DPR Setuju Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI
Pebriansyah Ariefana | Bagus SantosaRabu, 06 Desember 2017 | 17:50 WIB


Marsekal Hadi Tjahjanto dalam fit and proper test calon Panglima TNI 
[suara.com/Nikolaus Tolen]
Saat bersamaan DPR juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot 
Nurmantyo dari posisinya sebagai Panglima TNI.



Suara.com - Setelah menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and 
proper test), Komisi I DPR akhirnya menyetujui Kepala Staf Angkatan Udara 
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal 
Gatot Nurmantyo.
"Maka rapat komisi I DPR RI pada hari Rabu, (6/12/2017) Komisi I DPR RI 
memberikan persetujuan terhadap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima 
TNI," kata Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyahri yang langsung disambut 
tepuk tangan dan sorakan teman seangkatan Hadi di Ruangan Rapat Komisi I, 
Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

DPR menilai Marsekal Hadi Tjahjanto pantas menjadi Panglima TNI. Sebab, lulusan 
Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Tahun 1986 tersebut memiliki 
rekam jejak yang sangat bagus.

"Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni sebagai 
KSAU, selain itu dia juga dinilai memenuhi syarat dan memiliki kecakapan dalam 
mengemban tugas sebagai Panglima TNI," kata Abdul Kharis.



Ketika DPR menyetujui Marsekal Hadi menjadi Panglima TNI, saat bersamaan DPR 
juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot Nurmantyo dari 
posisinya sebagai Panglima TNI.

"Selain itu Komisi I juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal TNI 
Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI, seraya memberikan apresiasi kepada beliau 
atas dedikasi kesungguhan profesionalisme dan kecakapan dalam memimpin TNI 
serta kinerja yang dicapai sebagai panglima TNI," katanya.

DPR berharap segala capaian positif Gatot Nurmantyo dapat dilanjutkan oleh Hadi 
Tjahjanto.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan pada hari ini terhadap Marsekal Hadi, Komisi 
I membaginya dalam tiga tahap. Diawali dengan melakukan penelitian administrasi 
calon, lalu dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi, dan pendalaman serta 
diakhiri dengan pengambilan keputusan melalui pandangan dari fraksi-fraksi dan 
anggota Komisi I DPR RI.

"Adapun yang terkait hal hal apa saja yang ditanyakan kepada calon panglima TNI 
secara umum ada tiga hal penting yang ditanyakan oleh anggota Komisi I yaitu 
tentang kepemimpinan, profesionalitas, dan integritas. Selain itu komisi I DPR 
RI juga menekankan kepada calon Panglima tentang pentingnya menjaga dan merawat 
keutuhan NKRI," kata Abdul Kharis.

Menanggapi persetujuan yang diberikan oleh Komisi I DPR, Marsekal Hadi 
menyampaikan ucapan terima kasih.

"Tanggapan dari saya, proses uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan 
mulai siang sampai sore hari ini sesuai dengan tahapan mulai dari paparan visi 
dan misi, kemudian menyampaikan kebijakan dan strategi, dan dilanjutkan dengan 
pandangan-pandangan fraksi semuanya bisa berjalan dnegan baik," kata Hadi 
singkat.

Kirim email ke