'Bedah cesar di bawah pengaruh jin' hingga 'pesta seks di surga': 
ceramah-ceramah kontroversial

  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
'Bedah cesar di bawah pengaruh jin' hingga 'pesta seks di surga...
 Dari jin hingga surga seks, materi-materi ceramah sejumlah ustad yang 
dipertanyakan oleh pengguna media sosial.  |   |

  |

  |

 
   
   - 18 menit lalu
   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoAFPImage captionJemaah mendengarkan kotbah di sebuah masjid di 
Jakarta, 2016 lalu.Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah penceramah agama 
dikritik oleh pengguna media sosial karena materi-materi ceramah yang dianggap 
kontroversial.Sebagian menganggap bahwa topik-topik yang dibahas oleh 
penceramah agama sudah terlampau meluas karena beberapa di antaranya membahas 
soal ilmu kesehatan hingga ekonomi.Nadirsyah Hosen, dosen senior di Monash Law 
School Australia yang menggeluti bidang hukum Islam, melalui akun Twitter-nya 
mengkritik profesi ustad yang menurutnya mungkin menjadi 'profesi paling 
gampang di dunia' sekarang ini karena tak perlu sertifikat profesi khusus.   
   - Apa pentingnya standarisasi penceramah salat Jumat?
   - Istri pria yang dibakar karena 'ampli mesjid' di Bekasi sedang hamil enam 
bulan
"Parahnya lagi para ustad jadi-jadian itu bukan hanya merasa paling alim soal 
agama tapi juga sok tahu dalam urusan kedokteran, sains, ekonomi," tambahnya. 
"Jadilah negeri kita overdosis urusan beragama. Semua masalah mau dicari 
jawabannya apa kata ustad. Tidak lagi dipilah-pilah sesuai bidangnya."Menyikapi 
kontroversi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi Penyiaran Indonesia 
tengah mempersiapkan pembuatan pedoman untuk penceramah yang akan tampil di 
televisi.Hak atas fotoAFPImage captionSebuah pedoman akan disusun oleh MUI dan 
KPI soal kriteria penceramah yang akan tampil di televisi.Berikut sejumlah 
ceramah yang dipermasalahkan di media sosial:
'Melahirkan cesar karena pengaruh jin'
Salah satu yang diperdebatkan adalah isi ceramah Zulkifli Muhammad Ali yang 
menyebut bahwa ibu-ibu yang melahirkan denganmetoda bedah cesar memiliki 
gangguan jin di tubuhnya.Dalam ceramah yang diunggah beberapa bulan lalu di 
sebuah saluran YouTube itu Zulkifli mengatakan bahwa cesar adalah "anarkisme 
setan pada manusia.""Saya dapat meyakinkan kepada semua orang yang terlibat 
pada sesar bahwa orang ini mengalami gangguan jin di tubuhnya, gangguan setan 
di perutnya, di bagian rahimnya," katanya dalam video tersebut.Dia mengatakan 
bahwa ibu yang melahirkan cesar, termasuk istrinya sendiri, mendengar 'bisikan 
yang sangat kuat di telinga' yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. 
"Cesar! Cesar! Berteriak di telinga saya! Harus Cesar!" kata Zulkifli menirukan 
teriakan yang didengar istrinya - yang diklaimnya sebagai bisikan setan itu.Hak 
atas fotoTWITTERBanyak pengguna media sosial mengkritisi ucapan Zulkifli ini. 
"Bayangkan perasaan ibu-ibu yang terpaksa harus di-cesar karena memang tidak 
memungkinkan persalinan normal. Pasti sedih luar biasa," kata pengguna Twitter 
@tsuroiy, yang kebetulan puteri ulama terkemuka, Mustofa Bisri alias Gus 
