Pada Senin, 7 Agustus 2017 16:32, "Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> menulis:
Istri pria yang dibakar karena 'ampli mesjid' di Bekasi sedang hamil enam bulan
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Istri pria yang dibakar karena 'ampli mesjid' di Bekasi sedang hami...
Istri pria yang dibakar hidup-hidup karena diduga mencuri mengatakan bahwa
massa tak punya hati dan mestinya sua... | |
|
|
Abraham UtamaBBC Indonesia
- 5 Agustus 2017
- Bagikan artikel ini dengan Facebook
- Bagikan artikel ini dengan Twitter
- Bagikan artikel ini dengan Messenger
- Bagikan artikel ini dengan Email
- Kirim
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionSiti Zubaidah kehilangan suaminya,
Muhammad Al-Zahra, yang dibakar hidup-hidup oleh massa karena mengira dia
mencuri alat pengeras suara masjid.Siti Zubaidah yang sedang hamil empat bulan
tak membayangkan suaminya, Muhammad Al-Zahra, tak akan pulang lagi ke rumah
untuk selama-lamanya setelah pamit untuk mencari alat pengeras suara
bekas.Berselang 10 jam usai pertemuan terakhir mereka atau sekitar pukul 23.00
WIB, hari Selasa (01/08), polisi mengabari Siti tentang kematian suaminya.
Al-Zahra dikeroyok lalu dibakar hidup-hidup oleh massa."Orang-orang itu
benar-benar tidak punya hati. Mau salah atau tidak, suami saya tidak seharusnya
diperlakukan seperti itu," ujar Siti kepada BBC Indonesia, Jumat (04/08).
- Apakah polisi akan usut kasus pembakaran seorang pria oleh massa di Bekasi?
- ISIS membakar hidup-hidup dua tentara Turki
- Pembakaran bus dan penjarahan toko terjadi di Brasil setelah aksi pemogokan
Muhammad Al-Zahra (30) adalah warga Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten
Bekasi yang tewas setelah dikerok dan dibakar massa karena dituduh mencuri alat
pengeras suara milik musala Al-Hidayah di Kecamatan Babelan, yang berjarak 34
kilometer dari rumahnya."Kenapa suami saya tidak diserahkan ke polisi kalau
suami saya memang benar mencuri, tanpa harus dianiaya seperti itu. Suami saya
manusia, bukan hewan," ucap Siti Zubaidah lagi, dalam tatapan nanar.Perempuan
berusia 25 tahun itu kini harus melanjutkan hidup bersama putranya yang berusia
empat tahun. Sementara usia kandungannya masuk bulan keenam.Hak atas fotoBBC
INDONESIAImage captionSiti Zubaidah berpose di teras rumahnya, tempat almarhum
suaminya biasa menyervis alat pengeras suara.Tak lulus sekolah dasar, Siti
belum pernah bekerja. Ia mengaku dapat membaca, tapi tidak menulis. Selama lima
tahun mengarungi bahtera rumah tangga, Al-Zahra merupakan penopang ekonomi
keluarganya."Sehari paling dapat Rp70.000, tapi tidak setiap hari. Kadang tiga
hari dia pulang nggak bawa duit," kata Siti.Tiga bulan mendatang, saat hari
melahirkannya tiba, Siti setidaknya harus mengeluarkan biaya paling sedikit
Rp400.000 untuk membayar dukun beranak.Uang itu menurutnya tidak sedikit,
terutama setelah mengeluarkan Rp1,2 juta sebagai biaya pengambilan jenazah
suaminya dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.Siti dan Al-Zahra tinggal di
kampung yang berada tak jauh dari pusat industri Jabeka. Sejak tiga bulan
terakhir, mereka mengontrak rumah petak berukuran 6x10 meter yang berisi dua
kamar tidur.Meski berada dekat di kawasan pabrik, almarhum suaminya tak bekerja
di sektor formal. Hanya memegang ijazah sekolah menengah pertama, Al-Zahra
sempat berdagang roti keliling sebelum akhirnya terjun ke bisnis jual-beli dan
servis alat pengeras suara.Kondisi ekonomi Siti dan Al-Zahra serupa dengan
20.820 penduduk Cikarang Utara, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik
Kabupaten Bekasi, masuk kategori miskin.Adapun, Babelan merupakan kecamatan
dengan jumlah penduduk miskin 48.616 jiwa, terbanyak kedua di kabupaten itu
pada 2017.Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionSiti Zubaidah menunjukkan
salah satu foto almarhum suaminya dan anaknya. Siti kini sedang hamil dan
diperkirakan melahirkan tiga bulan mendatang.
