http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/23638/TvOne-akan-Tayangkan-Film-G30SPKI-Begini-Alasannya



TvOne akan Tayangkan Film G30S/PKI, Begini Alasannya

22 September 14:52 | Dilihat : 555



*Jakarta (SI Online) -* Di tengah maraknya pemutaran film G30S/PKI oleh
jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), stasiun televisi nasional *tvOne*,
berencana untuk turut menayangkan juga. Hanya saja, waktu pemutaran belum
dipastikan.

"Betul, kami akan tayangkan," ujarnya Pemimpin Redaksi *tvOne* Karni Ilyas,
Jumat, 22 September 2017, seperti dilansir *VIVA.co.id
<http://VIVA.co.id>. *

Menurut Karni, tvOne akan menayangkan film tersebut lantaran film itu
memuat sejarah yang sangat besar, seperti presiden berganti, pahlawan
revolusi yang tertembak. Selain itu, lanjut Karni, film tersebut untuk
pembelajaran bagi generasi muda tentang apa yang terjadi pada tahun 1965,
di mana anak-anak sekarang banyak yang belum lahir.

Tak hanya itu. Karni mengemukakan, tvOne berencana menayangkan film
tersebut lantaran isu mengenai film tersebut tengah menjadi perbincangan
hangat di masyarakat. "Bagaimanapun itu isu yang sangat ramai sekarang ini,
kami mana yang lagi *hot* saja," ujarnya.

Rencana penayangan film ini, menurut Karni, telah mendapat lampu hijau dari
sejumlah kalangan. "Presiden, Panglima, semua tidak ada yang keberatan
untuk ditayangkan," kata Karni.

Namun, Karni belum dapat memastikan waktu tayang film itu di tvOne."Belum
diputuskan apa tanggal 30, 29 atau sebelumnya," ujarnya.

Seperti diketahui, pemutaran kembali film G30S/PKI tengah menarik perhatian
publik. Kontroversi pun muncul soal itu. Ada yang pro, ada juga yang kontra.

Sebelumnya, film yang disutradarai Arifin C. Noer itu ditayangkan di
stasiun televisi TVRI setiap tahun setiap 30 September malam. Namun, sejak
1998 ketika era reformasi bergulir, film berdurasi sekitar empat jam
tersebut tak lagi ditayangkan. Menurut Menteri Penerangan saat itu Yunus
Yosfiah beralasan, pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh,
seperti film Pengkhianatan G30S/PKI, Janur Kuning, Serangan Fajar tidak
sesuai lagi dengan dinamika reformasi saat itu. []

Kirim email ke