Tolakpenggiringan Rakyat merubung tiang listrik naas.
-
Francius MatuPemerhatilingkungan dan pembenci kemunafikan dan pembenaran Minyak 
Angola,Surya Paloh dan Jokowi 11 November 2014 21:41 Pernah baca 
tulisanPembelian minyak ke Angola bisa menghemat devisa yang cukup besar 
bagiIndonesia dan bisa menghemat 25% ? Mungkin sudah yaa. Rupanya dengan 
carainilah pemerintahan Jokowi-Jk ingin keluar dari Mafia Migas yang bermukim 
diPetral group Singapura. Kita juga heran mengapa pemerintahan Jokowi-Jk 
tidakberani membubarkan PT. Petral Inc. sebagai anak perusahaan PT.Pertamina 
yangselama ini sebagai perantara pembelian semua impor minyak mentah dan BBM 
untukIndonesia. Kekayaan PT. Petral sudah sangat besar hanya dari komisi 
kumulasiaktifisasi impor minyak ke Indonesia. Seharusnya pemerintah bisa 
menyitasebagian besar kekayaan PT.Petral Inc. ini sebelum membubarkannya. Surya 
Paloh sebelumPilpres yang lalu, bersama rombongan berkunjung ke China dan Surya 
Paloh jugamendapatkan penghargaan terhormat dari Beijing Foreingn Studies 
Universitysebagai Professor 10/09/2014. Tidaklah mungkin Surya Paloh 
mendapatkan gelarkehormatan seperti itu, tanpa ada hubungan erat dan kuat yang 
sudah lamadijalin dan dipupuk dengan beberapa tokoh pejabat penting di China. 
Banyakorang tahu bahwa dibelakang bisnis Surya Paloh ada pendukungnya 
kapitalisaseng  James Riady dan Antony Salim (agen china military 
intelligence)pemilik PT. Multipolar, Lippo Group yang memiliki anak perusahaan 
bernama PT.Media Televisi Indonesia (MTI) sebagai pelaksana MetroTV. Adalah 
sebuah perusahaanyang bergerak di Migas milik Surya Paloh sang Ketua Umum 
Partai Nasdem bernamaPT. Surya Energi Raya sudah lama menjalin hubungan bisnis 
dengan perusahaanminyak China "Sonagol International Holding Ltd." Dan 
perusahaaninilah salah satu yang berinvestasi cukup besar dalam pengelolaan SDA 
(sumberdaya alam) terutama minyak bumi Negara Angola. Kedekatan Surya Paloh 
denganPresiden Jokowi, ternyata mempengaruhi keputusan rencana realisasi 
pembelianminyak Indonesia secara G to G dengan Negara Angola.  Tapi 
anehnyapembelian G to G tersebut diakali oleh konspirasi transaksi yang akan 
terjadioleh China International Fund (CIF) atas peran serta saran Surya Paloh 
(kataSurta Paloh, saya kan, hanya menyarankan saja sebagai sahabat Jokowi). 
NegaraAngola yang lebih miskin dari Indonesia, lucunya bisa berani untuk 
melakukaninvestasi membangun kilang minyak di Indonesia untuk memproduksi 
migas.Keberanian Negara Angola sebenarnya dipicu oleh pembackingan dana dari 
ChinaInternational Fund (CIF) atas semua transaksi migas di Indonesia.  
Makanyatelah ditanda tangani pembelian minyak dan kerjasama antara Presiden 
Jokowidengan Wakil Presiden Angola Manuel Domingos Fincente di Istana Merdeka 
31Oktober 2014. Tidak itu saja, bahkan di Kantor Kementerian ESDM telah 
puladisepakati rencana pembangunan kilang minyak, eksplorasi, eksploitasi 
produksimigas di Indonesia antara Chairman of Board of Director Sonagol EP, 
Franciscode Lemos Jose Maria pada  3 November 2014. Bisa jadi juga pembelian G 
to G keAngola ada juga kaitannya dengan mafia migas yang lama dengan Sonagol EP 
(ChinaInternational Fund group) serta PT. Surya Energi Raya milik Surya Paloh. 
Halini bisa terjadi mengingat cukup besarnya nilai uang dalam transaksi migas 
inisecara berjangka panjang. Inilah budaya metamorfosa mafia migas setiap 
saatbisa berubah untuk menyesuaikan diri dalam strategi pengelabuan. Ada 
sebanyak21 perjanjian kerja sama yang telah dilakukan oleh SBY dengan 
perusahaanKapitalis-Komunis China, tentunya kekuatan modal ini ada 
kepentingannya denganpemerintahan baru. Sebanyak 21 perjanjian investasi dan 
kerja sama inilahberlanjut konspirasi pembelian dan produksi migas dengan 
Negara Angola dimanasebenarnya dibelakang ini semua adalah kapitalis-komunis 
China InternationalFund (CIF). Legkap sudah penjajahan Indonesia secara ekonomi 
dimana kapitalisasing Amerika menghunjam dalam berbagai investasi mineral 
emas-tembaga, migas,perdagangan, lalu masuk juga secara kuat mencengkram 
penjajahankapitalis-komunis China dalam berbagai bidang termasuk migas.  Begitu 
jugakapitalis asing lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, India, 
Malaysia,Singapura dalam proxy Freemasonry.  Kalau begini, pertanyaan kita, 
kapanIndonesia bisa mandiri dalam ekonomi yang mandiri secara politik dan 
dikuasaioleh anak bangsa sendiri lalu Kapitalis asing tidak mendominasi, akan 
tetapihanya sebagai mitra produktif sementara dalam profitabilitas.  
(FranciusMatu) KOMPASIANAADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI 
TANGGUNGJAWAB PENULIS.


-
From: ajeg
   
“Sebab,jika tidak NasDem disebut akan kehilangan peluang.” Surya Paloh Ungkap 
Alasan NasDem Dukung Jokowi di 2019
  
|    |  
Surya Paloh Ungkap Alasan NasDem Dukung...
  |  |

 



Kirim email ke