'Kalau Tuhan bersalah, saya berani lawan Tuhan' dan 'Agama Kristen konyol ya, 
kami dibaptis, dosa kami dihapus, kalau agama Islam itu paling tepat, dapat 
pahala-pahala baru masuk surga'.
 
 "Terus terang perkataannya menyakiti hati saya, dan mungkin jemaat lainnya, 
karena bagi saya Tuhan itu tidak pernah bersalah, siapa yang bersalah? manusia 
dan iblis yang bersalah. Jadi kalimat itu sudah menunjukan kesombongan atas 
kedudukan yang dia sudah memiliki," jelasnya.
 ...
 Adik Prabowo Subianto Sebut Ahok Bukan Umat yang Baik 
http://wartakota.tribunnews.com/2016/12/14/adik-prabowo-subianto-sebut-ahok-bukan-umat-yang-baik
 
 Rabu, 14 Desember 2016 14:54
 

 

 Warta Kota/Dwi Rizki
 
 Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno saat bersalaman dengan 
anggota Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kebayoran Baru, Hashim S Djojohadikusumo 
di kantor PGI Wilayah DKI Jakarta, Jalan Kayu Jati III Nomor 2 RT 02/04 
Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur pada Rabu (14/12). 
 

 WARTA KOTA, PULOGADUNG -- Pertentangan hingga isu SARA yang terjadi di Ibukota 
secara langsung disampaikan anggota Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kebayoran 
Baru, Hashim S Djojohadikusumo akibat perilaku Basuki Tjahaja Purnama yang 
tidak santun. 
 Baca: Saat Ahok Disidang Bertepatan dengan Peringatan Meninggalnya Ayah Angkat 
http://wartakota.tribunnews.com/2016/12/14/saat-ahok-disidang-bertepatan-dengan-peringatan-meninggalnya-ayah-angkat
 Ahok katanya sudah dibutakan jabatan, menjadi sombong dan termasuk umat yang 
tidak baik.
 Keterangan tersebut disampaikan oleh Adik dari Prabowo Subianto, Ketua Umum 
Pembina Partai Gerindra itu di depan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur 
DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno serta puluhan 
pendeta yang berasal dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah DKI 
Jakarta. 
 Baca: VIDEO: Masa Kecil Ahok yang Tumbuh dan Dibesarkan di Kalangan Multi 
Etnis 
http://wartakota.tribunnews.com/2016/12/14/video-masa-kecil-ahok-yang-tumbuh-dan-dibesarkan-di-kalangan-multi-etnis
 Pemimpin yang baik katanya adalah seorang yang rendah hati dan santun serta 
bijaksana dalam berbuat.
 Hal tersebut seperti yang dikutipnya dari  seorang ulama besar, KH Said Aqil 
Siraj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) ketika Pilkada DKI 
Jakarta pada tahun 2012. 
 Baca: Makan Malam Rp1,5 Miliar Lebih, Ahok Tak Sempat Makan 
http://wartakota.tribunnews.com/2016/12/13/makan-malam-rp15-miliar-lebih-ahok-tak-sempat-makan
 Kala itu lanjutnya, KH Said Aqil menyampaikan kepada jemaahnya untuk memilih 
pemimpin yang bukan muslim tetapi berhati baik, ketimbang memilih pemimpin 
muslim yang buruk sifatnya.
 "Saya dulu mendukung dia, tapi maaf-maaf, dia bukan orang Kristen yang baik, 
yang patut kita dukung. Karena dia sudah jauh dari nilai-nilai baik kristiani. 
Bahwa kesombongan merupakan dosa besar dari ajaran kristus," ungkapnya di 
kantor PGI Wilayah DKI Jakarta, Jalan Kayu Jati III Nomor 2 RT 02/04 
Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur pada Rabu (14/12).
 Hal tersebut dijelaskannya dengan surat Amsal 21:23 berisi 'Siapa memelihara 
mulut dan lidahnya, memelihara diri dari kesukaran', sedangkan pada Amsal 4:24 
berisi 'Buanglah mulut serong daripadamu, dan jauhkanlah bibir dolak-dalik 
daripadamu'.
 Ayat tersebut dijabarkannya, orang yang jaga mulut dan lidah akan terhindar 
dari masalah dan musibah.
 "Dalam dua ayat itu sudah jelas, dalam Matius juga disampaikan, apa yang kita 
ucapkan dan sampaikan, menunjukan seberapa besar roh kudus di dalam jiwanya," 
ungkapnya.
 Namun, Ahok katanya kembali sombong. Gubernur DKI Jakarta non aktif itu pernah 
diungkapkannya pernah menyebutkan dua kalimat yang menyakitkan hatinya sekitar 
empat bulan lalu, yakni, 'Kalau Tuhan bersalah, saya berani lawan Tuhan' dan 
'Agama Kristen konyol ya, kami dibaptis, dosa kami dihapus, kalau agama Islam 
itu paling tepat, dapat pahala-pahala baru masuk surga'.
 "Terus terang perkataannya menyakiti hati saya, dan mungkin jemaat lainnya, 
karena bagi saya Tuhan itu tidak pernah bersalah, siapa yang bersalah? manusia 
dan iblis yang bersalah. Jadi kalimat itu sudah menunjukan kesombongan atas 
kedudukan yang dia sudah memiliki," jelasnya.
 
 "Pesan saya, apabila bapak-ibu memilih pemimpin bukan hanya didasarkan hanya 
pada agamanya, tetapi lihat dari perilaku dan sikapnya. Perkataannya menjadi 
penyejuk, sikapnya menjadi tauladan, bukan sebaliknya. Seperti yang diajarkan 
oleh kristus," tutupnya menambahkan. (dwi)
 

 

 

 

Kirim email ke