Produk UKM Indonesia Masuki Pasar Eropa
Kamis, 4 Mei 2017 | 12:04

http://sp.beritasatu.com/home/produk-ukm-indonesia-masuki-pasar-eropa/119076



Logo Uni Eropa [google]



[JAKARTA] Produk-produk unggulan Indonesia dari usaha kecil dan menengah (UKM) 
mulai masuki pasar Eropa. Barang yang akan ditempatkan di warehouse Wonderful 
Indonesia Display (WID) siap berpameran Mustermesse Basel (MUBA) 2017 di 
Exhibition Centre Bassel (Messe Bassel), Basel, Swiss, mulai 12-21 Mei 2017.

Ketua Tim Percepatan, Pengembangan, Wisata Kuliner dan Belanja Kempar, Vita 
Datau, mengatakan pemerintah Indonesia terus mendorong perkembangan UKM untuk 
masuk ke pasar global. Hingga kini sudah ada 40 perusahaan berskala industri 
yang tergabung dalam WID yang berpameran serta terlibat dalam kegiatan business 
to business (B2B), diantaranya, produk Lucy Batik, Alamanda Pearl & Jewelry, 
Nefertiti, dan Seruni.

Diakui WID menjadi strategi percepatan yang dilakukan pemerintah dalam bidang 
pariwisata sebagai merupakan sektor potensial, sekaligus meningkatkan kampanye 
promosi pariwisata Indonesia di dunia. Dengan gencarnya promosi yang dilakukan 
akan berimbas pada naiknya tingkat branding Indonedia di mata dunia. 
Menurutnya, saat ini branding Wonderful Indonesia sudah berada di peringkat 42, 
mengungguli Malaysia (97) dan Thailand (83).

"Jika pada 2015 branding Wonderful Indonesia hanya berada di peringkat 47, kini 
sudah baik ke 42. Warehouse ini membuka kesempatan untuk memperkenalkan lebih 
jauh potensi-potensi produk, budaya, kuliner, serta peluang investasi Indonesia 
kepada masyarakat Swiss,” jelas dia pada keterangannya Kamis (4/5).

PT Sinar Indonesia Display pun siap membawa sekaligus memfasilitasi para pelaku 
UKM untuk turut serta berpartisipasi pada pameran MUBA di Basel. Diakui Swiss 
pasar potensial bagi produk Indonesia di Eropa. Pameran ini digelar setiap 
tahun dengan menampilan lebih dari 1.000 produk dari berbagai macam perusahaan 
di dunia.

Dikatakan Basel adalah salah satu kanton di bagian utara Swiss yang berbatasan 
dengan dua negara Jerman dan Perancis. Tempat yang strategis menjadikan MUBA 
selalu diincar oleh negara-negara lainnya dalam mempromosikan barang produksi 
untuk dapat diekspor ketiga negara tersebut.

“Pameran ini penting bukan hanya untuk meraih penjualan tetapi juga untuk lebih 
mengenalkan produk-produk Indonesia ke pasar Swiss dan negara-negara di 
sekitarnya. Dengan lokasi yang strategis, menjadikan MUBA selalu diincar 
negara-negara lainnya dalam mempromosikan barang produksi untuk dapat diekspor 
ketiga negara tersebut," jelas Juliana Pateh, CEO PT Sinar Indonesia Display.

Co Founder Javara, Tantri Soetjipto mengatakan kegiatan pameran ini bermanfaat 
besar bagi UKM guna memperluas pasar global. pihaknya juga ikut serta dalam WID 
dan telah merambah ke 27 negara di Uni Eropa.

“Tujuan ikut pameran bukan sekadar meraih omzet penjualan, tetapi juga agar 
mendapatkan trading yang berkelanjutan,” tutup dia. [H-15]


Kirim email ke