Mus.Lainnya mengatakan, "Anak saya empat. Anak sulung dan bungsu lahir by 
cesar. Anak ke dua dan tiga persalinan normal. Tega memang, kalau bilang 
kerasukan jin."
'Susah punya anak karena sering pakai pembalut'
Terbaru, penceramah bernama Febri Sugianto dalam sebuah siaran televisi 'Islam 
itu Indah' awal bulan ini mengatakan bahwa salah satu alasan perempuan susah 
punya anak karena 'sering pakai pembalut dan sepatu hak tinggi.'Dia berpendapat 
bahwa pembalut yang dipakai banyak perempuan itu "mengembalikan bakteri jahat 
ke dalam rahim.""Apa lagi faktor yang menyebabkan wanita susah punya anak? 
Sepatu hak tinggi. Hak tinggi itu adalah titik reproduksi. Kalau kita bicara 
tentang kesehatan titik reproduksi itu ada di tumit," sambungnya.Di media 
sosial, seorang pengguna mempertanyakan, "ustadnya lulusan fakultas kedokteran 
mana ya?"Hak atas fotoTWITTER"Aku tak kuasa lagi membendung kekesalan, tapi 
akhirnya tertawa," kata Ferdiriva Hamzah‏ atau @ferdiriva di Twitter. Lainnya 
mengatakan, "Bahayanya menyampaikan informasi ke publik yang bukan bidang dan 
kompetensinya. Mitos makin banyak beredar," @docturnal_ memperingatkan."100% 
ngaco," kata Dokter Ryu Hasan mengomentari hubungan antara pemakaian pembalut 
dan tingkat kesuburan. "(Kalau ustad) bicara soal agama ya tidak apa-apa 
memang, tapi kalau ada yang tanya soal kesehatan, (dia) harus lebih bijaksana. 
Kalau ustadnya bilang begitu, dan (jawabannya) jauh dari ilmu kedokteran 
modern, itu wajar, karena dia tidak belajar soal itu."
'Pesta seks di surga'
Beberapa pekan lalu, Syamsuddin Nur Makka atau dikenal dengan Ustad Syam 
dikecam karena menyebut 'pesta seks' sebagai nikmat yang diberikan Allah di 
surga."Salah satu nikmat yang ada dalam surga adalah pesta seks, minta maaf, 
karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia, inilah yang kita tahan-tahan di 
dunia. Kenikmatan terbesar yang diberikan Allah swt adalah pesta seks. Karena 
inilah yang sudah ditahan di dunia oleh para lelaki," katanya dalam acara 
televisi 'Islam itu Indah' yang disiarkan 15 Juli 2017.Pada 17 Julu lalu, Syam 
sudah meminta maaf di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI)."Setelah di surga 
ada pesta seks, sekarang muncul alasan perempuan sulit hamil karena pembalut 
dan sepatu hak tinggi. Amazing. Waraskan kita?" tanya @adisanwar di Twitter.Hak 
atas fotoAFPImage captionPernyataan Dedeh Rosidah yang menganjurkan untuk umat 
Islam tidak menjadi dokter hewan dikritik sejumlah orang.'Muslim jangan tidak 
jadi dokter hewan'Dalam acara di sebuah stasiun televisi, Mamah Dedeh atau 
Dedeh Rosidah menganjurkan umat Islam tidak menjadi dokter hewan."Kalau kita 
sebagai seorang muslim, jangan jadi dokter hewan. Kalau tidak, ditulis saja 
menerima semua binatang kecuali anjing dan babi," kata Mamah Dedeh dalam banyak 
video rekaman di media sosial.Pernyataan ini dikecam oleh komunitas dokter 
hewan, dan Mamah Dedeh dalam program yang sama telah menyampaikan permintaan 
maaf.Selain soal dokter hewan, Mamah Dedeh pernah menyebut dlam sebuah 
ceramahnya, bahwa orang-orang yang gemar bermain gadget adalah orang 'autis' - 
hal yang langsung diprotes oleh komunitas peduli autisme.

Kirim email ke