4 Komunitas Diundang Debat Pilkada, 
Mereka Akan Ajukan Pertanyaan
NURSITA SARI

Kompas.com - 09/04/2017, 07:24 WIB




Para calong gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta ketika tampil dalam debat 
ketiga Pilkada DKI di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/2/2017).(Andreas 
Lukas/Kompas.com)


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua KPU DKI Jakarta Sumarnomengatakan, ada empat elemen 
masyarakat yang diundang dalam debat Pilkada DKI putaran kedua pada Rabu 
(12/4/2017).

Mereka diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung pada kedua 
pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta.

"Ada komunitas nelayan, komunitas pengguna transportasi umum, dunia usaha kecil 
dan menengah (UMKM), kemudian komunitas perumahan, warga yang tidak memiliki 
rumah tinggal atau mereka kos di rumah susun," ujar Sumarno di Jakarta, Jumat 
(7/4/2017).

KPU DKI Jakarta tidak akan merilis dari nama-nama komunitas yang diundang 
tersebut sebelum debat dilaksanakan, sama seperti identitas tim panelis.

Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya intervensi dari berbagai pihak 
terhadap komunitas-komunitas dan tim panelis tersebut.

KPU DKI Jakarta memastikan bahwa komunitas-komunitas yang diundang bersikap 
netral.

Pertanyaan-pertanyaan yang mereka sampaikan juga akan disaring agar tidak 
tendesius dan tidak menyerang salah satu pasangan calon.

"Tim panelis yang sudah dibentuk sudah melakukan FGD dengan para komunitas itu 
untuk menyaring pertanyaan-pertanyaan dan memastikan pertanyaan itu tidak 
tendensius, tidak memojokkan calon tertentu," kata dia.

Tim panelis kini tengah mengkaji mekanisme pertanyaan yang akan disampaikan 
langsung oleh perwakilan komunitas tersebut.

"Panelis sedang merumuskan apakah pertanyaan satu ditujukan untuk kedua paslon 
ataukah kemudian satu nanya ke paslon satu, satu lagi nanya ke paslon satunya," 
ucap Sumarno.

Tema debat putaran kedua, yakni "Dari Masyarakat untuk Jakarta". Isu yang 
diangkat soal kesenjangan dan keadilan sosial, penegakan hukum, dan bonus 
demografi.

Adapun subtema yang diangkat terkait masalah transportasi, tempat tinggal, 
reklamasi, pelayanan publik berupa pendidikan dan kesehatan, serta UMKM atau 
dunia usaha.

KPU DKI Jakarta membagi debat nanti menjadi tiga bagian, yakni pertanyaan dari 
tim panelis, pertanyaan dari masyarakat, serta debat antar-calon wakil gubernur 
dan debat antar-calon gubernur.

Moderator yang akan memandu jalannya debat nanti yakni presenter Ira Koesno. 
Dia merupakan moderator debat perdana pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 
2017.

Debat putaran kedua akan disiarkan secara langsung di belasan stasiun TV 
nasional dengan durasi 120 menit untuk debat dan 30 menit untuk alokasi iklan.

Ira Koesno kembali ditunjuk KPU DKI Jakarta sebagai moderator debat Pilkada 
Jakarta putaran kedua 12 April mendatang(Kompas TV)

Kirim email ke