Suatu hasil pemikiran yang dimatikan dengan dibakar buku2nya, yang dibunuh pendukung-pendukungnya bisa hidup kembali bila diperlukan oleh suatu bangsa. Confucianisme dan Taoïsme yang buku2nya dibakar, pendukung2nya dikubur hidup2 di jamannya Keizer pertama Tiongkok, bisa hidup kembali. Confucianisme dihidupkan kembali di jaman kerajaan Han. tetapi Confucianisme banyak diselewengkan untuk kepentingan raja yang berkuasa, nyeleweng jadi Imperial Confucianism. Di situ unsur progressif dari ajaran Mencius jadi hilang. Mencius : Yang penting itu bukan raja, bukan dewa tanah, tetapi rakyat. Kalau raja tak mampu menjalankan pemerintahan dengan baik, ia harus memilih orang lain, yang mampu, untuk jadi raja. Ada raja yang kejam dibunuh. Reaksi Mencius."Yang saya dengar kok bukan raja yang dibunuh, tetapi seorang tiran." Tentang pembagian hasil kerja di pertanian: Tanah dibagi rata jadi 9 petak. Hasil tanah 1 petak di engah adalah untuk kerajaan. Jadi tanah milik pemerinah, dan pemerintah dapat bagi hasilnya 11.1 %. Yang perlu diperhatikan, jangan sampai Pancasila diselewengkan untuk kepentingan penguasa.
On 10 June 2017 at 07:06, Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > > > Pada Sabtu, 10 Juni 2017 2:49, "Sunny ambon [email protected] > [GELORA45]" <[email protected]> menulis: > > > > > *Hantu itu selalu datang orang yang sudah dikuburkan. Apakah dikuburkan > berarti sudah mati, adalah pertanyaan abadi.* > > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail> > Virusvrij. > www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail> > <#m_-2744893232236635003_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > >
