pengertian anda tentang bigot lucu sekali, ha ha ha. pemahaman anda tentang 
ilmu bisnis dan ekonomi njeleneh lain dari yg umum ditambah lagi keminter dan 
suka nyalah2in orang merasa diri sendiri paling benar dan sok menggurui. tapi 
dalam hal ini saya rasa bukan bigot cuman narcist aja.
 

 tetapi si Marco saya rasa ada unsur bigot yg tinggi, pandangan negatif pd 
Islam, ledekan GAY menunjukkan bigot atas orientasi seksual, juga mungkin 
racist melihat umpatan2 Hong Kong ataupun Taiwan.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

 Dari mana ente bisa ambil kesimpulan ane menjilat Jokowi? Coba jelaskan disini.
 Ane gak pernah bilang ente tidak menjilat Jokowi. Ane bilang ente bashing 
Jokowi. Dan ane kasih komentarnya.
 Ente hanya bikin statement orang lain oon, haus darah dll seperti ente adalah 
orang yg paling humanis. Ketika ane kasih tahu salah, ente kabur dan gak pernah 
minta maaf kalau salah.
  
 Masalah istilah bigot yg ente bikin itu sebetulnya ente yg bigot!
 Ini salah satu alasannya: ente bilang DSR = total debt : current account.
 Ane bilang definisi DSR = total debt : export. Ente salahin ane. Ane terima. 
Kenapa ane terima krn itu adalah asumsi yg dipakai BI. Jadi kita tahu DSR yg 
dimaksud adalah out of current account bukan export. Tetapi dimana2 orang 
belajar ilmu ekonomi DSR itu dihitung out of export. Artinya apa ane mengerti 
pendapat BI. Yang bigot itu ente! Kenapa? Karena ente tulis begini: “Karena 
data yg mengeluarkan BI saya lebih percaya definisi yg diberikan BI.” Kelihatan 
sekali kan ente ngotot bahwa definisi BI yg paling benar. Ente kan jelas gak 
ngerti artinya DSR itu! Ente buta dgn BI. Sedangkan BI benar itu adalah asumsi 
yg dipakai itu benar tetapi bukan arti DSR itu sendiri yg benar.
  
 Contoh lain kalau ente itu bigot banyak sekali misalnya: definisi bunga 
seperti “effective interest rate” yang jelas2 ente gak ngerti; pertanyaan2 ane 
atas pengertian rupiah melemah s/d yg terakhir ttg artinya GDP dll itu gak ada 
yg ente jawab. Ini artinya apa? ini artinya ente tidak bisa menjawab dan tidak 
mau menerima pendapat orang lain….alias bigot.
  
 Ane ndak perlu bilang ente bigot krn tidak berani menerima pendapat orang lain 
dari segi agama. Jelas2 sekali ente itu agamais yg sok suci seakan2 agama ente 
yg paling hebat. Gak bisa ente tutup2in. tulisan ente mencerminkan itu. Selain 
ente orang nya pintar seperti dewa dewi dan berpura2. Ente bukan orang sepintar 
itu!!!
  
 Coba buktikan gimana bung marco adalah bigot atau ane bigot???
  
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, October 24, 2016 1:07 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Jujur, Adakah Gubernur yang Seislami Ahok?


  
  
  
 ha ha ha sesama penganut jilatologi saling membela.

  

 anda yg suka punya pengertian jeleneh lain dari yg lain, coba menurut anda 
arti bigot?

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Ente ini sangat keterlaluan!
 Yang ane lihat selama ini ente yg bigot!
 Ente ngerti enggak arti bigot ini?
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, October 24, 2016 10:06 AM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Jujur, Adakah Gubernur yang Seislami Ahok?


  
  
  
 apakah anda bigot?

---In [email protected] mailto:[email protected], 
<comoprima45@... mailto:comoprima45@...> wrote :
 BETUL .. DAN TERIMA KASIH BANYAK atas COMPLIMENTNYA ,  karena memang AHOK 
berpikiran PRAKTIS , PRAGMATIS dan Real BEKERJA KERAS dan telah menunjukkan  
HASIL KERJANYA YANG KONGKRET  dan AHOK mengerti Masalah yang harus dihadapi dan 
diseleaikannya dan sebagai saeorang TECHNIS yang SANGAT CONCERN TENTANG MASALAH 
EKONOMI PRAKKTIS DAN TIDAK seperti PROVOKATOR dan SUPPORTER Dealer  NARKOBA - 
dan Agent selundupan Poros HONGKONG - TAIWAN  JONATHAN GAY,    > seorang EKONOM 
yang JELIMET dan cukup puas PUTAR BALIK DATA2 STATISTIK  dan PUTAR-BALIK 
ARGUMENTASI  hanya untuk MENGERUHKAN SITUASI  - DAN MENGACAU peris seperti PARA 
ISLAM RADIKAL ...  Yang gemar BERDEMO dan BERDOA serta BERCHORBAH ,   
BERDISKUSI DAN BERORASI  ber- putar2 ...yang isinya BULAK-BALIK  dan TANPA 
MAKNA YANG MEMBUMI .... disekitar TONG KOSONG .....
 

