Ahok: "Saya paling keras menolak e-KTP. Saya bilang pakai saja bank pembangunan
daerah, semua orang mau bikin KTP pasti ada rekamannya kok. Ngapain habisin Rp
5 triliun."
"Saya masih ingat Nurul Arifin ngomong begini ke saya, 'Hok, ini
fraksi ngomong ke gue nih, lu mau dipindahin dari Komisi II. Karena kasus
e-KTP, lu itu terlalu galak dan ribut-ribut melulu, mana lu mau bikin
pembuktian terbalik, UU Pemilukada, macem-macem, jadi lu mau dipindahin'," kata
Basuki menirukan ucapan Nurul.
"Saya bilang lagi, 'Oke, kasih tahu tuh fraksi ya,nanti kalau gue di
Komisi VIII, gue bongkar tuh mark up dana naik haji semuanya'."
From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]
Sent: Thursday, March 9, 2017 7:59 AM
Ramai Kasus E-KTP, Ternyata Ahok Pernah Ungkap Cerita Menggegerkan Ini di Depan
Ratusan Polisi
Ramai Kasus E-KTP, Ternyata Ahok Pernah Ungkap Cerita
Menggegerkan Ini di D...
Ahok mengatakan hal itu untuk mengomentari isu yang
menyebutkan dia ikut menerima dana dari pengadaan e-KTP. - H...
Rabu, 8 Maret 2017 15:56
Gubenur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama (Ahok)
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sidang perdana kasus korupsi mega proyek E-KTP akan
segera dimulai.
Tentu yang membuat kasus ini menarik perhatian publik lantaran akan keluarnya
“nama-nama besar” dalam persidangan sebagaimana yang pernah diungkapkan Ketua
KPK," Semoga tak ada guncangan."
Meski belum ada "pernyataan" resmi tentang siapa saja yang dimaksud, baru-baru
ini beredar "screenshoot" di aplikasi media sosial yang berisi nama politisi
terkait kasus E-KTP.
Sebut saja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna
Laoly, dan--ini yang paling menarik perhatian--Gubernur DKI Nonaktif Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok.
Semua langsung membantah. Ganjar misalnya, berspekulasi tentang motif politik
di balik masalah itu. "Mungkin hawa politiknya tinggi," tuturnya.
Pun demikian dengan Ahok. Saat ditanya wartawan belum lama ini, ia mengatakan,
ketika masih menjadi anggota Komisi II DPR RI dia merupakan orang yang paling
keras menolak proyek pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.
Ahok mengatakan hal itu untuk mengomentari isu yang menyebutkan dia ikut
menerima dana dari pengadaan e-KTP.
"Saya paling keras menolak e-KTP. Saya bilang pakai saja bank pembangunan
daerah, semua orang mau bikin KTP pasti ada rekamannya kok. Ngapain habisin Rp
5 triliun."
Bukan hanya kali ini Ahok bersuara lantang terkait kasus KTP elektronik
tersebut.
Dua tahun lalu, mantan politisi Partai Golkar ini pernah menuturkan upaya
membungkam dirinya saat masih menjadi anggota Komisi II DPR RI.
Sebagaimana pernah dilansir Kompas.com, cerita ini disampaikan Ahok saat
dirinya menjadi pembicara dalam Seminar Sespimma Polri, di Balai Agung, Balai
Kota, Kamis (11/6/2015).
Menurut Ahok, upaya tersebut dilakukan Nurul Arifin yang kala itu diminta oleh
petinggi Partai Golkar.
"Saya masih ingat Nurul Arifin ngomong begini ke saya, 'Hok, ini fraksi ngomong
ke gue nih, lu mau dipindahin dari Komisi II. Karena kasus e-KTP, lu itu
terlalu galak dan ribut-ribut melulu, mana lu mau bikin pembuktian terbalik, UU
Pemilukada, macem-macem, jadi lu mau dipindahin'," kata Basuki menirukan ucapan
Nurul.
Pada saat itu, kata Ahok, dia bertanya kepada Nurul mengenai komisi mana dia
akan dipindahkan. Nurul menjawab, Ahok akan dipindahkan ke Komisi VIII DPR RI
yang membidangi agama.
"Saya bilang lagi, 'Oke, kasih tahu tuh fraksi ya,nanti kalau gue di Komisi
VIII, gue bongkar tuh mark up dana naik haji semuanya'."
Nurul kemudian melapor ke Fraksi Golkar. Beberapa hari kemudian, Nurul kembali
mendatangi Ahok. Kali ini, Nurul justru memberi kebebasan kepada Ahok untuk
bergabung dengan komisi mana.
"Sekarang lu mau gabung ke komisi mana? Asal jangan gabung di Komisi II lagi
karena komisi lagi bikin UU Pemilukada dan keberadaan lu ngerepotin'," cerita
Ahok meniru ucapan Nurul.
Dengan santai, Ahok menjawab. "Di komisi mana pun gue berada, pasti keberadaan
gue buat lu orang sakit kepala," kata Basuki.
"Ya sudah, lu tetap di Komisi II saja, tapi jangan banyak ngomong ya," kata
Nurul kepada Basuki yang direka ulang oleh suami Veronica Tan tersebut.
Cerita Basuki ini membuat ratusan polisi dan Kepala Lembaga Pendidikan Polri
(Kalemdikpol) Komjen Syafruddin (sekarang Wakapolri--Red) yang hadir pada acara
itu tertawa terbahak-bahak. (*)