Massa 'tak terkendali'
Lokasi penganiyaan dan pembakaran Al-Zahra berada di dekat Pasar Muara Bakti.
Merujuk keterangan sejumlah saksi mata, dia dibakar saat masih bernyawa, di
atas got, di sekitar beberapa gerobak penjaja makanan yang buka jelang
sore.Seorang pemilik toko bangunan di depan lokasi itu menyebut tak berani
menyaksikan kejadian tersebut. Perempuan yang enggan disebut namanya itu
mengaku menutup tokonya begitu massa berkumpul di simpang tiga Muara Bakti dan
'menghakimi Al-Zahra dengan bogem mentah dan bensin'."Yang mengejar massa dari
daerah utara, mereka teriak maling. Di sini banyak anak muda, jadi massa sudah
berkumpul. Awalnya dia sempat mau dibawa ke balai desa yang nggak jauh dari
sini, diselamatkan," ujarnya kepada BBC Indonesia.Menurut saksi itu, amuk massa
memuncak karena mendengar ada yang berteriak maling motor. Menurutnya, jika
massa mengetahui barang yang diduga dicuri hanya pengeras suara, Al-Zahra tidak
akan dibakar hidup-hidup."Di sini lagi banyak motor yang dicuri. Belum lama ini
ada motor hilang, waktu pemiliknya salat Isya di masjid di Desa Suka Tenang,"
ucapnya.BBC Indonesia menanyakan kronologi perbuatan main hakim sendiri itu
pada lima pemuda dan dua lelaki paruh baya di Pasar Muara Bakti. Seluruhnya
mengaku tak mengetahui awal mula peristiwa tersebut.Hak atas fotoBBC
INDONESIAImage captionMusala Al-Hidayah yang pengeras suaranya diduga dicuri
Muhammad Al-Zahra.Hafif Zulfahmi, anak pengelola musala Al-Hidayah, menyebut
neneknya merupakan orang pertama yang melihat alat pengeras suara tempat ibadah
itu raib. Menurut ayahnya, sebelum peralatan elektronik itu hilang, hanya ada
satu orang yang salat di musala itu."Di sini mau ada acara haul akbar. Pas
nenek saya masuk musala, amplifier itu sudah tidak ada. Kebetulan bapak saya
lihat sebelumnya ada orang salat, sesudah itu dia langsung mencari,"
katanya.Orang yang dilihat ayahnya itu adalah Al-Zahra. Menurut Kepala Unit
Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito, Al-Zahra panik tatkala
diteriaki maling.Al-Zahra disebutnya menambah laju sepeda motor, sebelum
akhirnya terjun ke sungai untuk menghindari kejaran massa.Namun, sekelompok
pemuda di Muara Bakti telah menunggunya di seberang kali. Saat itulah, kata
Rizal, perbuatan 'main hakim sendiri' terjadi.Hak atas fotoBBC INDONESIAImage
captionLokasi pengeroyokan dan pembakaran massal terhadap Muhammad Al-Zahra
tidak ditutup garis polisi. Terdapat bekas noda hitam api di got tempat
kejadian.Di sisi lain, Siti yakin suaminya tak mencuri satu barangpun dari
musala Al-Hidayah. Apalagi, kata dia, Al-Zahra merupakan sosok yang selalu
menyempatkan diri menunaikan salat.Meski demikian, Siti mengaku tak sanggup
melanjutkan perkara kematian suaminya. Ia hanya berharap kepolisian tak menutup
kasus itu."Saya nggak mengerti masalah hukum, jadi saya pasrah saja, cuma bisa
berdiam diri di rumah," tuturnya.Siti menyebut dirinya takut berurusan dengan
hukum. Ia hanya berencana mengambil motor sewaan yang dikendarai suaminya,
Selasa lalu, di kantor Polsek Babelan."Sampai sekarang belum saya ambil karena
butuh biaya. Menebus motor kan harus pakai duit. Nggak tahu berapa. Polisi
nggak bilang, tapi mengambil jenazah saja pakai duit, apalagi motor," ujarnya.
