Kesalnya lagi, Suahasil menuturkan, JP Morgan https://waktuku.com/jp-morgan/ 
menganggap Indonesia hanya sebagai negara sasaran spekulasi. Pemikiran tersebut 
dianggap sudah bertolakbelakang dengan pemerintah. Padahal selama ini, lembaga 
keuangan tersebut bekerjasama dengan pemerintah Indonesia menjadi bank persepsi 
dan penjual obligasi negara.
 
 “Ada bahasa-bahasa sekedar taktik di dalam bahasa mereka, Indonesia jadi 
sasaran spekulasi. Indonesia mau dijadikan tempat spekulasi, kalau ada spekulan 
pemerintah yang nanggung, mereka tidak mau nanggung. Ini kan namanya maindset 
kita tidak sama,” paparnya.
 ...
 JP Morgan: Pemerintah Putuskan Kerjasama dengan JP Morgan 
https://waktuku.com/jp-morgan/ 
 Penulis
 Fabrizio Kenshin https://waktuku.com/author/fabrizio/  -

 3 Januari 2017 94
  https://waktuku.com/jp-morgan/#comments 
https://waktuku.com/jp-morgan/#comments  


 

 Riset JP Morgan Tak Kredibel (Foto: BBCI.co.uk)

 

 Waktuku.com – Riset yang dirilis JP Morgan https://waktuku.com/jp-morgan/ 
Chase Bank NA memicu reaksi keras dari pemerintahan Indonesia, dalam hal ini 
Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
 Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati telah memutus kontrak dengan 
lembaga keuangan ini sebagai bank persepsi dan penjual utama (primary dealer) 
obligasi Indonesia per 1 Januari 2017.
 
 Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Suahasil Nazara menjelaskan 
hasil riset JP Morgan https://waktuku.com/jp-morgan/ yang disebut-sebut dapat 
mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional karena memangkas rekomendasi 
aset obligasi Indonesia dari overweight menjadi underweight tanpa analisis yang 
tidak kredibel.
 “Penurunan rekomendasi dari overweight atau yang berarti boleh banyak di dalam 
portofolio mereka (JP Morgan) langsung ke underweight. Itu artinya dua level 
turunnya karena bawahnya overweight, yakni neutral, lalu terakhir underweight,” 
kata Suahasil saat dihubungi oleh Liputan6.com, Jakarta, Selasa (3/1/2017).
 Dia mengungkapkan, pasca pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada 
pertengahan November lalu, JP Morgan https://waktuku.com/jp-morgan/ mengatur 
ulang kepemilikan obligasi Indonesia dan negara lain. Rekomendasinya untuk 
kepemilikan aset Indonesia menjadi underweight dari sebelumnya overweight.
 Selanjutnya atas riset tersebut, kata Suahasil, pemerintah meminta penjelasan 
dari JP Morgan. Menurut dia, ada kejanggalan dalam analisis JP Morgan karena 
pemerintah melihat rekomendasi Brasil hanya turun satu level dari overweight ke 
neutral.
 “Ini kan aneh, padahal kalau melihat kondisi ekonomi Brasil, apalagi 
politiknya lebih kacau balau dibanding Indonesia. Presiden Brasil itu 
dimakzulkan dengan proses politik, tapi rekomendasi mereka oleh JP Morgan 
neutral. Ini tidak masuk akal,” tegas Suahasil.
 Suahasil bingung dengan cara penilaian JP Morgan terhadap kondisi ekonomi dan 
politik Indonesia yang sebetulnya lebih baik ketimbang Brasil. Dia mengatakan, 
JP Morgan melakukan riset dana asing sedang keluar dari Indonesia dan heboh 
aksi damai di Jakarta belum lama ini.
 “Kita konfirmasi karena assessment mereka tidak kredibel, tidak masuk akal. 
Penjelasan mereka pun tidak tegas, nggak tahu tuh bagaimana cara melihatnya, 
wong kondisi ekonomi kita tidak jelek kok, APBN sehat, fundamental baik, bahkan 
Fitch mengafirmasi outlook kredit Indonesia ke level positif,” dia menerangkan.
 Kesalnya lagi, Suahasil menuturkan, JP Morgan https://waktuku.com/jp-morgan/ 
menganggap Indonesia hanya sebagai negara sasaran spekulasi. Pemikiran tersebut 
dianggap sudah bertolakbelakang dengan pemerintah. Padahal selama ini, lembaga 
keuangan tersebut bekerjasama dengan pemerintah Indonesia menjadi bank persepsi 
dan penjual obligasi negara.
 “Ada bahasa-bahasa sekedar taktik di dalam bahasa mereka, Indonesia jadi 
sasaran spekulasi. Indonesia mau dijadikan tempat spekulasi, kalau ada spekulan 
pemerintah yang nanggung, mereka tidak mau nanggung. Ini kan namanya maindset 
kita tidak sama,” paparnya.
 Diakui Suahasil, rekomendasi JP Morgan tentu berpengaruh terhadap pasar 
internasional. Sejatinya sebagai sebuah mitra pemerintah, dia berharap, JP 
Morgan ikut bersama-sama menjaga stabilitas Indonesia. Sebab selama ini, mereka 
berbisnis di negara ini.
 “Riset mau begitu silakan saja, tapi kalau sudah banchmark dengan negara lain 
apalagi Brasil, riset jadi tidak kredibel, mengganggu stabilitas tapi masih 
minta bisnis ke pemerintah. Fitch saja melihat potensi yang baik buat 
Indonesia,” dia menegaskan.
 Atas dasar itulah, Kemenkeu memutus kontrak atau tidak menggunakan jasa JP 
Morgan https://waktuku.com/jp-morgan/ sebagai bank persepsi dan primary dealer. 
Buat pemerintah Indonesia, diakui Suahasil, pemutusan kerjasama ini tidak akan 
merugikan pemerintah karena masih ada puluhan bank persepsi lain yang dapat 
membantu pemerintah menampung penerimaan negara dari masyarakat.
 “Yang penting APBN kita aman, stabilitas ekonomi dan politik dijaga terus, 
fundamental oke. Putus kerjasama dengan mereka tidak ada pengaruhnya, masih 
banyak puluhan bank persepsi dan primary dealer lain,” tutup Suahasil.
 

 

Kirim email ke