Beberapa tahun yang lalu saya baca sebuah opini yang menyindir bagaimana 
Indonesia menekan angka kemiskinan. Dengan mengganti standar atau kriteria 
garis kemiskinan dari standar Bank Dunia USD 2 perhari ke standar BPS yang 
sekitar Rp 200 ribuan per bulan dus mendadak sontak angka kemiskinan berkurang 
banyak, puluhan juta orang tidak lagi dikategorikan miskin. Sebuah "sukses" 
yang luar biasa yang dicapai hanya dalam waktu singkat.
---Saat ini angka kemiskinan di Indonesia masih berada di kisaran angka 10 
persen. Meski masih ada kalangan masyarakat di bawah garis kemiskinan, namun 
jika dibandingkan negara lain, Indonesia termasuk yang paling sukses dalam 
menurunkan angka kemiskinan tersebut.
...
Pemerintah‎ Akui Sulit Tekan Angka Kemiskinan
Ilyas Istianur Praditya25 Okt 2016, 15:32 WIB



Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan 
RI. Namun diakui pemerintah hal itu tidaklah mudah.Menteri PPN/Kepala Bappenas 
Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, butuh  ekstra effort dari pemerintah dan 
mental masyarakat untuk bisa mewujudkan penurunan angka kemiskinan 
tersebut."Menurunkan kemiskinan itu memang susah, dari 15 ke 10 persen itu 
lebih mudah, karena semakin kecil angkanya itu semakin susah. Kemiskinan itu 
tidak bisa diambil rata semua orang," papar Bambang di Gedung DPR RI, Selasa 
(25/10/2016).Bambang mengungkapkan, ada beberapa kategori yang menjadi 
Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah yaitu kelompok orang di bawah garis kemiskinan 
dan yang mendekati garis kemiskinan.Saat ini angka kemiskinan di Indonesia 
masih berada di kisaran angka 10 persen. Meski masih ada kalangan masyarakat di 
bawah garis kemiskinan, namun jika dibandingkan negara lain, Indonesia termasuk 
yang paling sukses dalam menurunkan angka kemiskinan tersebut."Jadi kalau angka 
kemiskinan itu sudah di bawah 10 persen itu membutuhkan extra effort," tegas 
Bambang.Untuk terus menurunkan angka kemiskinan itu, meski tidak bisa langsung 
drastis, Bambang mengaku ada satu program yang harus terus dijalankan oleh 
pemerintah, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH).Selama ini, PKH dinilai 
Bambang cukup signifikan dalam mengurangi angka kemiskinan, terutama di 
daerah.‎ "Seperti PKH harus diperkuat karena itu fokus penyediaan akses 
kesehatan, pendidikan, sanitasi dan air bersih, itu syaratnya. Jadi 
infrastruktur sanitasi air bersih harus merata ke seluruh rumah tangga 
Indonesia," tutup Bambang.Seperti diketahui, hasil panja yang dibentuk Badan 
Anggaran DPR RI menargetkan angka kemiskinan pada 2017 ada di angka 10,5 
persen. (Yas/Gdn)

Kirim email ke