https://dunia.tempo.co/read/news/2016/10/07/116810307
/ini-3-faktor-pemancing-amerika-terlibat-perang-dunia-iii
Ini 3 Faktor Pemancing Amerika Terlibat
Perang Dunia III
Jum'at, 07 Oktober 2016 | 01:38 WIB
* share facebook <javascript:void(0)>
* share twitter <javascript:void(0)>
* share google+ <javascript:void(0)>
* share pinterest <javascript:void(0)>
Ini 3 Faktor Pemancing Amerika Terlibat Perang Dunia III
Ilustrasi Perang/Konflik. telegraph.co.uk
*TEMPO.CO*, *Washington* - Pemimpin militer Amerika Serikat
mengungkapkan tiga faktor utama yang mungkin akan menyeret negaranya
dalam perang dunia ketiga. Mayor Jendral William Hix, petinggi militer
AS, mengungkapkan hal mengerikan tersebut saat pertemuan tahunan
Asosiasi Angkatan Darat AS di Washington.
Dia mengatakan, ancaman dari Rusia, kekuatan militer yang berkembang
dari Cina dan perubahan iklim, bisa menjadi faktor yang memimpin Amerika
dalam Perang Dunia Tiga. Bahkan, menurut Hix, perang dunia ketiga
tersebut lebih menakutkan dan merusak dari perang-perang antara
negara-negara di dunia sebelumnya.
"Konflik di masa depan akan menjadi sangat mematikan dan cepat dengan
perang antara dua negara kuat. Dan itu hampir pasti, kami bahkan tidak
mungkin dapat mengendalikannya," kata Jenderal Wiiliam Hix, seperti yang
dilansir oleh laman Mirror, Rabu, 5 Oktober 2016,w aktu setempat.
*Baca Juga*
*Gatot Brajamusti, Aspat, dan Seks 'Threesome' di Padepokan
<http://www.tempo.co/read/news/2016/10/06/063810294/Gatot-Brajamusti-Aspat-dan-Seks-Threesome-di-Padepokan->Buronan
Kasus Dimas Kanjeng Menyerahkan Diri
<https://nasional.tempo.co/read/news/2016/10/06/058810209/buronan-kasus-dimas-kanjeng-menyerahkan-diri>*
Kemungkinan-kemungkinan itu didukung perkembangan teknologi dalam
militer yang semakin canggih, sehingga negara-negara akan menggunakan
senjata yang cerdas. Dia mengatakan kini, Cina dan Rusia sedang
membangun pasukan besar yang semakin bergantung pada teknologi yang
sangat canggih.
Faktor itu memaksa para pemimpin militer AS untuk mempersiapkan diri
untuk menghadapi kekerasan dalam skala besar yang belum pernah terlihat
sebelumnya. Sementara itu, dengan nada khawatir, Kepala Staf Angkatan
Darat AS, Jenderal Mark A. Milley mengatakan perang antara bangsa di
masa depan hampir pasti terjadi.
Miley menambahkan, strategi militer harus siap untuk perang /cyber/ dan
pertarungan di daerah perkotaan. Kekhawatiran Amerika ini datang setelah
akhir pekan lalu Rusia dilaporkan mempersiapkan warganya untuk 'perang
nuklir' dengan Barat karena ketegangan meningkat di Suriah.
*Baca Juga
Beredar Foto Jokowi-Dimas Kanjeng Salaman, Apa Kata Istana?
<https://nasional.tempo.co/read/news/2016/10/07/063810303/beredar-foto-jokowi-dimas-kanjeng-salaman-apa-kata-istana>Soal
Jelmaan Malaikat, Ini Blakblakan Kubu Gatot Brajamusti
<https://nasional.tempo.co/read/news/2016/10/06/063810296/soal-jelmaan-malaikat-ini-blakblakan-kubu-gatot-brajamusti>*
Media dan pejabat negara komunis tersebut mengklaim Barat ingin
melancarkan serangan ke Rusia karena intervensinya di Suriah. Para
pejabat mengumumkan pada Jumat pekan lalu, tempat penampungan bawah
tanah telah dibangun yang bisa memberikan perlindungan bagi 12 juta
warga Moskow dari serangan.
Ketegangan dua negara terkuat di dunia tersebut semakin meninggi
menyusul perang sipil di Suriah yang tak kunjung ada solusi perdamaian
terutama di Aleppo. Kota ini berada di bawah serangan dari pasukan yang
setia kepada Presiden Bashar al-Assad selama seminggu yang didukung Rusia.
Di sisi lain pemberontak Suriah ingin merebut kota itu dengan dukungan
Barat termasuk AS. Rusia memperingatkan, AS akan menghadapi konsekuensi
mengerikan jika mengambil tindakan militer terhadap rezim Suriah. Rusia
memiliki cadangan terbesar senjata nuklir di dunia dengan 8.400 hulu
ledak ketimbang 7.500 di Amerika.