From: Awind [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, December 7, 2017 7:21 AM
  





http://nasional.kompas.com/read/2017/12/06/17124841/jokowi-kebiasaan-ini-kita-ulang-ulang-terus-berpuluh-puluh-tahun-hentikan


Jokowi: Kebiasaan Ini Kita Ulang-ulang Terus Berpuluh-puluh Tahun, Hentikan!
Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 06/12/2017, 17:12 WIB

Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan 
DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur 
se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu 
(6/12/2017).(KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado)

BOGOR, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo meminta seluruh kementerian/lembaga 
serta pemerintah daerah langsung menggunakan anggarannya pada hari pertama 
tahun 2018.

"Kalau APBN sudah (diberikan), artinya APBD juga sudah diketahui, 1 Januari 
2018 mulailah mengeluarkan dana-dana tersebut," ujar Jokowi setelah penyerahan 
Daftar Isian Pelaksanan Anggaran (DIPA) tahun 2018 kepada kementerian/lembaga 
dan pemerintah daerah di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12/2017).

Presiden menekankan, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah jangan 
mengulangi kebiasaan yang sudah dilakukan puluhan tahun, yakni menumpuk 
anggaran hingga akhir tahun.

"Jangan sampai bulan Agustus, bulan September baru mulai. Kebiasaan ini kita 
ulang-ulang terus selama berpuluh-puluh tahun. Hentikan," ujar Jokowi.

(Baca juga: Meski Libur, Kementerian/Lembaga Bisa Langsung Belanja Mulai 1 
Januari)



Sebab, penggunaan anggaran sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan 
angka inflasi.

Presiden Jokowi ingin pertumbuhan ekonomi tumbuh berkala, tak hanya pada momen 
tertentu, terutama saat anggaran pemerintah mulai digunakan.

Diberitakan, Presiden Jokowi menyerahkan dokumen DIPA Tahun 2018 kepada 
menteri, pimpinan lembaga, dan seluruh gubernur di Ruang Garuda, Istana 
Kepresidenan Bogor, Rabu siang.

DIPA diketahui merupakan dokumen akhir dalam tahapan proses penyusunan Anggaran 
Pendapatan dan Belanja Negara 2018.

APBN 2018 bertema "Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Mengakselerasi 
Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan". Artinya, seiring keterbatasan kapasitas 
fiskal, APBN harus mampu menjadi pendorong peran swasra yang lebih besar dalam 
melaksanakan pembangunan nasional, khususnya pembiayaan infrastruktur strategis.

Dengan demikian, pemerintah dapat fokus pada upaya mengurangi kemiskinan 
sekaligus kesenjangan dan penciptaan lapangan kerja di masyarakat.




Kirim email ke