Apa dia ini bukannya bossnya Preman Tanah Abang ? 2017-11-28 6:29 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > *Dari:* 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] < > [email protected]> > *Kepada:* GELORA_In <[email protected]> > *Terkirim:* Selasa, 28 November 2017 03.49.03 GMT+1 > *Judul:* [GELORA45] Gerah soal Temuan di Pasar Tanah Abang, Haji Lulung: > Why Ombudsman? > > > > Gerah soal Temuan di Pasar Tanah Abang, Haji Lulung: Why Ombudsman? > > SELASA, 28 NOV 2017 05:46 | EDITOR : IMAM SOLEHUDIN > > > > > > > [image: Haji Lulung] > <https://www.jawapos.com/uploads/news/2017/11/28/gerah-soal-temuan-di-pasar-tanah-abang-haji-lulung-why-ombudsman_m_171078.jpeg> > > Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Haji Lulung *(Dok.JawaPos)* > Berita Terkait > > - Haji Lulung: Lihat Tanah Abang dari Deket, Gak Ada Preman! > > <https://www.jawapos.com/read/2017/11/07/167109/haji-lulung-lihat-tanah-abang-dari-deket-gak-ada-preman> > - Haji Lulung Bicara soal Preman Tanah Abang, Begini Katanya > > <https://www.jawapos.com/read/2017/11/06/166847/haji-lulung-bicara-soal-preman-tanah-abang-begini-katanya> > - Selain Otoriter, Lulung Sebut Ketua DPRD DKI Belum Move On > > <https://www.jawapos.com/read/2017/10/18/163476/selain-otoriter-lulung-sebut-ketua-dprd-dki-belum-move-on> > > *JawaPos.com* - Temuan Ombudsman soal berbagai praktik 'liar' di Pasar > Tanah Abang, Jakarta Pusat membikin berang Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, > Abraham Lunggana. > > Haji Lulung-sapaannya- menilai Ombudsman tengah membuat opini negatif soal > pasar tersebut. Menurut Lulung, hasil temuan berupa pungutan liar hingga > pemerasan terhadap pedagang kaki lima (PKL) oleh oknum Satpol PP yang > bekerjasama dengan preman setempat, tak perlu dibuka secara vulgar. > > "Aku bilang jangan bentuk opini terus. Apa kepentingannya di-publish. Saya > tanya apa kepentingannya? Masyarakat Tanah Abang dirugikan lho. Ada nggak > sih copet, ada nggak sih pungutan. Misalnya di Pasar Senen, Pasar Rebo di > Jakarta Utara? Kenapa Tanah Abang. Ada apa dengan Tanah Abang? Why, > Ombudsman?" kata Lulung, Senin (27/11), dilansir *RMOl Jakarta (Jawa Pos > Grup).* > > Lulung menyayangkan sikap Ombudsman yang mempublikasi hasil temuannya. > Tokoh masyarakat Tanah Abang itu mengatakan harusnya Ombudsman > menyampaikannya ke pihak kepolisian agar dapat dilakukan penindakan. > > Lulung pun menilai Ombudsman tengah berpolitik saat mengungkapkan > pemerasan PKL melalui media. > > "Jangan bentuk opini terus. Ada apa? Kenapa bentuk opini? Ada apa itu > Ombudsman? Ada politik apa di situ? Tangkep. Maksud saya jangan terus > menerus gitu di media. Ayo duduk bareng sama masyarakat Tanah Abang. Sama > tokoh-tokoh. Kalau nggak mau ada preman Tanah Abang ayo bareng-bareng > laporkan polisi," tegas Lulung. > > Sebelumnya, Ombudsman menemukan praktik maladministrasi berupa > penyalahgunaan wewenang, pungutan liar dan pembiaran yang dilakukan oknum > Satpol PP dan pegawai kelurahan serta kecamatan kepada pedagang kaki lima > (PKL). > > Dijelaskan, temuan tersebut didapatkan setelah Ombusman melakukan > monitoring dari 15 November hingga 17 November di tujuh titik yakni di > kawasan Setiabudi, Ambasador, Imperium, Stasiun Jatinegara, Stasiun Tebet, > Stasiun Manggarai dan Tanah Abang. > > Monitoring dilakukan Ombudsman setelah melakukan investigasi pada 9 > Agustus hingga 10 Agustus 2017. Hasil investigasi tersebut sudah diserahkan > pada Pemprov DKI 2 November lalu. > > Selain keterlibatan oknum Satpol PP dan pegawai kecamatan serta kelurahan, > Ombudsman juga menemukan peran perantara, yakni preman. > > *(mam/jpg/JPC)* > > >
