http://www.antaranews.com/berita/625574/pesawat-kargo-antariksa-pertama-china-merapat-ke-tiangong-2?utm_
<http://www.antaranews.com/berita/625574/pesawat-kargo-antariksa-pertama-china-merapat-ke-tiangong-2?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news>
source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news
<http://www.antaranews.com/berita/625574/pesawat-kargo-antariksa-pertama-china-merapat-ke-tiangong-2?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news>
*Pesawat kargo antariksa pertama China merapat
*
*ke Tiangong-2*
Minggu, 23 April 2017 09:56 WIB | 929 Views
Pesawat kargo antariksa pertama China merapat ke Tiangong-2
Roket Long March-7 yang membawa pesawat kargo Tianzhou-1 meluncur dari
landasan peluncuran di Wenchang, Provinsi Hainan, China, 20 April 2017.
( REUTERS/Stringer)
Pesawat kargo antariksa pertama China berhasil merapat ke laboratorium
luar angkasa Tiangong-2 pada Sabtu menurut warta kantor berita Xinhua,
langkah besar menuju target Beijing membangun stasiun antariksa berawak
permanen pada 2022.
Presiden Xi Jinping memprioritaskan pemajuan program antariksa China
untuk memperkuat keamanan nasional.
Pesawat kargo Tianzhou-1 secara otomatis melakukan proses pengaitan
dengan laboratorium antariksa yang mengorbit setelah meluncur dari
Wenchang Satellite Launch Centre di Provinsi Hainan pada Kamis petang.
Laboratorium antariksa Tiangong-2, "Istana Surgawi 2", menjadi rumah
bagi dua astronaut selama sebulan pada Oktober tahun lalu dalam misi
antariksa berawak terlama China.
Misi pesawat kargo antariksa itu menyediakan "basis teknologi penting"
untuk membangun stasiun antariksa China menurut laporan Xinhua.
Pesawat itu diwartakan bisa mengangkut enam ton barang, dua ton bahan
bakar, dan bisa terbang tanpa awak selama tiga bulan.
Meski program antariksa untuk tujuan militer, komersial dan ilmiahnya
sudah maju, namun China masih tertinggal jika dibandingkan dengan
Amerika Serikat dan Rusia menurut warta kantor berita Reuters.
Pada akhir 2013, kendaraan penjelajah China, Jade Rabbit, mendarat di
bulan namun kemudian menghadapi masalah teknis.
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017