Akan Segera Cuti, Ahok Akui Banyak Pekerjaan Tak Terkejar
Selasa, 25 Oktober 2016 | 11:40

http://sp.beritasatu.com/home/akan-segera-cuti-ahok-akui-banyak-pekerjaan-tak-terkejar/117284
 

Ahok. [Istimewa] 

Berita Terkait

§  Ditetapkan Jadi Calon Gubernur, Agus: Ini Langkah Awal Perjuangan Kami

§  Bambang Widjojanto Jadi Jubir Tim Pemenangan Anie-Sandiaga

§  Tak Harap Nomor Tertentu, Ini Makna Nomor Urut Bagi Ahok

§  Meriah, Adu Yel Pendukung Ahok-Djarot, Anies-Sandi dan Agus-Sylvi

§  Tiga Paslon Bakal Cagub-Cawagub DKI Penuhi Syarat Sebagai Peserta Pilgub



[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan segera 
cuti untuk mengikuti kampanye di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 
mendatang. Meski menyebutkan persiapannya biasa saja, akan tetapi Basuki 
mengaku banyak pekerjaan yang tidak terkejar.

“Banyak disposisi yang tidak terkejar. Kalau proyek jalan, kan ada beberapa 
proyek konstruksi yang sudah jalan,” ujar Basuki di Balai Kota, Selasa (25/10).

Basuki juga menyebutkan tidak ada titipan kepada Pelaksana Tugas (Plt) yang 
akan menggantikannya untuk memimpin DKI selama empat bulan ke depan. Plt-nya 
nanti, katanya, cukup mengikuti apa yang sudah berjalan saja karena juga ada 
Sekretaris Daerah yang akan mendampinginya.

Termasuk juga soal Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan menandatanganinya 
nanti adalah Plt tersebut. Ia sudah berpesan supaya nantinyya Plt mengikuti 
sesuai Peraturan Pemerintah (PP) saja dalam hal UMP ini.

Sedangkan untuk APBD 2017, katanya, saat ini sedang akan dibahas dan sedang 
dalam tahap penyusunan. Kendati demikian, Basuki mengaku belum mengetahui 
siapakah yang akan menjadi Plt-nya tersebut, sebab Plt Gubernur DKI Jakarta 
nanti akan berasal dari Kementerian Dalam Negeri.

Sebanyak dua koper disposisinya pun, katanya, bisa diteruskan oleh Plt nanti. 
Namun dirinya khawatir apabila ada surat masuk yang tidak mau didisposisi oleh 
Plt-nya. Sebab, katanya, saat dia kembali masuk kerja setidaknya akan ada 10 
koper disposisi yang harus dikerjakannya nanti.

“Ya kita selesaikan. Ya masyarakat jadi tahu lambat saja. Biasanya saya selalu 
buat surat masuk tidak lebih dari satu minggu. Kalau Jumat tidak selesai, saya 
bawa Sabtu-Minggu sehingga Senin pagi waktu rapim, di meja selesai semua,” 
katanya.

Kendati demikian, adanya Plt ini menurutnya merupakan pertama kali dalam 
sejarah di Indonesia, dimana mereka yang masih menjabat tetapi sudah diberikan 
kepada Plt yang justru diberikan dari Kementerian Dalam Negeri.

“Saya juga tidak tahu siapa Plt-nya, biasanya tidak mungkin sekjen, sekjen 
terlalu sibuk. Logikanya pasti bukan sekjen,” pungkasnya. [D-14]


Kirim email ke