Bukan mimpi! Dari PDB atau GDP itu bisa terjadi. Memang arahnya kesitu.
Dulu saya pernah lihat sawah coklat. Saking luasnya harus naik helicopter utk monitor. Pemiliknya hanya pemilik “kecil”. Artinya ada yg lebih gede2 lagi dan export ke luar negeri terutama perusahaan coklat seperti van houten itu. Betul masalahnya jangan terkonsentrasi di jawa saja. otonomi daerah sudah digalakkan tetapi problem selanjutnya yg terbentuk adalah raja2 didaerah yg luar biasa kacaunya sekarang ini. Dulu sentralisasi bikin repot. Sekarang otonomi juga repot malahan lebih repot. Memang repot ngurus Indonesia itu. Ini memang masalah mental. Hokum harus diperketat utk ngurusin mental ini. Maju terus. Sedikit demi sedikit beresin yg kacau2 itu. Sudah bagus dimulai dgn sarana dan prasarana serta revolusi mental. Ditindaklanjuti terus….. Salam Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Saturday, October 22, 2016 8:04 AM To: Undisclosed-Recipient:; Subject: [GELORA45] 2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah China, India dan AS res : Mimpi bagus, cuma saja yang dikatakan Indonesia adalah pulau Jawa, karena semuanya terkonsentrsi di pulau Jawa, maka oleh sebab itu ada istilah “Jawasentris”. Wilayah di luar pulau Jawa hanya menjadi sumber bahan mentah dan pasar konsumsi. Bagi yang masih ingat coklat. Biji coklat dari Hindia Belanda dibawa ke Belanda. disana diolah dan dikirim kembali ke Hindia Belanda untuk dijual sebagai “chocolade” merk Van Houten. http://www.antaranews.com/berita/591648/2050-indonesia-terbesar-keempat-dunia-setelah-china-india-dan-as 2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah China, India dan AS Sabtu, 22 Oktober 2016 10:31 WIB | 4.649 Views Pewarta: R.H. Napitupulu <http://img.antaranews.com/new/2016/08/ori/20160815027.jpg> (ANTARA/Puspa Perwitasari) Yogyakarta (ANTARA News) - Indonesia akan menjadi negara terbesar keempat dunia pada 2050, berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja per kapita, kata seorang pakar dari Australia. "Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan sangat signifikan, yakni dari urutan kesembilan menjadi keempat dunia. Sementara Brasil naik dua peringkat, dari urutan ketujuh menjadi urutan kelima pada 2050," kata Hal Hill, ekonom Crawford School of Public Policy (Fakultas Kebijakan Publik), Universitas Nasional Australia di kampus Universitas Gadjah Mada, Sabtu. Menurut dia, negara-negara besar yang sekarang tergolong maju belum tentu akan sama maju pada masa yang akan datang karena pusat daya tarik dunia mulai bergerak dari Atlantik ke Asia Pasifik. Berdasarkan proyeksinyam ada lima negara yang akan menjadi negara terbesar, yakni China, India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Brasil yang tiga di antaranya ada di Asia. Ia menuturkan, berdasarkan PDB dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) per kapita, China pada 2014, kemudian pada 2030 sampai 2050 akan tetap pada urutan pertama. India dari urutan ketiga akan naik dan bertukar posisi dengan AS pada urutan kedua. Hill juga memaparkan daya tarik ekonomi dunia berubah sejalan juga dengan kemajuan ekonomi yang dialami negara-negara di Asia Tenggara. Salah satu laporan World Bank mencatat, sedikitnya ada 13 negara dari 150 negara yang pertumbuhan ekonominya di bawah 10 persen selama 100 tahun dan yang menarik hampir semua negara dalam kelompok ini berasal dari Asia. Dari Asia Timur ada China, Hong Kong, Jepang, Korea, dan Taiwan, sedangkan dari Asia Tenggara ada Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, kata Hill. "Indonesia mulai mengejar. Kita tahu, pada tahun 1960-an, Indonesia sangat miskin namun mampu bangkit maju. Yang tidak maju menurut ukuran ini adalah Filipina karena selama lebih dari 60 tahun mengalami kemiskinan, jika dibandingkan dengan Amerika. Bangladesh dan Kamboja juga demikian," demikian Hill. Editor: Jafar M Sidik COPYRIGHT © ANTARA 2016