  



  
 2016-10-24 9:54 GMT+02:00 jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]>:
  
  
 mungkin seorang Marco seislami Ahok.

 

---In [email protected] mailto:[email protected], 
<comoprima45@... mailto:comoprima45@...> wrote :
 Tapi yang jelas AHOK BUKAN SAMA sekali SEORANG JONATAHAN G ( GAY ) - Manusia 
PALSU PROVOKATOR dari TAIWAN  DAN SPONSOR para DEALER NARKOBA  dari Hongkong  
dan yang paling jelas juga TIDAK JUJUR  serta TIDAK BISA DISAMAKAN dengan AHOK  
dan hanya bersembuni dibelakang NAMA AHOK.

  
 2016-10-24 5:31 GMT+02:00 jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]>:
  
  
 Jujur, Adakah Gubernur yang Seislami Ahok? | Okterus.com 
http://www.okterus.com/13403-jujur-adakah-gubernur-yang-seislami-ahok
 http://www.okterus.com/13403-jujur-adakah-gubernur-yang-seislami-ahok
 Jujur, Adakah Gubernur yang Seislami Ahok? | Okterus.com 
http://www.okterus.com/13403-jujur-adakah-gubernur-yang-seislami-ahok
 Jujur, Adakah Gubernur yang Seislami Ahok?, OkTerus.com - Bila kita membahas 
tentang Gubernur DKI Jakarta, Ahok tentu tidak akan ada habisnya. A...



 View on www.okterus.com 
http://www.okterus.com/13403-jujur-adakah-gubernur-yang-seislami-ahok

 Preview by Yahoo 
 
 Jujur, Adakah Gubernur yang Seislami Ahok? OkTerus.com – Bila kita membahas 
tentang Gubernur DKI Jakarta http://www.okterus.com/tag/jakarta, Ahok 
http://www.okterus.com/tag/ahoktentu tidak akan ada habisnya.
 Apalagi kalau membahas soal yang berkaitan dengan isu SARA 
http://www.okterus.com/tag/sara, pasti akan sulit untuk menemukan akhirnya.
 Polemik mengenai kepercayaan Ahokyang berbeda dengan mayoritas masyarakat 
Jakarta khususnya menjadi masalah utama.

 Ahok.
 o   Pemeriksaan Ahok tunggu Izin Jokowi, Ratna Sarumpaet Terkejut 
http://www.okterus.com/13371-pemeriksaan-ahok-tunggu-izin-jokowi-ratna-sarumpaet-terkejut
 o   Menyela Ahok saat beri Sambutan, Ibu ini kena Bentak, Begini Ceritanya 
http://www.okterus.com/13380-menyela-ahok-saat-beri-sambutan-ibu-ini-kena-bentak-begini-ceritanya

