Jones yang mencapai 8,8 persen, begitu juga 
pada bulan sebelumnya sebesar 8,6 persen. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika 
melaporkan, inflasi inti juga lebih tinggi dari perkiraan mencapai 5,9 persen.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Walmart saat ini dilaporkan telah 
mengantisipasi dengan menyesuaikan n laba per saham untuk kuartal II dan 
setahun penuh dengan penurunan masing-masing sekitar 8 persen hingga 9 persen 
dan 11 persen hingga 13 persen.

Angka ini kian jauh dari perkiraan laba sebelumnya yang diproyeksi Walmart akan 
datar pada kuartal II dan turun sekitar 1 persen untuk setahun penuh.

Sejauh ini, Walmart mengharapkan penjualan toko dapat meningkat 6 persen pada 
kuartal II. Namun, ini tidak termasuk pembelian bahan bakar karena pelanggan 
lebih banyak membeli makanan.

Sayangnya, fakta itu akan membebani perusahaan lantaran bahan makanan memiliki 
margin keuntungan yang lebih rendah daripada barang-barang seperti TV dan 
pakaian.

“Meningkatnya tingkat inflasi makanan dan bahan bakar mempengaruhi cara 
pelanggan berbelanja,” ujar CEO Walmart Doug McMillon dalam keterangan 
resminya. (Enrico N. Abdielli)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/447EC963777040CAAD0D34D6A230A21B%40A10Live.

Reply via email to