http://www.antaranews.com/berita/633281/pemerintah-luncurkan-beasiswa-untuk-lebih-1000-dosen



*Pemerintah luncurkan beasiswa untuk lebih 1000 dosen*

Senin, 5 Juni 2017 13:11 WIB | 3.001 Views

Pewarta: Indriani


Kemristekdikti (id.wikipedia.org)


Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
(Kemristekdikti) meluncurkan beasiswa dalam negeri yang diperuntukkan bagi
para dosen yang mengajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan
Tinggi Swasta (PTS).

Sebanyak dua beasiswa yang diluncurkan yakni Beasiswa Pendidikan
Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) dan Beasiswa Afirmasi untuk Perguruan
Tinggi Negeri Baru (PTNB).

"Pendaftarannya akan dibuka pada 5 Juni sampai dengan 30 Juni 2017," ujar
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron
Mukhti, di Jakarta, Senin.

Kuota yang diberikan yakni 1.000 penerima untuk BPP-DN dan 150 penerima
beasiswa Afirmasi PTNB. BPP-DN diperuntukkan bagi dosen yang telah memiliki
Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) yang
ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor.

Kemristekdikti juga meluncurkan beasiswa afirmasi diperuntukkan bagi dosen
tetap pada PTNB yang telah memiliki NIDN atau NUPN dan dosen dan belum
memiliki NIDN di lingkungan Kemristekdikti.

"Beasiswa ini diperuntukkan untuk beasiswa magister (S2). Durasi beasiswa
ini selama empat semester."

Tujuan pemberian beasiswa (BPP-DN) dan Afirmasi PTNB untuk meningkatkan
kualitas dosen.

Saat ini, Indonesia mengalami berbagai persoalan dosen seperti masih
banyaknya dosen yang sarjana, kemudian jumlah doktor dan guru besar yang
masih kurang dari batas minimal.

Berdasarkan Undang-undang Guru dan Dosen, sejak 10 tahun sejak disahkan
maka tidak ada lagi dosen yang berpendidikan sarjana atau minimal
pascasarjana. Namun kenyataannya, jumlah dosen yang masih sarjana masih
mencapai 34.393 dosen.

Sementara, dosen yang berpendidikan doktor juga masih sekitar 25.000 orang
padahal paling tidak jumlah doktor sebanyak 30.000. Jumlah guru besar juga
masih sedikit, hanya 6.000 orang. Idealnya 22.000 guru besar.

Selain itu, Kemristekdikti juga meluncurkan beasiswa Program Pendidikan
Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang diperuntukkan bagi
lulusan sarjana yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang doktor
dengan masa pendidikan selama empat tahun.

Pada program ini, sarjana unggul tersebut dituntut menghasilkan minimal dua
publikasi hasil riset di jurnal internasional.

"Fasilitas pendanaan beasiswa PMDSU berupa hibah penelitian untuk mahasiswa
sebesar Rp50-60 juta per tahun dan mendapat bimbingan penulisan publikasi
ke luar negeri. Bagi promotor, mereka akan difasilitasi kerjasama SAME
PMDSU ke perguruan tinggi atau lembaga luar negeri," jelas dia.

Tak hanya itu, tersedia juga beasiswa dosen ke luar negeri, yakni dilakukan
melalui skema Dikti Funded Fulbright ke Amerika Serikat (AS) untuk 50
penerima, OeAD dengan Austria untuk 10 penerima, dan Newton Fund dengan
Inggris untuk delapan penerima.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Kirim email ke