Kalau saya ditanya bagaimana menurut saya menanggapi artikel ini, saya akan mulai dengan butir:
1. Ketika bung menulis “bangsa pilihan dan ajarannya paling benar”, bung jelas tidak mengerti artinya agama. Semua agama mempunyai teologinya. Ada Tuhannya. AjaranNya adalah kebenaran. Artinya semua agama itu adalah kebenaran. Kalau seorang penganut agama bilang ada kebenaran diluar agamanya berarti dia tidak mengerti agamanya. Tetapi ada agama lain seperti agama Kristen katholik yang “menerima” kebenaran dari agama lain. “penerimaan” yang saya tulis dalam tanda petik ini ada tapinya bahwa ini levelnya filsafat bukan teologinya. 2. Bahwa bung tidak bisa melihat beda antara manusia sebagai pelaku vs. agama itu sendiri, sehingga bung mengambil kesimpulan pelaku itu adalah agama. Ini namanya rasis. 3. Ketika bung mengharuskan mereka2 yang mengikuti ajakan bung ini untuk menikah lebih dari tiga istri dg memiliki sedikitnya 30 anak, itu artinya bung tidak mengerti agama mereka yang sebetulnya ingin bung serang. Kalau bung tidak mengerti ajaran agama orang lain, bagaimana bung ingin mengajar orang2 itu tentang agamanya sendiri? Masalah poligami itu bukan hanya milik agama tertentu saja, agama lainpun menerapkannya seperti Christian poligamists. Walapun Mormon sudah tidak openly advocate poligami, tetapi masih ada various sect of Mormonism yang menerapkan poligami ini seperti FLDS. Diafrika ada konversi dari agama islam ke Kristen. Tetapi yang convert dan muslim ini sudah punya isteri lebih dari 1 lalu mau convert menjadi Kristen. Terus lebih repot lagi muslim convert jadi Kristen ini menjadi klerik/pendeta gereja tapi punya isteri lebih dari 1. Bagaimana? Begitu juga di hindu terjadi di suku toda di india. Nomadic Tibetan ditibet. Orang yahudi terkenal seperti Ibrahim, musa, yakub, daud juga adalah polygamist. Silahkan diperdebatkan kenapa seseorang pro poligamis atau tidak, tetapi mengklaim agamanya yang salah itu perlu dipikirkan. Apakah bung tidak bikin runyam kalau bung bicara begini sebagai pejabat di Indonesia? 4. Kalau ajakan bung untuk “mencoba genesida tapi tidak berdarah” itu saya anggap sama saja dengan tindakan ISIS dan Boko Haram. Kenapa sama? Karena sama2 genosida. Berdarah atau tidak berdarah apa bedanya? Tidak ada kan? Karena kedua2nya genosida. Berdarah mungkin dengan golok, pistol dan celurit. Tidak berdarah dengan bom. Apa bedanya wong semuanya mati? 5. Jangan karena berbeda pendapat, bung teriak memberikan solusi yang bung sendiri tidak mengerti. Kalau ini dihubungkan dengan seorang minoritas yang bicara dan apalagi yang dibicarakan itu adalah agama dan terutama di Indonesia yang plural, efeknya tidak baik dan bisa menjadi boomerang. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, December 8, 2016 3:59 AM To: [email protected] Subject: [GELORA45] ISIS DAN BOKO HARAM KALIAN KEMARILAH AKAN KUBERITAHUKAN ILMU GENOSIDA YG TIDAK BERDARAH ISIS DAN BOKO HARAM KALIAN KEMARILAH AKAN KUBERITAHUKAN ILMU GENOSIDA YG TIDAK BERDARAH Bangun tidur pagi kali ini badan terasa penat dan sepertinya ada yg salah urat, mungkin ada hubungan dg mimpi saya semalam yg aneh, karena sebelum tidur saya mengikuti FOX NEWS diTV berita tentang San Bernardino Attack California Amrik, juga tiga ledakan bom bunuh diri yg menewaskan banyak rakyat jelata di pasar semingguan danau Chad-Republic of Chad. Cerita mimpi entah dimana saya mendengar seorang yg berkata didepan kerumunan orang, kata dia " Sebetulnya kalau ada orang atau sekelompok orang yg merasa dirinya bagian dari bangsa pilihan selain mengklaim ajarannya paling benar dimuka bumi ini, maka mereka berharap semua orang mengikuti keyakinannya, atau membuat mereka murka besar .. " Aku berani mengatakan bahwa kalian Daesh Wahabi dan Boko Haram para emosikon radikalis belumlah cukup cerdas SINI DATANG KETEMPATKU akan kubimbing kalian agar berhasil dlm memanunggalkan ajaranmu di seluruh bumi jumhuriyyah Suriah, Iraq dan benua Afrika. Jika kau mendatangiku maka hari ini akan kuturunkan ilmu pandai bersiasat dan tidak perlu berdarah darah. Buatkan peraturan oleh Kerajaan Saudi yg berlaku bagi semua negara dan rakyat di Semenanjung Jazirah Arab dan Benoa Afrika. Dan berlakukan bagi suku bangsa yg kalian katakan kafir itu jangan boleh memiliki keturunan atau beranak pinak ( yg dibilang mayoritas tentu mendominasi suara dooong .. ) niscaya dalam kurun waktu 70 tahun atau paling lama 80 tahun dijamin etnis kafir tsb punah, ini yg dikatakan genosida halus mulus tanpa darah. Bagaimana ingin mencoba ? tetapi jangan lupa diberlakukan pula peraturan yg mengharuskan kalian menikah lebih dari tiga istri dg memiliki sedikitnya 30 anak. Bagaimana menurut anda ? Hendrotan
