Politisi PDI-P Ini Meragukan Gerindra Gabung Pemerintah Sabtu, 26 November 2016 | 9:20
http://sp.beritasatu.com/home/politisi-pdi-p-ini-meragukan-gerindra-gabung-pemerintah/117573 Pertemuan Jokowi dan Prabowo [beritasatu] Berita Terkait § Pengamat: Jokowi Mulai Sadari Pentingnya Pengelolaan Kekuasaan § Mantan Sekjen PDIP Tak Tahu Jokowi dan Prabowo Bertemu [JAKARTA] Pascademonstrasi besar 4 November 2016, tidak sedikit kalangan berspekulasi peristiwa itu berbuntut pada perombakan kabinet dengan masuknya Partai Gerindra. Namun, Ketua DPP PDI-P Andreas Pareira meragukan hal itu kendati dirinya mengamini adanya ikatan (chemistry) antara Presiden Jokowi dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Andreas, PDI-P tahu betul kawan dan lawan dalam koalisi parpol pendukung pemerintah. Sesuai ajaran Bung Karno, PDI-P memahami adanya kawan ideologis, kawan strategis dan kawan taktis. Meskipun Jokowi dengan Prabowo telah bertemu pada sebelum dan sesudah demonstrasi besar 4 November, hal itu tidak cukup kuat menunjukan bakal adanya perombakan kabinet jilid III dalam pemerintahan Jokowi. Andreas menyatakan hal itu dalam acara diskusi bertema, "Peta Politik Pasca4/11 : Mempertanyakan Loyalitas Partai-partai Pendukung Jokowi" yang diadakan di Kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (25/11). "Bahwa kemudian berujung pada konstelasi baru di dalam kabinet, saya enggak tahu, kita lihat nanti," kata Andreas. Andreas menilai, Prabowo Subianto bukan sosok yang mengejar kekuasaan. Beberapa elite Gerindra juga mengeluarkan pernyataan yang tidak begitu tertarik masuk kekuasaan. Bagi Andreas, parpol oposisi dapat memberi warna tersendiri maka tak ada salahnya Gerindra menjadi oposisi. Dirinya juga mengakui, koalisi parpol pemerintahan tidak terlalu solid. Setidaknya hal itu terlihat saat peristiwa 4 November. PDI-P bahkan meragukan terminologi koalisi karena koalisi hanya sebatas taktis strategi bukan terikat ideologi. Dia menilai, Presiden Jokowi dalam menyikapi peristiwa 4 November hanya di-back up Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri saja. Sedangkan elite-elite parpol koalisi lainnya bermain aman. Politisi Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR Riza Patria juga mengakui adanya ikatan antara Jokowi dengan Prabowo namun dirinya menilai Gerindra lebih condong berada di luar kabinet. Karakter Prabowo juga bukan orang yang senang mengejar kekuasaan kecuali konstitusional melalui pemilu. "Kita senang berada di luar kabinet," jelasnya. Pengamat politik Ray Rangkuti melihat Gerindra berpeluang masuk kabinet. Implikasinya, kursi menteri Nasdem, PKB, bahkan PPP bisa berkurang. Dia meyakini, Gerindra membuka diri atas peluang bergabung dengan pemerintahan. "Gerindra merupakan satu-satunya parpol yang belum pernah berada dalam kekuasaan. Apa salahnya masuk kekuasaan? " ujar Ray. [E-11]
