----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 19 November 2017 00.43.07 
GMT+1Judul: [nasional-list] Fw: [GELORA45] Fakta dan Kejanggalan Kecelakaan 
Setya Novanto
     

Tapi, ... adakah kebiasaan Setnov utk menghadiri satu acara semacam “Wawancara 
MetroTV” harus di-JEMPUT, jadi TIDAK menggunakan kendaraan dan sopir pribadinya 
sendiri? Artinya, selesai wawancara itu Setnov juga HARUS diantar pulang? 
Keteranan Halim, pengendara mobil kecelakaan Novanto itu, juga perlu 
dipertanyakan. Bagaimana mungkin berbicara ditelpon yang masuk juga ngobrol 
dengan Setnov? Setidaknya perlu dilacak waktu terakhir saat telpon masuk dengan 
kejadian tabrakan, ... bahkan kalau mungkin disadap dengar ulang apa yang 
sedang dibicarakan? Entah ketentuan peraturan Lalu-lintas di Indonesia apa 
sudah berlakukan, sopir saat mengendarai mobil dilarang menggunakan Hp, ...     
 From: Awind [email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, November 19, 2017 
4:02 AM   


 

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171117195914-12-256453/fakta-dan-kejanggalan-kecelakaan-setya-novanto/


 

Fakta dan Kejanggalan Kecelakaan Setya Novanto 
Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia | Sabtu, 18/11/2017 09:05 WIB Bagikan :    
Terkait kecelakaan Setnov, ada perbedaan pengungkapan fakta yang disampaikan 
pengacaranya, Fredrich Yunadi dengan pihak kepolisian. (CNN Indonesia/Adhi 
Wicaksono).  Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto 
mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis 
(16/11) malam sekitar pukul 18.35 WIB. Dari kecelakaan itu, Setnov harus 
dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hijau lantaran mengalami luka-luka. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengatakan, mobil 
Toyota Fortuner bernomor polisi B 1732 ZLO itu dikendarai oleh seorang pria 
yang merupakan wartawan lepas di salah satu stasiun televisi swasta bernama 
Hilman Matauch.

Kata Halim, saat pemeriksaan Hilman beralasan kurang konsentrasi dalam 
mengemudi. Sambil menerima telpon, dia juga ngobrol dengan Setnov. 


|   
Lihat juga:
Fredrich Yunadi, Lawyer Setnov yang Gagal Jadi Komisioner KPK |


"Dia juga beralasan lelah dan kurang tidur," kata Halim saat dikonfirmasi, 
Jumat (17/11).

Adapun posisi para penumpang dalam mobil tersebut, ajudan Setnov, Reza berada 
di sebelah kiri sopir. Sementara Setnov duduk di belakang Reza.

Saat kecelakaan, situasi lalu lintas di lokasi kejadian diketahui dalam keadaan 
sepi dan lancar. Jalan aspal halus dalam kondisi basah karena guyuran air 
hujan. Namun lampu penerangan jalan umum dalam kondisi menyala. 

Awalnya, Hilman mengendarai kendaraan roda empat tersebut di jalur kiri jalan. 
Namun mobil kemudian mengarah ke kanan jalan dengan kecepatan yang diaku Hilman 
cukup kencang. 

Saat itu Hilman mengaku tengah menerima telepon dari orang kantornya. Sesekali 
Hilman menoleh ke arah Novanto di belakang untuk menjawab pertanyaan yang 
diajukan olehnya. 


|   
Lihat juga:
Aktivis Laporkan Pengacara Setnov ke KPK |


Fortuner yang bergerak ke kanan itu pun menabrak dan naik ke atas trotoar, 
sempat menyerempt pohon yang diakhiri dengan menghantam tiang listrik. Tabrakan 
itu mengakibatkan penyok pada bamper dan kap depan mobil, velg roda kanan depan 
sebelah kanan pecah, ban robek, dan kaca pintu samping kiri pecah. 

Korban Hanya Setnov

Polisi memastikan korban dari kecelakaan tersebut hanya satu orang, yakni 
Setnov. Dari pengakuan Hilman dalam pemeriksaan tersebut, Setnov terlihat 
bengong dan linglung serta mendapatkan beberapa luka memar di bagian atas 
kening dan memar di siku tangan kiri dan kanan. 

