https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-015245192/bayi-gizi-buruk-meninggal-dunia-karena-terkendala-biaya-sang-ibu-bidan-memaksa-saya
Bayi Gizi Buruk Meninggal Dunia karena Terkendala Biaya, sang Ibu: Bidan
Memaksa Saya

Muhammad Ginanjar
<https://www.pikiran-rakyat.com/author/5502/muhammad-ginanjar>

- 11 Agustus 2022, 10:10 WIB

[image: Ilustrasi stunting.]

Ilustrasi stunting. /Pixabay/OpenClipart-Vector

*PIKIRAN RAKYAT* - Seorang bayi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> berumur
tujuh bulan yang menderita gizi buruk
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/gizi-buruk>, akhirnya mening­gal dunia
saat mendapatkan pe­rawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang
Kabupaten Cianjur <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/Cianjur>.

Bayi itu adalah warga Kampung Singareret, RT 3 RW 3, Desa Bobojong,
Kecamatan Man­de, Kabupaten Cianjur
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/Cianjur>.

Bayi tersebut terlambat ditangani rumah sakit karena ketiadaan biaya dari
orang­tua­nya. Sang ibu, Ipah Masripah (23), sempat menolak desakan dari
puskesmas untuk segera membawa sang bayi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> ke rumah sakit dengan alasan
tidak memiliki biaya.

Bayi itu hanya memiliki berat badan 4 kilogram, serta mengalami penyakit
penyerta lainnya yakni infeksi paru-paru, dan dehidrasi parah.

*Baca Juga: Diet Bukan Hanya Turunkan Berat Badan, Ahli Gizi Jelaskan dari
Segi Kesehatan
<https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-015018127/diet-bukan-hanya-turunkan-berat-badan-ahli-gizi-jelaskan-dari-segi-kesehatan>*

Ipah mengatakan, saat kondisi bayinya drop, dia t­idak memegang uang
sepeserpun. Padahal, dia sudah dianjurkan oleh bidan untuk mem­bawa anaknya
ke rumah sakit.

"Kepada bidan, saya sempat mengucapkan kata ikhlas ketika bayi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> saya karena tak ada uang. Bidan
tetap me­maksa saya untuk membawa bayi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> saya ke rumah sakit," ujar Ipah
ditemui di rumahnya, Rabu 10 Agustus 2022.

Ipah yang bekerja sebagai buruh pabrik
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/buruh-pabrik> ini mengatakan, ia
dianjurkan membuat surat keterangan tak mampu dan akhirnya bayinya dibawa
ke rumah sakit.

Ipah mendapat keterang­an, bayinya menderita gizi buruk
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/gizi-buruk>.

"Saat lahir normal. Sa­­ya sempat membawa ber­obat ke klinik swasta dua
kali saat masih ada uang," kata­nya.

*Baca Juga: Stunting Ancam Generasi Masa Depan Indonesia, Menko PMK Ajak
Masyarakat Penuhi Kebutuhan Gizi
<https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-014717917/stunting-ancam-generasi-masa-depan-indonesia-menko-pmk-ajak-masyarakat-penuhi-kebutuhan-gizi>*

Ipah mengatakan, ia tak mengikutsertakan anaknya imunisasi. Soalnya, setiap
ada jadwal imunisasi, bayinya selalu demam dan panas.

Camat Mande, Rela Nu­rela mengatakan, bayi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> gizi buruk
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/gizi-buruk> yang meninggal tersebut
memang lost contact dan tidak lagi di bawah pengawasan pos­yandu setelah
terdiagnosis gizi buruk <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/gizi-buruk>.

"Pernah usia 4 bulan dika­wal puskesmas sampai normal lagi. Setelah itu
keluarga tidak pernah membawa lagi. Jadi, kami tidak tahu per­kembangan,"
ujarnya melalui sambungan telefon.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Kadema­ngan, Kecamatan Mande, Elis
Hanny Windyalaras, MKep, mengatakan, pihaknya sudah berupaya maksimal
terkait kasus bayi <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> gizi kurang
ini.

Elis mengatakan, setelah se­bulan dilakukan pemantau­an, kondisi gizinya
mening­kat.

"Namun, terjadi *lost contact at*au hilang kontak karena bayi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> tak pernah lagi datang ke
posyandu. Baru ketahuan lagi Rabu minggu kemarin," katanya.

Elis mengatakan, bayi <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> yang ada
riwayat gizi buruk <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/gizi-buruk> itu,
sebelumnya disuruh da­tang ke bidan. Ternyata kondisinya buruk lagi.

"Diagnosis bidan saat bayi <https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> terjadi
sesak ada penarikan din­ding dada, infeksi berat pa­ru-­paru, demam, diare,
dan dehidrasi berat," katanya.

Elis mengatakan, keluarga sempat menolak karena tak bisa bayar rumah sakit.

"Sa­ya langsung koordinasi dengan pimpinan daerah kecamatan. Soalnya, bayi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> ini tak punya atau tidak
terdaftar di BPJS. Akhirnya, bayi
<https://www.pikiran-rakyat.com/tag/bayi> dirujuk
biaya dipikirkan bersama," kata­nya­.­***

Editor: Rahmi Nurfajriani



[image: width=]
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Virusfri.www.avast.com
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BXao0zad_5%2B7ZocypPn9sBXEUg0GOqnJcevfUcD_Rahg%40mail.gmail.com.

Reply via email to