Suar Suroso:
 
ORBA BOHONG
DI SIANG BOLONG
 
  Sepertiga abad Orba kuasa, Nusantara jadi neraka dunia: Ratusan ribu umat tak 
bersalah dibantai, bertebaran makam tanpa nisan, jutaan tersiksa jadi warga 
negara dianggap “tak bersih lingkungan”. Kekuasaan ORBA dibangun pakai fitnah 
dan kebohongan. Dan mau diabadikan pakai kebohongan demi kebohongan.
 
Kebohongan pertama adalah mensulap Palu Arit jadi hantu. Palu Arit dipakai 
menakut-nakuti umat. Palu Arit dijadikan menakutkan. Pada hal kini di dunia, di 
banyak negeri Palu Arit berkibar bebas dengan jaya. Di Ufuk Timur bumi raya, di 
Tiongkok Palu Arit adalah lambang mulia. Berkibar di mana-mana dengan jaya. 
Dengan menjunjung tinggi Palu Arit, Tiongkok yang miskin dan terbelakang di 
pertengahan abad ke-XX telah berobah di awal abad ke-XXI menjadi negara ekonomi 
terbesar nomor dua di dunia mengungguli Jepang. Telah membebaskan 600 juta 
rakyat dari kemiskinan. Menjadikan Tiongkok negara besar yang kuat di bidang 
ekonomi, tekhnologi, budaya dan militer. Ini berarti seperlima penduduk dunia 
hidup dalam negara yang bernaung di bawah lambang Palu Arit.
 
Dan di Indonesia, Palu Arit adalah lambang mulia yang dikibarkan dalam 
pemberontakan nasional melawan kolonialisme Belanda tahun 1926. Lambang Palu 
Arit dikibarkan dan dibela oleh pahlawan-pahlawan anti-kolonial Belanda. Dibela 
sampai tiang gantungan oleh pahlawan-pahlawan Egom, Dirdja, Hassan di Priangan 
dan Si Patai serta si Manggulung di Minangkabau. Dan dijunjung serta dibela Ali 
Archam bersama ribuan buangan anti-kolonial Belanda di Tanah Merah.
 
Kebohongan kedua mengkeramatkan Pancasila. Pancasila dijadikan sakti. Pancasila 
adalah dasar negara. Mana bisa dasar negara dijadikan sakti. Orba membangun 
tugu Pancasila Sakti di Lubang Buaya. Tugu terang-terangan melukiskan 
kebohongan tentang Peristiwa G30S  Wanita Gerwani difitnah mensilet kemaluan 
dan mencungkil mata dalam Peristiwa ini. Tugu Pancasila Sakti adalah lambang 
pengabadian kebohongan orba. Tiap tahun dilakukan peringatan di tugu ini. Tugu 
ini jadi berhala kebohongan sejarah yang memalukan
 
Kebohongan ketiga adalah TAP MPRS No XXV tahun 1966. Dalam pertimbangannya 
dinyatakan:
“bahwa paham atau adjaran Komunisme/Marxisme-Leninisme pada inti-hakikatnya 
bertentangan dengan Pantjasila” dan “bahwa orang-orang dan golongan-golongan di 
Indonesia yang menganut paham atau adjaran Komunisme/Marxisme-Leninisme, 
chususnja Partai Komunis Indonesia telah njata-njata terbukti beberapa kali 
berusaha merobohkan kekuasaan Pemerintah Republik jang sah dengan djalan 
kekerasan”
 
Pancasila tak bisa dinyatakan bertentangan dengan Marxisme. Pencetus Pancasila 
Bung Karno, adalah seorang Marxis. Semenjak remaja beliau sudah gandrung akan 
Marxisme. Bahkan berkali-kali Bung Karno menyatakan bahwa Marxisme adalah ilmu 
yang kompeten untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Beliau adalah 
propagandis yang menganjurkan orang belajar Marxisme.
 
Jauh sebelum mencetuskan Pancasila, di tahun 1926, Bung Karno sudah tampil 
dengan gagasan historisnya kerjasama para penganut nasionalisme, Islam dan 
Marxisme.  Gagasan ini di tahun enampuluhan berkembang jadi Nasakom, kerjasama 
penganut nasionalisme, kaum beragama dan penganutg komunisme. Sampai akhir 
hayatnya, Bung Karno setia pada ajaran Nasakomnya.
 
Eksistensi kalangan penganut nasionalisme, kaum beragama dan paenganut 
komunisme adalah kenyataan sejarah Indonesia. Bertolak dari kenyataan inilah 
Bung Karno mencetuskan gagasan Nassakomnya.
 
Tapi penguasa orba adalah anti  Nasakom, anti-komunis. Anti komunis adalah 
hakekat PERANG DINGIN yang dikobarkan Amerika Serikat di tahun enampuluhan. 
Inilah yang melanda Indonesia di tahun itu, yang melahirkan kekuasaan ORBA di 
bawah jenderal fasis Suharto
 
Lahirnya ORBA pakai kebohongan demi kebohongan. Dan masih mau diabadikan oleh 
sisa-sia orba liwat kebohongan-kebohongan.
 
Menyatakan Pancasila bertentangan dengan Marxisme adalah bohong di siang bolong!
 
Menyatakan PKI berkali-kali berusaha menggulingkan Pemerintah RI dengan 
kekerasan adalah bohong di siang bolong !
 
Maka TAP MPRS No XXV 1966 adalah puncak kebohongan ORBA yang  jadi halaman 
hitam sedjarah Indonesia.
 
Pembohongan yang dilakukan ORBA adalah pembodohan bangsa !
 
Pembohongan-pembohongan ORBA ini kian telanjang bulat !
 
 
27-9-2016.

Attachment: ORBA BOHONG DI SIANG BOLONG.doc
Description: MS-Word document



Kirim email ke