http://www.antaranews.com/berita/591838/menristekdikti-tekankan-pelaksanaan-sbmptn-tanpa-perjokian
*Menristekdikti tekankan pelaksanaan SBMPTN
*
*tanpa perjokian*
Minggu, 23 Oktober 2016 19:45 WIB | 2.656 Views
Pewarta: Indriani
Menristekdikti tekankan pelaksanaan SBMPTN tanpa perjokian
Menristekdikti, Mohamad Nasir (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
(Menristekdikti) Mohamad Nasir menekankan pelaksanaan Seleksi Bersama
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 diselenggarakan tanpa adanya
perjokian.
"Kendala yang muncul setiap tahun selalu ada perjokian. Kami berharap
pada tahun depan, tak ada lagi perjokian," ujar Nasir di Jakarta, Minggu.
Pada pelaksanaan SBMPTN tahun lalu, terungkap adanya praktik perjokian
di Universitas Negeri Solo dan Universitas Hasanuddin Makassar.
Menristekdikti menjelaskan bahwa perjokian pada hakikatnya adalah
masalah moral, sebaik apapun sistem jika moral yang bermasalah, maka
selalu akan ada celah untuk melakukan praktik tidak baik tersebut.
"Untuk itu , kami minta pada pihak panitia untuk sebisa mungkin
menimalisir perjokian itu. Entah nanti sistem diperketat ataupun
bagaimana caranya," katanya.
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) Herry Suhardiyanto
mengakui bahwa sistem perjokian masih ada. Untuk itu pihaknya melakukan
konsolidasi jajaran panitia untuk menerapkan prosedur baku secara disiplin.
"Kami juga minta pada pihak panitia untuk segera menangkap, jika ada
melihat ada hal-hal yang mencurigakan," kata Herry.
Herry mengimbau para peserta SBMPTN untuk tidak tergoda untuk
menggunakan joki karena akan tertangkap.
Rektor Universitas Hasanuddin, Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan,
pihaknya akan meningkatkan pengawasan pada pelaksanaan SBMPTN pada masa
yang akan datang.
"Sistem pendaftaran juga lebih dan ketat, serta menyeleksi kembali
jangan sampai peserta yang hadir tidak termasuk dalam database," kata Dwia.
Dwia mengatakan, selama ini banyak perguruan tinggi negeri yang tidak
berani mengungkapkan bahwa terjadi praktik perjokian di tempatnya.
"Banyak perguruan tinggi yang mendiamkan, kalau kami tidak. Kami juga
memberikan penghargaan bagi yang berhasil membongkar perjokian," kata Dwia.
Pihak Universitas Hasanuddin juga membentuk satuan tugas khusus untuk
membongkar praktik perjokian pada setiap pelaksanaan SBMPTN.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016