http://www.antaranews.com/berita/650950/pbb-peringatkan-dampak-retorika-konfrontasi-soal-korea-utara
*PBB peringatkan dampak "retorika konfrontasi"
*
*soal Korea Utara*
Rabu, 6 September 2017 13:16 WIB | 247 Views
PBB peringatkan dampak
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (REUTERS/Pierre Albouy)
Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB
Antonio Guterres pada Selasa memperingatkan konsekuensi penggunaan
"retorika konfrontasi" mengenai Korea Utara dan mengatakan bahwa
negara-negara kuat harus membuat strategi tunggal untuk mengatasi krisis
tersebut.
Guterres tampaknya ingin mengkritik kepemimpinan Korea Utara dan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memperingatkan bahwa
Pyongyang akan menghadapi "serangan dan kemurkaan" jika terus mengancam
Amerika Serikat.
"Retorika konfrontasi bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak
diinginkan. Solusinya harus politis," kata Guterres.
"Konsekuensi potensial tindakan militer sangat mengerikan," katanya
sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Pemimpin PBB meminta Dewan Keamanan menunjukkan kesatuan dan menyetujui
langkah-langkah lanjutan, sehari setelah Amerika Serikat saling
melontarkan pernyataan dengan Rusia dan China menanggapi uji coba nuklir
keenam dan terkuat Korea Utara.
Amerika Serikat mendorong sanksi PBB yang lebih keras, tetapi Rusia dan
China menyerukan dialog dengan Pyongyang tentang denuklirisasi di
semenanjung Korea.
Rusia berpendapat sanksi-sanksi saja tidak akan bisa menyelesaikan
krisis itu dan mendukung usul China untuk membuka perundingan dengan
dasar pembekuan uji nuklir dan rudal Korea Utara dengan pertukaran
penangguhan latihan militer Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley menolak usul itu dan
mengatakan bahwa negaranya tidak akan mengubah postur militernya ketika
Korea Utara merangseng maju dengan program nuklir dan rudalnya.
Guterres mengatakan dia tidak mendukung salah satu usul, namun
menekankan bahwa respons terpadu merupakan satu-satunya jalan mendorong
solusi diplomatik.
"Kesatuan Dewan Keamanan jelas sangat penting," katanya, mendesak
negara-negara "maju bersama dengan strategi tunggal dalam menghadapi
pemerintah DPRK", singkatan dari nama formal Korea Utara.
Sekretaris Jenderal PBB menawarkan bantuan untuk membawa solusi, namun
mengakui bahwa "pengaruh PBB terbatas." (kn)
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017