Apakah ini tanda NKRI mau dirubah menjadi NII dibawah pimpinan Imam Besar Habib 
Rizieg?

http://sp.beritasatu.com/home/kebaktian-kkr-dibubarkan-massa-gubernur-jabar-itu-kan-kejadian-kecil/117683

Kebaktian KKR Dibubarkan Massa, Gubernur Jabar: Itu Kan Kejadian Kecil
Rabu, 7 Desember 2016 | 12:20

Ahmad Heryawan (google) 

Berita Terkait

  a.. Kebaktian Dibubarkan Massa, Panitia KKR: Mohon Petunjuk, Apa yang Harus 
Kami Lengkapi? 
  b.. Kebaktian Dibubarkan Massa, Wali Kota Bandung Minta Maaf 
  c.. Pembubaran Misa di Solo, Polda Jateng Klaim Kesulitas Terapkan Pasal 
Pidana ke Pelaku 
  d.. Natal, Gereja Katolik Imbau Pemerintah Beri Teladan Toleransi 
  e.. Perkuat Toleransi Beragama Lewat Dialog Teologis
[JAKARTA] Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan belum mendapatkan laporan 
detil mengenai aksi intoleran di Bandung, Jabar, Selasa (6/12). Sebab, Ahmad 
mengaku sedang berada di Jakarta.

"Tadi malam saya di Jakarta, jadi saya belum dapat laporan detilnya," katanya 
di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/12).

Meski begitu, dia mengaku sudah mendapat kronologis kejadian. "Tapi demi 
menghormati pihak satu dan pihak lainnya lebih baik kita fokus berusaha membuat 
suasana lebih baik lagi," ujarnya.

Dia menyatakan, pihaknya akan menyelesaikan insiden tersebut. "Kita cari akar 
masalahnya supaya tidak mengganggu toleransi, menggangu kehidupan sosial 
bersama-sama," ucapnya.

Seperti diberitakan, acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar di 
Gedung Sabuga, Jl. Tamansari Kota Bandung, dengan menghadirkan Pendeta Stephen 
Tong terpaksa berakhir dini, Selasa (6/12) malam waktu setempat karena 
diinterupsi oleh massa.

Kelompok yang menamakan dirinya Pembela Ahlus Sunnah (PAS) itu memaksa panitia 
mengakhiri acara dengan alasan kegiatan kebaktian harus digelar di gereja, 
bukan gedung umum. "Itu kan kejadian kecil yang tidak mengganggu apa-apa saya 
kira," kata Ahmad.

"Saya minta semua pihak menahan diri, saling hormati dengan baik, itu yang bisa 
kemukakan. Sebab, secara langsung kita (pemerintah provinsi Jabar) tidak 
terkait, itu kan yang menangani polresta Bandung, MUI Bandung, kalau pemerintah 
hanya Kesbangpol, Wali Kota Bandung. Jadi mungkin lebih detil, tanya 
teman-teman kota Bandung, para pihak yang terkait langsung."

Dia menyatakan, saling pengertian perlu dibangun agar kondisi tidak keruh. 
"Kita ini semua bersaudara sebagai bangsa, kita bangun saling pengertian jangan 
memperkeruh persoalan yang dapat memicu persoalan baru," ujarnya.

"Saya pikir kalau bisa ada musyawarah yang jelas jauh-jauh hari, tidak mepet, 
berpikir jernih, saya pikir tidak ada masalah seperti itu."

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku sudah berusaha agar acara 
Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar di Gedung Sabuga tetap 
dilanjutkan. Namun ketika kebaktian Natal yang menghadirkan Pendeta Stephen 
Tong itu akhirnya harus berakhir lebih dini, Ridwan akhirnya meminta maaf.

"Saya minta maaf, secara fisik saya tidak bisa di semua lokasi peristiwa. Via 
telepon saya coba arahkan aparat agar acara diamankan," kata Ridwan melalui 
akun Instagram miliknya.

Lebih lanjut dia menjelaskan berdasarkan laporan yang dia terima, acara 
kebaktian bisa berjalan pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. "Yang mengalami kendala 
yang sesi malam hari. Nanti saya coba evaluasi," tulis Ridwan.

"Sekali lagi mohon maaf. Jika upaya tadi masih disebut pencitraan juga silakan."

Sebelum insiden pembubaran oleh massa PAS itu terjadi, Ridwan juga sudah 
menerima keluhan melalui akun Instagram.

Ketika itu, dia menjawab: "Sudah dikoordinasikan, kegiatan dilanjut saja. Hak 
beragama Anda dilindungi negara." [C-6]

Kirim email ke