Kesatria jaman digital perlu otak tajam setajam sinar laser membelah perut saat operasi Makanaya Krisna yang lahir sebagai awatara cukup bawa seruling sedangkan awatara Rama dll perlu membawa senjata
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Monday, October 24, 2016 4:57 PM To: Gelora45; Marco 45665 Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Mensos: Indonesia Butuh Kesatria Cendikia di Persaingan Global Ksatria jaman sekarang tidak perlu bawa tameng dan tombak, kira2 boleh niru Prabowo naik kuda, pakai sepatu lars dan bawa keris di belakang..... 2016-10-24 9:54 GMT+02:00 Marco 45665 [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>>: ...APA YANG DIMAKSUD DENGAN " KSATRIA" ??? .. Bagaimana BENTUK dan ISI kongkretnya ? APA itu istilah (LPDP) > " Lembaga Pengelola Dana Pendidikan " ? tidak adakah istilah lain dalam bahasa INDONSIA yang Baik ( Bukan bhs JAWA atau bhs IBU Khofifah .... ? ) 2016-10-24 1:03 GMT+02:00 'Sunny' [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>>: http://sp.beritasatu.com/nasional/mensos-indonesia-butuh-kesatria-cendikia-di-persaingan-global/117242 Mensos: Indonesia Butuh Kesatria Cendikia di Persaingan Global Kamis, 20 Oktober 2016 | 14:43 [Khofifah Indar Parawansa. [Google]]Khofifah Indar Parawansa. [Google] Berita Terkait * Program Keluarga Harapan Cairkan Dana Tahap Kedua * Khofifah Tolak Jadi Jurkam Kampanye Pilkada * Perempuan Bisa Jadi Pemicu Korupsi * Khofifah Berang Dicap Negatif Karena Rokok * Khofifah: Nikah Siri ‘Online’ Merugikan Perempuan [JAKARTA] Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap semakin banyak kesatria cendikia di Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara maju. Menurutnya, saat ini Indonesia sudah banyak memiliki cendikia tetapi tetap insan cendikia menjadi kebutuhan. "Oleh karenanya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyiapkan pemimpin dan satria cendikia itu," katanya dalam pembekalan persiapan keberangkatan penerima beasiswa LPDP di Auditoroum Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (20/10). Mensos pun berharap para peserta yang akan menimba ilmu di dalam dan luar negeri ini dapat menjadi satria cendikia yang akan pulang dan mengabdi untuk Indonesia. "Mudah-mudahan semangat mereka dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, bertemu pemimpin negerinya, kelak ketika pulang kembali termotivasi untuk membangun negerinya," ucap Mensos. Melalui kehadiran para anak bangsa ini diharapkan pula daya saing Indonesia semakin meningkat dan mampu berkompetisi dengan seluruh negara maju di dunia. Sejumlah 122 orang penerima beasiswa LPDP ini merupakan angkatan ke-82. Para mahasiswa yang akan meraih gelar S2 dan S3 ini selain belajar di Indonesia juga akan mengenyam pendidikan di sejumlah negara. Negara tujuan penerima beasiswa LPDP antara lain Amerika Serikat, United Kingdom, Norwegia, Belanda, Kanada, Denmark, Jepang, Australia, Malaysia, Irlandia, Taiwan, New Zealand, Finlandia, Perancis dan Skotlandia. Koordinator Persiapan Keberangkatan LPDP Mohammad Kamuluddin juga berharap LPDP mampu mencetak pemimpin masa depan dan tercipta pemerataan pendidikan. "Ada kontrak individu, penerima beasiswa wajib kembali ke Indonesia sebagai makna nasionalisme," ujarnya. Hingga akhir tahun 2016, LPDP memberikan 5000 beasiswa dalam dan luar negeri. Hingga bulan Oktober sudah diberikan 4500 beasiswa. [R-15]
