Supaya bisa merdeka dikira hanya cukup membawa bambu runcing dan pedang.
Lagu ini diciptakan untuk mengenang perjuangan leluhur kita, serta berapa besar 
peran kita bersatu dalam berjuang supaya bisa merdeka.
Apa bisa kita berperang sendiri-sendiri walaupun dengan senjata canggih, 
seperti sapu lidi dong.
Jika bersatu hanya dengan bambu runcing pun kita bisa menang

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Monday, January 30, 2017 10:37 PM
To: Yahoo! Inc.; Jaringan Kerja Indonesia; Gelora 45; Sastra Pembebasan; Yahoo! 
Inc.; Yahoo! Inc.; DISKUSI FORUM HLD
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Trs: [wahana-news] Penyair Taufik Ismail 
Sebut Lagu Bagimu Negeri Sesat


Taufik Ismail tak pernah berjuang untuk negeri Indonesia. Dia tak pernah 
mengabdikan diri bagi tanah air. Dia hanya nyantol di belakang para pejuang dan 
ketika Indonesia menang melawan penjajah, dia hanya menikmati kemerdekaan 
Indonesia. Sepanjang hidupnya dia belum pernah menempatkan diri di pihak kaum 
revolusioner, dia selalu menjadi orang reaksioner terutama di jaman bung Karno.

Pada Minggu, 29 Januari 2017 8:36, "'Tsasando' 
[email protected]<mailto:[email protected]> [wahana-news]" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> menulis:


http://news.liputan6.com/read/2839996/penyair-taufik-ismail-sebut-lagu-bagimu-negeri-sesat

Penyair Taufik Ismail Sebut Lagu Bagimu Negeri Sesat
Ady Anugrahadi<http://www.liputan6.com/me/ady.anugrahadi>
28 Jan 2017, 14:41 WIB

Liputan6.com, Depok - Penyair Taufik Ismail 
<https://news.liputan6.com/read/2835681/2-puisi-taufik-ismail-iringi-demo-sidang-ahok>
 mengkritik lagu wajib nasional "Padamu 
Negeri<https://news.liputan6.com/read/2656967/bendera-raksasa-dan-gemuruh-padamu-negeri-di-karnaval-cinta-nkri>
 (Bagimu Negeri)". Dia menyebut lagu ciptaan Kusbini tersebut menyesatkan.
Kritik ini disampaikan 
Taufik<https://news.liputan6.com/read/2835681/2-puisi-taufik-ismail-iringi-demo-sidang-ahok>
 saat menghadiri acara silaturahmi Iluni Bangkit untuk Keadilan di Taman 
Lingkar Universitas Indonesia, Jumat, 27 Januari 2017.
Saat itu, panitia yang bersiap membuka acara memutar lagu "Padamu Negeri". Lagu 
dengan empat bait tersebut diputar sampai habis.
Acara digelar. Penyair berusia 85 tahun itu lalu menaiki podium dan memberikan 
pidato. Dalam pidatonya, Taufik menyampaikan penolakannya terhadap lagu "Padamu 
Negeri".
"Saya bersama teman-teman menolak lagu ini (Padamu Negeri)," ujar Taufik.
Secara umum dia mengapresiasi isi lirik lagu tersebut. Namun, dia menilai dua 
baris terakhir, yakni "bagimu negeri jiwa raga kami" sangat bermasalah.
"Jiwa raga ini diberi karunia oleh Allah SWT, yang Maha Pencipta, dan jiwa ini 
kembali kepada Allah SWT, tidak pada yang lain," kata Taufik.
Lirik "Padamu Negeri" terdengar patriotik. Namun dia menyebut lirik tersebut 
sesat.
"Salah sekali (lirik yang itu), istilah ini musyrik," ucap Taufik.
Dia lalu mengajak pada para tamu undangan yang hadir untuk tidak mendengar lagi 
lagu tersebut. "Sebaiknya kita koreksi dengan tidak usah mendengar lagu ini," 
kata Taufik.
Berikut lirik lagu "Padamu Negeri":
Padamu negeri kami berjanjiPadamu negeri kami berbaktiPadamu negeri kami 
mengabdiBagimu negeri jiwa raga kami


Kirim email ke