 Seorang Analyst bernama Alifurrahman membuat sebuah tulisan yang diberi 
judul“Jujur, Adakah Gubernur yang ‘Seislami’ Ahok?”
 Berikut salinan tim OkTerus.com dari laman Seword 
https://seword.com/politik/jujur-adakah-gubernur-yang-seislami-ahok/ miliknya:
 Selama ini banyak yang menolak Ahok. Sejak 2012 lalu, sudah banyak penolakan, 
hanya saja Jokowi mampu meredamnya. Namun 2014, Jokowi jadi Presiden, Ahok 
menjadi sasaran tembak. Sampai-sampai FPI membuat Gubernur tandingan, saking 
sistematis terstruktur dan massifnya pergerakan oposisi mengatasnamakan agama.
 Sudah banyak kasus yang seolah-olah menyudutkan Ahok. Larangan takbir keliling 
misalnya, itu sudah sejak jaman firaun, eh maksudnya jaman Foke, juga dilarang. 
Tapi karena Ahok yang memimpin, jadi seolah-olah orang kafir melarang ummat 
muslim bertabkir. Padahal ya itu jalan pikiran sapi-sapian dengan segala 
provokasinya.
 Kemudian ada juga isu Ahok melarang rakyat Jakarta memotong hewan qurban. 
Padahal maksudnya adalah tidak boleh memotong sembarangan atau di tempat umum. 
Harus steril, bersih dan tidak mengganggu. Dalam Islam, kebersihan merupakan 
sesuatu yang dibahas sangat serius dalam buku fiqh.
 Terakhir yang saya ingat, ada juga isu menggusur masjid-masjid. Seolah-olah 
orang kafir sedang memerangi ummat Islam. Padahal Ahok merenovasinya, karena 
bangunannya sudah lama dan tinggal menunggu waktu untuk roboh.
 Itulah sekilas tentang sapi-sapian dengan segala provokasi fitnahnya. Ahok 
yang bekerja begitu peduli terhadap rakyat Jakarta, selalu difitnah dan 
disalah-salahkan oleh mereka yang haus kekuasaan.
 Siapa yang saya sebut mereka? Orang-orang yang memfitnah Jokowi keturunan 
China dan kafir tidak bisa shalat atau baca Quran. Mereka yang mengharamkan 
rakyat Indonesia memilih Jokowi pada 2014 lalu. Mereka adalah setan-setan 
berdaster putih yang di kepalanya hanya terpikir soal uang dan selangkangan. 
Mereka adalah orang-orang yang sama, coba diperhatikan.
 Tapi ada untungnya juga yang mereka lawan sekarang adalah Ahok. Sebab kalau 
mereka sebut Ahok China dan nonmuslim, itu semua bukan fitnah, memang 
kenyataannya begitu. Jadi berkuranglah dosa-dosa mereka karena tak perlu 
memfitnah lagi seperti yang mereka lakukan pada Jokowi. Hehe
 Mereka boleh mengatakan macam-macam, silahkan guling-guling atau nangis-nangis 
di sosmed, boleh demo mengancam dan menyewa orang luar Jakarta, bebas. Tapi 
satu hal yang saya pastikan tidak akan bisa mereka bantah adalah, tidak ada 
Gubernur yang sepeduli Ahok terhadap ummat Islam. Kalian mau protes? Silahkan 
baca sampai parafgraf akhir, baru protes kalau berani.
 1. Ahok membangun masjid di Balai Kota, diberi nama Masjid Fatahillah, masjid 
ini digagas oleh Jokowi, dilaksanakan dan selesai di era Ahok. Total dana yang 
dikeluarkan 18.8 milyar.
 Mengapa ini penting? Terlihat biasa saja? Diakui atau tidak, faktanya selama 
puluhan tahun dan belasan Gubernur Jakarta yang muslim, Balai Kota tidak 
memiliki masjid. Tapi setelah Gubernurnya nonmuslim, malah punya masjid.
 2. Ahok membangun Masjid Agung Jakarta di Daan Mogot Jakarta Barat. 
Menghabiskan 170 Milyar dan akan selesai pada akhir 2016. Luas tanah 17,8 
hektare dan luas bangunan 2 hektare.
 Buat apa Ahok bangun masjid agung? Bukannya sudah ada istiqlal? Pencitraan! 
Hehe pencitraan mbahmu firaun. Selama ini Jakarta tidak memiliki masjid Agung, 
padahal kota kelahiran saya (Sumenep) saja punya. Sementara Istiqlal adalah 
masjid negara. Tapi saya sadar, bupati di kota saya lebih muslim dibanding 
Gubernur Jakarta yang dulu-dulu. Meski titik-titiknya juga sama banyaknya 
sih…hehe
 3. Ahok membangun masjid di rusun-rusun, Masjid Alhijrah di Rusun Marunda 
Jakarta Utara dan Almuhajirin di rusun Pesakih Jakarta Barat.
