Bahan Kajian masalah Politik - HAM Diunduh dari Fesbuk 09 Desember 2016 
0:43https://ahmadsamantho.wordpress.com/2016/06/03/siapa-sebenarnya-kivlan-zein-mayjen-kunyuk-dalang-kerusuhan-sara-di-ambon/
Siapa Sebenarnya Kivlan Zein, MayJen Kunyuk Dalang Kerusuhan SARA di Ambon    
Posted  by  Ahmad Yanuana Samantho on  Juni 3, 2016 in Politik  
http://www.minihub.org/siarlist/msg04368.html ……….tuduhan Gus Dur pada 
seseorang bukannya tanpa dasar, dan seringkali dinyatakan dalam inisial. 
Misalnya, ketika belum menjadi presiden, ia pernah mengatakan Mayjen “K”, 
adalah dalang kerusuhan Ambon. Lalu, Mayjen Kivlan Zen, kawan Letjen Prabowo, 
merasa dituduh dan ia mengunjungi Gus Dur. Gus Dur pun membantah yang ia maksud 
adalah Kivlan. “Yang saya maksud adalah Mayjen Kunyuk,” kata Gus Dur kala 
itu.Bahwa, Kivlan merasa tertuduh, sebenarnya itulah tujuan Gus Dur. Orang akan 
bertanya mengapa Kivlan merasa tersinggung Ada Jenderal orde baru mantan tangan 
kanan prabowo yang belakangan ini hidup dari jualan isu hantu PKI dan ideologi 
komunisme.Banyak yang belum mengerti bahwa jenderal ini adalah dalang adu domba 
antara mahasiswa pengusung agenda reformasi melawan kubu islamis yang tergabung 
dalam satuan bayaran bernama Pamswakarsa pada tragedi semanggi. Setelah 
mahasiswa menggagalkan dan mengalahkan Pamswakarsa dengan korban beberapa jiwa 
di kubu Pamswakarsa, maka agenda untuk melanjutkan reformasi bisa berlanjut 
dalam SU MPR 1999.Tetapi Jenderal orde baru ini tidak berhenti sampai disini. 
Tatkala bossnya Prabowo dicopot dari jabatan Pangkostrad oleh Presiden BJ 
Habibie, Ia melaksanakan order baru untuk membuat kerusuhan SARA di Ambon. 
Kerusuhan SARA yang berlangsung bertahun-tahun itu punya misi khusus untuk 
mengagalkan peradilan terhadap Mantan Presiden Soeharto.Pemerintahan Gus Dur 
dan Megawati dipusingkan oleh kerusuhan SARA Ambon sehingga tidak punya 
kesempatan mengadili Soeharto secara tuntas sebelum sakit-sakitan dan meregang 
nyawa beberapa waktu kemudian. Sudah menjadi rahasia umum, menjelang akhir 
kejatuhannya, Soeharto berpaling dari kubu CSIS ke kubu ICMI. Dari kubu 
Jenderal LB Moerdani ke kubu feisal tanjung-hartono-prabowo. Yang tidak 
diketahui Soeharto adalah,  jenderal jenderal yang pro kubu islamis itu semua 
menggunting dalam lipatan. Soeharto sempat merasa tenang dengan semakin merapat 
ke ICMI dan jenderal-jenderal islamis, maka kekuasaan akan langgeng. Tutut 
sebagai putri sulung bisa masuk kabinet. Bisnis mobil Timornya Tommy 
mendapatkan status mobnas. Bisnis Bambang Tri juga menggurita lewat Bimantara 
yang menguasai stasiun RCTI. Belum lagi bisnis Ari Sigit cucu kesayangan yang 
hanya dengan jualan sticker miras bisa ongkang-ongkang kaki sambil dikaraoke.  