#yiv6228290692 #yiv6228290692 -- #yiv6228290692ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-mkp #yiv6228290692hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-mkp #yiv6228290692ads
{margin-bottom:10px;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-mkp .yiv6228290692ad
{padding:0 0;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-mkp .yiv6228290692ad p
{margin:0;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-mkp .yiv6228290692ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-sponsor
#yiv6228290692ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-sponsor #yiv6228290692ygrp-lc #yiv6228290692hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-sponsor #yiv6228290692ygrp-lc .yiv6228290692ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6228290692 #yiv6228290692actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6228290692
#yiv6228290692activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6228290692
#yiv6228290692activity span {font-weight:700;}#yiv6228290692
#yiv6228290692activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv6228290692 #yiv6228290692activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6228290692 #yiv6228290692activity span
span {color:#ff7900;}#yiv6228290692 #yiv6228290692activity span
.yiv6228290692underline {text-decoration:underline;}#yiv6228290692
.yiv6228290692attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv6228290692 .yiv6228290692attach div a
{text-decoration:none;}#yiv6228290692 .yiv6228290692attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6228290692 .yiv6228290692attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6228290692 .yiv6228290692attach label a
{text-decoration:none;}#yiv6228290692 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv6228290692 .yiv6228290692bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6228290692
.yiv6228290692bold a {text-decoration:none;}#yiv6228290692 dd.yiv6228290692last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6228290692 dd.yiv6228290692last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6228290692
dd.yiv6228290692last p span.yiv6228290692yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv6228290692 div.yiv6228290692attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv6228290692 div.yiv6228290692attach-table
{width:400px;}#yiv6228290692 div.yiv6228290692file-title a, #yiv6228290692
div.yiv6228290692file-title a:active, #yiv6228290692
div.yiv6228290692file-title a:hover, #yiv6228290692 div.yiv6228290692file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6228290692 div.yiv6228290692photo-title a,
#yiv6228290692 div.yiv6228290692photo-title a:active, #yiv6228290692
div.yiv6228290692photo-title a:hover, #yiv6228290692
div.yiv6228290692photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6228290692
div#yiv6228290692ygrp-mlmsg #yiv6228290692ygrp-msg p a
span.yiv6228290692yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6228290692
.yiv6228290692green {color:#628c2a;}#yiv6228290692 .yiv6228290692MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv6228290692 o {font-size:0;}#yiv6228290692
#yiv6228290692photos div {float:left;width:72px;}#yiv6228290692
#yiv6228290692photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6228290692
#yiv6228290692photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6228290692
#yiv6228290692reco-category {font-size:77%;}#yiv6228290692
#yiv6228290692reco-desc {font-size:77%;}#yiv6228290692 .yiv6228290692replbq
{margin:4px;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-mlmsg select, #yiv6228290692 input, #yiv6228290692 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-mlmsg pre, #yiv6228290692 code {font:115%
monospace;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-mlmsg #yiv6228290692logo
{padding-bottom:10px;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-msg
p#yiv6228290692attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-reco #yiv6228290692reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-sponsor
#yiv6228290692ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-sponsor #yiv6228290692ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-sponsor #yiv6228290692ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv6228290692 #yiv6228290692ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6228290692
#yiv6228290692ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv6228290692