 4. Ahok terbitkan SK Gubernur yang menandakan kepeduliannya terhadap ummat 
Islam. SK GUB No 2589 / 2015, bantuan terhadap 118 mushola, masjid dan majelis 
taklim dengan kisaran 15 s/d 75 juta rupiah.
 SK GUB No 308 / 2016, bantuan terhadap 125 mushola, masjid dan majelis taklim 
dengan kisaran 15 s/d 100 juta rupiah.
 5. Mulai tahun 2016, Kartu Jakarta Pintar diberikan kepada madrasah dan 
sekolah Islam, dari ibtidaiyah atau setingkat SD sampai Aliyah atau setingkat 
SMA.
 Point ini paling emosional bagi saya, sebab saya 6 tahun di pesantren 
(Tsanawiyah dan Aliyah). Tau betul bahwa banyak pesantren tak mendapat bantuan 
apapun dari pemerintah, salah satunya pesantren saya. Dana BOS dll itu hanya 
untuk sekolah umum. Puluhan tahun negeri ini berdiri, baru Ahok yang 
memperhatikan sekolah Islam, meskipun lingkupnya hanya Jakarta.
 6. Ahok umrohkan penjaga masjid atau musholla.
 2014: 30 orang
 2015: 40 orang
 2016: 50 orang
 2017? Recananya 100 orang.
 Coba tanya, Gubernur lain yang muslim-muslim itu apa juga melakukan hal yang 
sama? Orang yang jaga masjid dan mengabdikan dirinya, dihargai dengan ibadah 
umroh gratis. Kenapa harus orang nonmuslim yang peduli dan memikirkan para 
marbot?
 7. Ahok berikan bonus pada peserta seleksi tilawatul quran (STQ) yang mewakili 
Jakarta. Juara 1: 40 juta rupiah, juara 2: 30 juta rupiah, juara harapan 1: 
12.5 juta rupiah dan juara harapan 2: 10 juta rupiah.
 8. Juara 2 MTQ di NTB diberi bonus gaji bulanan selama 2 tahun untuk mengajari 
ngaji. Coba tanya nasib mereka jawara MTQ lainnya, diberi penghargaan apa oleh 
Gubernur atau Bupatinya?
 9. Setiap lebaran harga sembako naik. Tapi pemegang KJP bisa tenang-tenang 
saja, sebab mereka dipastikan bisa belanja dengan harga terjangkau karena 
disubsidi pemerintah. Daging yang kisaran harga 120 ribu, pemegang KJP cukup 
bayar 38 ribu.
 10. Sebagai pribadi, meskipun nonmuslim, Ahok ikut berpartisipasi zakat setiap 
tahunnya. Ssbagai pribadi, Ahok juga ikut menyumbang sapi saat hari raya 
kurban. Sebagai Gubernur, Ahok juga menyalurkan 6 milyar ke mustahiq.
 Nah, sampai di sini ada yang mau bantah dan bilang ada Gubernur, Bupati atau 
Walikota yang lebih islami dari Ahok? Siapa? Si Gubernur Jabar yang katanya 
hafal Quran itu? Wong banjir saja yang jelas mengganggu dan urgent saja hanya 
disuruh doa.
 Andai bisa berharap, saya ingin Ahok jadi Gubernur Madura. Supaya marbot 
diberangkatkan umroh, sekolah Islam yang selama ini dilupakan dan berjuang 
sendiri bisa diberikan bantuan, dan yang paling penting bagi keadilan 
perut-perut rakyat miskin adalah jaminan harga murah saat hari raya idul fitri 
atau idul adha.
 Tapi itu hanya harapan kosong. Ruas jalan di Madura hanya seperempat dari 
rata-rata ruas jalan di Jakarta. Jika di Jakarta masih banyak orang menolak 
Ahok karena nonmuslim, mungkin di Madura hanya saya dan segelintir orang saja 
yang mengharap Ahok jadi Gubernur Madura.
 Namun saya di sini ingin menyadarkan bahwa agama itu status. Sementara sikap 
dan pola pikir tergantung pada bagaimana seseorang mempercayai Tuhannya. Jadi 
kalau Ahok terlihat begitu peduli terhadap rakyatnya yang mayoritas Islam, itu 
biasa saja, karena dia tau ada Tuhan yang menilai dan melihat. Yang tidak biasa 
itu melempar tai kuda ke balaikota, padahal mengaku orang paling islam.
 Terakhir, saya bukan ustad, bukan ulama, hanya orang yang masih terus belajar 
tentang agama Islam. Tak banyak yang saya tau tentang agama ini, namun saya 
sangat tau bahwa orang-orang yang saya sebut “mereka” dan “sapi-sapian” sama 
sekali tidak merepresentasikan orang Islam.
 Jenis sapi-sapian ini sama seperti cabe-cabean, hanya jualannya saja yang 
beda. Satunya jualan selangkangan, yang lain jualan nama Islam.
  
 Penulis: Atta Pratama

  
  
  





  








  










 






Kirim email ke