Sejumlah pertanyaan timbul saat mengetahui hanya Setnov yang mengalami 
luka-luka, sementara dua orang yakni Hilman dan Reza yang berada di bagian 
depan sehat walafiat. 

Pertanyaan lainnya, kaca mobil yang pecah ada di sebelah kiri mobil, sementara 
objek yang ditabrak di sebelah kanan jalan.


|   
Lihat juga:
Kader Golkar Paparkan Kejanggalan dalam Kecelakaan Setnov |


Kasatlantas Jakarta Selatan AKBP Edi Suroso menduga, kaca pecah di bagian kiri 
mobil karena terbentur kepala Setnov saat kejadian tersebut. Setnov yang duduk 
di kursi bagian kiri diduga terpelanting atau terbentur kencang saat itu. 

"Bisa jadi (kaca pecah bagian kiri) karena terbentur oleh korban ya, tapi ini 
mungkin loh ya, masih mungkin," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat 
(17/11).

Edi menduga, penggunaan sabuk pengaman dalam mobil menjadi alasan tidak 
terlukanya pengendara dan penumpang mobil di bagian depan. 


|   
Lihat juga:
Kecelakaan Setya Novanto, Polisi Gali Kronologi dari Ajudan |


"Bisa jadi keduanya menggunakan sabuk pengaman makanya aman-aman saja. Nah Pak 
Setnov yang di belakang tidak menggunakan sabuk pengaman makanya dia terluka," 
tuturnya. 

Posisi mobil saat kecelakaan dalam posisi lurus menabrak tiang. Sementara itu 
di sisi kanan trotoar adalah sebuah kali. 

|   Lokasi kecelakaan tunggal yang dialami Ketua DPR Setya Novanto. (CNN 
Indonesia/Hesti Rika). |

Tiang listrik tersebut tetap berada di posisinya dan hanya sedikit miring tanpa 
adanya kerusakan berarti. Jika mobil dalam kecepatan tinggi, maka tiang itu 
akan turut rusak. 

Dari hasil olah TKP, polisi belum bisa memastikan keberadaan bekas rem yang di 
sekitar jalan tersebut. Wadirlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar 
Kingkin Winisuda mengaku belum melihat bekas rem pada jalur kecelakaan. 

"Dipastikan untuk kecelakaan lalu lintas tunggal (ada bekas rem). Namun yang 
ada di TKP adanya bekas-bekas tumburan atau tabrakan," ujarnya saat 
dikonfirmasi. 

Kingkin sendiri belum dapat memastikan apakah airbag mobil berfungsi atau tidak 
saat kejadian tersebut. Polisi masih perlu mendalami keterangan dari saksi ahli 
dalam menyelidiki kecelakaan tersebut.


|   
Lihat juga:
Polisi Buru Mobil Pengantar Setnov ke RS Permata Hijau |


Kingkin belum mau membeberkan hasil olah TKP secara rinci.  "Sementara masih 
dikumpulkan dulu untuk hasil olah TKP yang tadi malam maupun tadi siang," 
ujarnya.

Beda Versi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono juga memastikan Setnov 
merupakan satu-satunya korban dalam kecelakaan tersebut. Berbeda dengan kuasa 
hukum Setnov, Fredrich Yunadi yang menyebut ajudan dan sopir yang ada di mobil 
tersebut juga mengalami luka-luka.

Selain soal jumlah korban, Argo pun memastikan, pernyataan Fredrich bertolak 
belakang dengan apa yang didapat kepolisian perihal Setnov dilarikan ke RS 
Medika Permata Hijau.

Argo mengatakan Setnov diantar ke RS Permata Hijau menggunakan mobil. Kendaraan 
roda empat tersebut berada tidak jauh di belakang mobil Setnov.

"Di belakang mobil Pak Setnov ada mobil lain yang membantu membawa ke rumah 
sakit," ucapnya. 

Namun Fredrich justru mengatakan Setnov yang pingsan diantarkan menggunakan 
ojek. Fredrich juga menyebut Setnov berdarah-darah karena luka-luka yang 
diakibatkan kecelakaan itu.

Sementara Argo memastikan, polisi tidak menemukan darah atau ceceran darah di 
lokasi kejadian.

(osc) 
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Setnov di Ujung Tanduk







    

Kirim email ke