istilah baru "penjilat pantat demokrasi dan HAM!" ha ha ha ada2 lagi. sudah jelas yg anda utarakan pendapat penjilat p*nt*t . perkara penggusuran tanpa ganti rugi jelas policy penguasa dilarikan ke private citizen lagi. sekarang topik dilarikan ke US lagi. si Djie itu harusnya menegor anda yg lari dari satu topik ke topik lain.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Mulai lagi ya! Dasar penjilat pantat demokrasi dan HAM! Bisanya teriak2 dinegara orang lain saja! Urus tuh negara ente sendiri! Kemana ente setelah partai ente kalah?! Mulai menjilat pantat partai republican ya?! Hehehehehehe Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Monday, December 5, 2016 2:48 PM To: [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar inilah omongan penjilat p*nt*t. ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Mendengar koq disamakan dengan ganti rugi? Hehehehehehe Orang pinter? Lucu kalo lihat komentarnya. Sedangkan orangnya jalan2 ke grand canyon minum starbucks. Perkara orang miskin dia lepas tangan dan suruh ahok yg bayar?!!!! Hehehehehehe. Lalu teriak2 humanis bela2 orang miskin…..hehehe. Nesare From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Monday, December 5, 2016 2:04 PM To: [email protected] mailto:[email protected] Subject: [GELORA45] Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar Dengarkan terutama mereka yg tergusur dan beri ganti rugi yg layak. ... Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20161205192256-516-177551/ahok-sekarang-lebih-banyak-mendengar/ Puput Tripeni Juniman Senin, 05/12/2016 20:34 WIB Sebarkan: http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20161205192256-516-177551/ahok-sekarang-lebih-banyak-mendengar/ http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20161205192256-516-177551/ahok-sekarang-lebih-banyak-mendengar/ http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20161205192256-516-177551/ahok-sekarang-lebih-banyak-mendengar/ Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diminta lebih banyak bicara program ketimbang hal lain. (CNN Indonesia/Safir Makki) Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diminta untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Permintaan itu disampaikan oleh tim relawan saat evaluasi setelah sebulan menjalani masa kampanye "Kami bicarakan evaluasi, mereka kasih masukan. Jadi, Ahok sekarang lebih banyak mendengar daripada ngomong," kata Ahok setelah rapat dengan tim relawan di Rumah Lembang, Jakarta, Senin (5/11). Ini bukan pertama kali Ahok diminta untuk tidak banyak bicara. Hal serupa juga terjadi pada awal Oktober lalu. Bahkan, saat itu Megawati Soekarnoputri yang meminta Ahok untuk tidak banyak bicara. Permintaan agar Ahok lebih banyak diam itu diduga lantaran kasus dugaan penistaan agama yang kini menjerat sang calon gubernur. Ahok dijerat pasal penistaan agama setelah dirinya mengutip penggalan Al Quran Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu. Alih-alih bicara sembarang, tim relawan meminta Ahok untuk mengangkat program andalan yang sudah terbukti berhasil selama meminpin Jakarta. Program itu seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan pemberdayaan warga di rumah susun. Ahok menuturkan, tim relawan memberi nasihat agar lebih banyak mengekspose program itu untuk diketahui masyarakat luas. Tak Menyerang Sementara kepada tim relawan, calon gubernur nomor urut dua ini berpesan untuk tidak menyerang calon lain, khususnya di media sosial. "Saya cuma minta, tolong jangan nyerang-nyerang calon yang lain. Untuk apa diserang? Enggak usah nyerang yang lain deh," ujar Ahok. Ahok menyarankan relawan untuk adu program. Selama satu bulan ini, menurut dia, tiga pasangan calon belum pernah adu program. Ahok mengaku yang terjadi adalah persaingan tidak sehat. "Ada enggak kita bertiga calon adu program? Enggak ada loh, kita malah saling mem-bully, menjelekkan, itu enggak sehat," tutur Ahok. Sebelumnya, saat berkampanye di hadapan warga yang datang di Rumah Lembang, pagi tadi, Ahok menyebut banyak oknum politikus busuk yang mencoba mendegradasi nilai-nilai yang dimilikinya karena tak mampu bersaing secara sehat. "Saya ingin mengedukasi masyakat karena ketika jaman Pilkada, banyak oknum politikus busuk ingin mendegradasi nilai orang yang dia enggak sanggup bersaing," ujar Ahok. (wis/asa)
