*Kalau tiap tahun diambil 1,5 juta ton ikan, maka dapat diperkirakan hari
depan lautan di Maluku akan kehabisan ikan, karena over fishing. Patut
diperhatikan bahwa di tempat seperti laut Baltik, laut Utara diadakan
pembatasan quota pengambilan ikan dalam setahun bagi negara-negara yang
berbatasan dengan laut-laut tsb. Di USA pun demikian ada batasan sesuai
musim untuk mengambil hasil lautan di sekitarnya. Jadi kalau sekarang
Maluku miskin, maka di waktu mendatang pun Maluku akan lebih miskin lagi. *


http://www.tribun-maluku.com/2017/08/murad-prihatin-maluku-tidak-ada-pabrik.html
Murad Prihatin Maluku Tidak Ada Pabrik Ikan

Rabu, Agustus 23, 2017
<http://www.tribun-maluku.com/2017/08/murad-prihatin-maluku-tidak-ada-pabrik.html>
Politik <http://www.tribun-maluku.com/search/label/Politik>


[image: Bakal calon (Balon) Gubernur Maluku, Irjen Pol. Murad Ismael
menyatakan keprihatinannya melihat Maluku dengan potensi lestari ikan
sebanyak 1,64 juta ton/tahun tetapi tidak ada pabrik pengolahan ikan.]
<https://3.bp.blogspot.com/-sP39FNQHjxo/WSmOKRyNnYI/AAAAAAAALzk/n80B2JuaWUcDpxv4ACzLhuI7zgI6ALNhgCLcB/s1600/murad%2Bismail-1.jpeg>

*Ambon, Tribun-Maluku.com :* Bakal calon (Balon) Gubernur Maluku, Irjen
Pol. Murad Ismael menyatakan keprihatinannya melihat Maluku dengan potensi
lestari ikan sebanyak 1,64 juta ton/tahun tetapi tidak ada pabrik
pengolahan ikan.

"Saya sungguh sedih karena potensi ikan sebesar itu ternyata menempatkan
Maluku nomor empat termiskin di Indonesia," kata Murad saat menjalani tes
kepatutan dan kelayakan digelar DPW PKS Maluku, di Ambon, Rabu (23/8).

Komandan Korps Brimob itu bahkan secara terbata-bata memaparkan visi misi
maupun menjawab pertanyaan panelis karena anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa
itu ternyata belum dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan 1,8 juta jiwa
penduduk Maluku yang tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota.

Apalagi Maluku memiliki tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yakni laut
Banda, laut Seram dan laut Arafura yang memiliki kontribusi lebih dari 30
persen produksi ikan nasional.

Luas laut Maluku 92,4 persen dari wilayahnya yang seluas 712.479,69 KM2 dan
memiliki aneka jenis komoditas seafood seperti rumput laut, cumi, teripang,
mutiara dan udang.

"Saya termotivasi mencalonkan diri sebagai Gubernur Maluku dengan siap
meninggalkan karier di kepolisian yang pensiun masih 2019 karena kemiskinan
yang sebenarnya tidak perlu dinilai demikian dengan potensi sumber daya
hayati laut maupun aneka sumber daya alam (SDA) lainnya," ujar Murad.

Dia memandang perlu mengoptimalkan pengelolaan potensi laut untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meyakinkan investor untuk
menanamkan modalnya di sektor ini.

"Saya memiliki jaringan, baik nasional maupun internasional untuk
mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya hayati laut, termasuk
perlunya menjalin koordinasi maupun komunikasi dengan pemerintah pusat
untuk mendorong percepatan pembangunan sektor ini," katanya.

Karena itu, dilandasi visi "Menuju Maluku Yang Berdaya Saing, Inovatif,
Sejahtera Dan Aman Melalui Pemerintahan yang Bersih Dan Melayani", siap
berkoordinasi maupun berkomunikasi dengan semua komponen bangsa untuk
mengoptimalkan pengelolaan sumber daya hayati laut demi meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.

"Saya tidak mengabaikan pengelolaan Migas Blok Masela, emas dan tambang
lainnya karena terpenting menyiapkan masyarakat untuk realisasi di sektor
tersebut karena membutuhkan teknologi modern sehingga menjadi tanggung
jawab pemerintah pusat," tandas Murad.

Disinggung Balon Wagub, dia menjelaskan sudah ada sejumlah kandidat yang
belum bisa diputuskan karena membutuhkan figur jujur, berdedikasi dan loyal
membangun untuk kepentingan masyarakat.

"Saya tinggal Ketua DPP PAN menandatangani rekomendasi. Bila DPP PKS, DPP
PDI Perjuangan dan DPP Gerindra juga menyetujui, maka siap mengundurkan
diri dari jabatan Komandan Korps Brimob demi membangun Maluku agar tidak
dinilai miskin dengan potensi SDA melimpah dan bernilai ekonomis yang perlu
dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk
menanggulangi pengangguran," tandas Murad.

Kirim email ke