Ada 2 adegan yang mengesankan dari film tentang perjuangannya mencari suaka ke
AS. Pertama, adegan sisi manusiawi yang menyenangkan ketika Arturo membekuk
penguntitnya. Ternyata orang itu adalah tetangga sang pacar (Marinela) yang
diminta tolong memata-matai Arturo - iyalah, anak perempuan mana nggak
ketar-ketir berpacaran dengan anak band yang dikelilingi biduanita, hehe.
Selanjutnya, Arturo berkawan dengan sang "mata-mata" yang ternyata seorang
sarjana matematik yang bekerja sebagai sopir taksi. Mengharukan, dalam obrolan
yang akrab, sang kawan berkata bahwa taksi di Havana paling intelek di dunia
karena sopir-sopirnya terdiri dari sarjana biologi, dokter, hingga ahli fisika.
Kedua sahabat baru itu lalu tertawa keras-keras, seolah menertawakan dunia
Barat yang begitu mengagungkan gelar kesarjanaan dengan harga mahal. Sedangkan
bagi sang sopir taksi, juga Arturo dll, ilmu pengetahuan adalah kebutuhan
minat, bukan bekal pencari nafkah.
Kedua, adegan pahit dari sisi politik. Yaitu ketika petugas suaka AS
menginterview dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggiring Arturo untuk
mengritik Fidel. Arturo tidak mau berbohong tapi juga takut dikirim kembali ke
Kuba dalam status 'dipulangkan'. Maka dengan segenap sisa keberanian dia
menjawab dirinya hanyalah musisi yang mencintai kebebasan dan bukan seorang
pengkhianat (lebih kurang seperti itu).
Dari artikel yang pernah saya baca, itulah alasan AS menolak permohonan suaka
Arturo, dia tidak mau mengecam Fidel. Dan kemudian semua pemberitaan mengungkap
bahwa Arturo beserta keluarganya diterima menjadi warga AS berkat bantuan
sahabatnya musisi AS, Dizzy Gillespie.
Inilah kenyataan yang sangat pahit, policy AS memaksa Arturo "membakar" dulu
rumah lamanya, sementara Kuba dengan ramah memberi status warga kehormatan Kuba
pada Gillespie karena musisi kulit hitam ini dianggap berjasa memainkan irama
Afro Latin.
Di javajazz semalam Arturo sempat unjuk kebolehannya bernyanyi dengan
melantunkan lagu renungan, "Smile", ciptaan Charlie Chaplin.
https://youtu.be/N3xg1dTNnJc
--- jetaimemucho1@... wrote:
Di samping memang punya bakat, pendidikan musik Arturo ini dari kecil sampai
jadi trompista terkenal, seluruhnya diberikan oleh Pemerintah Kuba jaman Fidel.
Orang tuanya tidak pernah keluarkan satu senpun untuk pendidikannya.
On Friday, March 3, 2017 4:01 PM, "ajeg [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Trumpetist kelahiran Kuba ini akhirnya ikut meramaikan javajazz 2017.
Tampil 3 malam berturut, mulai malam ini.
Selamat berakhir pekan.
A Night in Tunisia
https://youtu.be/6A3SX9LOGQs