Untuk apa sekian banyak partai yang sama agamanya, kalau bukan untuk kepentingan ambisi politik berasaskan agama .
[image: width=] <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail> Virusfri.www.avast.com <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail> <#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> On Thu, Aug 11, 2022 at 2:57 AM Chan CT <[email protected]> wrote: > BISA GAK YA…? > Jaga Persatuan Bangsa, Majelis Agama Tolak Politisasi Agama dalam Pemilu > 2024 > <https://bergelora.com/author/redaksi/> > By*Tim Redaksi* <https://bergelora.com/author/redaksi/> > 0 > <https://bergelora.com/bisa-gak-ya-jaga-persatuan-bangsa-majelis-agama-tolak-politisasi-agama-dalam-pemilu-2024/#respond> > > https://bergelora.com/bisa-gak-ya-jaga-persatuan-bangsa-majelis-agama-tolak-politisasi-agama-dalam-pemilu-2024/ > > <https://bergelora.com/wp-content/uploads/2022/08/714f6db55d243ae22364e92784ba2a1c.jpg> > > JAKARTA- Majelis agama-agama di Indonesia menolak penggunaan politik > identitas, politisasi agama, dan komodifikasi agama dalam penyelenggaraan > pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. > > Penolakan itu disampaikan dalam Kolokium Agama-Agama Nusantara (KAANA) > 2022 pada Rabu (10/8), yang dihadiri sejumlah perwakilan organisasi > keagamaan, di antaranya Ouikumene, Persatuan Hindu Dharma Indonesia, > Konferensi Waligereja Indonesia, Walubi, MUI, hingga perwakilan Kementerian > Agama (Kemenag) RI. > > “Kami menolak dan menentang keras penggunaan politik identitas, politisasi > agama, dan komodifikasi agama dalam politik praktis, terutama dalam > pemenangan Pemilu tahun 2024, yang dilakukan oleh siapapun dan atas nama > apapun,” ujar Sekjen MUI Amirsyah Tambunan dalam sambutannya. > > Deklarasi penolakan disebut Amirsyah ditujukan sebagai upaya-upaya > penyelenggaraan Pemilu yang bermartabat, beretika mulia, mendamaikan, dan > memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. > > “Kami menyerukan kepada seluruh partai politik sebagai kontestan Pemilu > untuk berpartisipasi dalam Pemilu secara bertanggungjawab, beretika mulia, > taat pada konstitusi dan peraturan perundangan, dan mengutamakan > kemaslahatan bangsa,” ujarnya. > > Dalam kesempatan tersebut, majelis juga mendorong umat untuk > berpartisipasi menunaikan hak dan kewajiban dalam Pemilu disertai semangat > persatuan, kesatuan, gotong royong, dan perdamaian supaya terwujud > demokrasi Indonesia yang berkeadilan sosial. > > “Kami mendukung penuh dan akan mengawal secara kolektif penyelenggaraan > Pemilu yang adil, jujur, damai dan mendamaikan sejak tahun 2022 hingga pada > puncaknya tahun 2024,” ujar dia. > > Sementara itu, Panitia Penyelenggara Kolokium Majelis Agama-Agama di > Indonesia Muhammad Zainuddin Daulay mengatakan KAANA diselenggarakan > sebagai upaya mencegah terjadinya keterulangan politik identitas, > politisasi agama, dan komodifikasi agama dalam Pemilu 2024. > > Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, ia menjelaskan KAANA > diselenggarakan untuk merefleksikan hubungan teologis, strategis, dan > praktis antara agama dan Pemilu dalam sejarah politik Indonesia dan > dampaknya terhadap kehidupan bangsa Indonesia sesuai semboyan negara, > Bhineka Tunggal Ika. > > “Merumuskan pandangan, sikap, dan komitmen bersama agama-agama dalam > rangka mencegah terjadinya politisasi agama, politik identitas, dan > komodifikasi agama-agama pada Pemilu 2024,” kata dia. (Enrico N. Abdielli) > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DAEB3AE125374FB4A34777AE31214D40%40A10Live > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DAEB3AE125374FB4A34777AE31214D40%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2D_d5k3JHqe8nNW%3DUnstQAMZ4Y0aOiovaXRUDKLV-km_w%40mail.gmail.com.