Kemudian saat krismon tak dapat diatasi, hasil SU MPR Maret 1998 yang 
mengukuhkannya jadi presiden ke 6 kali mendadak rentan. Organisasi ICMI beserta 
kubu islamis yang diharapkan menjadi penopang saat terakhir, ternyata berpaling 
mendukung BJ Habibie.Di akhir hayatnya Soeharto menyesali keputusannya 
menghindar dari lubang buaya malah dimangsa singa. Ia saat berkunjung ke makam 
LB Moerdani berkata “kowe pancen sing bener Ben…”  dan disertai penyesalan 
mengapa menyisihkan loyalis sejatinya itu dan berpaling ke Jenderal-jenderal 
‘brutus’ seperti feisal tanjung-hartono-prabowo. Setelah soeharto jatuh, agenda 
kelompok islamis itu hanya berhasil dengan membentuk FPI ormas pengacau yang 
bercita-cita mendirikan negara islam. Selain itu cita-cita mereka menaikkan 
prabowo sebagai Panglima ABRI gagal oleh perlawanan Kubu BJ Habibie-Wiranto. BJ 
Habibie sendiri kendati dibesarkan oleh didikan Soeharto, namun punya sikap 
politik yang waras; tidak haus mempertahankan kekuasaan dan Propinsi Timor 
Timur diijinkan mengadakan referendum sehingga menghilangkan beban politik luar 
negri sebagai penjajah.Kembali ke mayjen kunyuk, setelah berhasi mengacak-acak 
Ambon dan merembet ke Poso dan lain-lain wilayah, misinya untuk menggagalkan 
peradilan atas mantan presiden Soeharto berhasil tuntas. Kini, jenderal kunyuk 
sedang melakukan rencana tahap berikutnya; mengagalkan rekonsiliasi sesama anak 
bangsa.Jenderal kunyuk ini sepertinya sedang melakukan adu domba, suatu 
strategi yang berhasil menjaga kelanggengan orde baru selama 32 tahun. Padahal 
misi rekonsiliasi yang digagas oleh Presiden Jokowi adalah menegakkan kebenaran 
sejarah pada peristiwa pasca 1965. Bila ada ‘korban-korban sampingan’ yang 
jatuh tanpa peradilan dan merupakan pelanggaran HAM maka sudah menjadi 
kewajiban bagi negara untuk meminta maaf kepada korban dan merehabilitasi nama 
korban beserta keluarga, kemudian memberi kompensasi yang sepadan.Sebagai 
jenderal kunyuk memang wajar sekali ia tak rela negara menjadi satu padu demi 
masa depan yang lebih baik. Ia lebih suka menyembunyikan dosa kubu islamis dan 
membesar-besarkan dosa kubu komunis. Jika mau jujur dan membuka mata hati, 
momen rekonsiliasi juga bisa menjadi cermin bagi kubu islamis bahwa yang 
membela agama dan negara juga berbuat keliru dengan menyasar korban yang tidak 
nyata-nyata bersalah.Eksekusi mati terhadap siapapun yang dituding PKI saat itu 
benar-benar tindakan barbar. Tanpa lewat pengadilan, semua korban dijemput 
untuk dihilangkan. Ada yang dikubur massal tanpa identitas, ada pula yang 
dibuang ke jurang. Kubu islamis mustinya malu terhadap penjajah belanda yang 
tidak pernah main bunuh seenaknya. Para pemimpin pergerakan dari jaman kerajaan 
sampai dengan RI berdiri hanya diasingkan tidak pernah dieksekusi. Pangeran 
Diponegoro sampai Bung Karno saat ditangkap hanya untuk diasingkan.Namun 
tindakan kubu islamis yang disokong oleh jenderal-jenderal orde baru yang haus 
darah malah tega membunuh sesama anak bangsa, bahkan yang belum atau tidak 
terbukti terlibat langsung penculikan terhadap Pahlawan Revolusi. Situasi 
kekinian global yang sudah tidak memberi ruang bagi ideologi komunisme tidak 
berarti apa-apa bagi jenderal kunyuk yang punya agenda sampingan mensyariatkan 
Indonesia.Tak heran Ia kini kembali meminta dukungan ormas pengacau FPI yang 
jelas-jelas anti Pancasila dan anti Bhinneka Tunggal Ika untuk bersama-sama 
meniupkan isu hantu PKI. Besok tanggal 3 Juni rencananya ormas pengacau FPI 
yang anti Pancasila dan hendak mendirikan kekhalifahan  berdasarkan syariat 
islam akan mengepung Istana. Apakah bisa dibiarkan jenderal kunyuk dan ormas 
pengacau FPI yang dipimpin oleh Habib arab anti NKRI hendak membuat NKRI 
menjadi ISIS?Selengkapnya : 
http://www.kompasiana.com/immortalunbeliever/siapa-sebenarnya-kivlan-zein-mayjen-kunyuk-dalang-kerusuhan-sara-di-ambon_574f9a62137f61be04525a97





Kirim email ke