Kamis 08 Dec2016, 9:29 WIB Federasi SerikatGuru Sayangkan Pemerintah Menolak Moratorium UN Kartika STarigan – detikNews IlustrasiFoto: Rengga Sancaya/detikcom Jakarta - Pemerintah menolakmoratorium Ujian Nasional (UN) bagi pelajar seperti yang digagas MendikbudMuhadjir Effendy. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyayangkan sikappemerintah itu.
Sekjen FSGI, Retno Listyarti menyebut pelasakanaan UN selama ini tidak banyakmembantu meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. "Pertama saya enggak kaget kalau pemerintah menolak usulan itu. Pemerintahmasih meyakini kalau UN menjadi satu hal yang meningkatkan pendidikan,"kata Retno saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/12/2016) malam. "Selama 10 tahun ini dilaksanakan, kondisi pendidikan semua menurun.Jangankan stuck, ini malah menurun bukannya naik kualitas pendidikan,"sambungnya. Retno mengatakan, ada sejumlah kelemahan yang terjadi jika seluruh siswadiwajibkan untuk melewati proses UN sebelum dinyatakan lulus dari sekolah.Kewajiban UN, kata dia, hanya memberi kebiasaan pelajar untuk menghafalbukannya menganalisis suatu pelajaran. "Anak kita hanya kuat untuk hafalan, kalau analisis mereka lemah. Untuknalar pun tidak terlalu kuat. Itu akibat UN yang mewajibkan merekamenghafal," ujar Retno. Retno mengatakan, wacana yang diusulkan Mendikbud Muhadjir Effendy soalpenghapusan itu diapresiasi karena sesuai dengan keputusan pengadilan. "Pada tahun 2006 sejumlah orang tua murid mengajukan gugatan pelaksanaanUN dan kami menang. Seharusnya pemerintah mematuhi perintah pengadilanitu," tutur dia. Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya menegaskan pemerintah tidak menyetujuirencana moratorium UN. Usulan moratorium UN diminta dikaji ulang. "Ya hasilnya usulan moratorium itu tidak disetujui, tapi disuruh (juga)kaji ulang," terang Wapres JK, Rabu (7/12/2016). (kst/elz)
