Soal Yerusalem, Jokowi: Amerika Banyak Melanggar Resolusi PBB

Presiden Joko Widodo bersama mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin 
meninggalkan ruangan seusai menyampaikan keterangan kepada wartawan, di Istana 
Merdeka, Jakarta, Senin (23/10/2017). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari 133 Shares  
 
·          Klaim sepihak Donald Trump berpotensi mengganggu stabilitasi di 
dunia.

Indonesia meminta Organisasi Konferensi Islam segera bersidang untuk menentukan 
sikap terhadap langkah Israel.tirto.id - Presiden Joko Widodo resmi memberikan 
sikap terkait polemik pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dan 
klaim sepihak dari Amerika Serikat yang mengakui pemindahan itu. Indonesia 
meminta Organisasi Konferensi Islam segera bersidang untuk menentukan sikap 
terhadap langkah Israel.

“Beberapa hari ini, Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negera OKI, 
agar OKI segera  mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini 
pada kesempatan pertama, dan meminta PBB bersidang serta menyikapi pengakuan 
sepihak Amerika Serikat,” kata Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, 
Kamis (7/12/2017).

Terkait pengakuan dari Presiden Donald Trump, Jokowi menyebut, Indonesia 
meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Menurut 
Jokowi, klaim sepihak Donald Trump berpotensi mengganggu stabilitasi di dunia.

“Saya meminta Amerika Serikat mempertimbangan kembali keputusan tersebut. 
Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB 
dan Majelis Umum PBB, yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya,” kata 
Jokowi.

Pernyataan resmi ini, kata Jokowi, akan disampaikan kepada Pemerintah Amerika 
Serikat melalui Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi. “Saya juga telah 
memerintahkan Menlu untuk memanggil Duta Besar Amerika Serikat, untuk langsung 
menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia,” kata Jokowi.

Terpisah, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi memakai selendang khas 
Palestina "keffiyeh" dalam acara "Bali Democracy Forum" (BDF) Ke-10 yang 
digelar di Gedung Indonesia Conference and Exhibition (ICE), Serpong, Banten, 
Kamis pagi. Retno menegaskan dukungan Indonesia terhadap Palestina di tengah 
polemik pengakuan Presiden Donald Trump terhadap pemindahan Ibu Kota Israel 
dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Retno mengatakan Indonesia berkomitmen mendukung bangsa dan rakyat Palestina 
untuk tetap mendapatkan hak-hak mereka. "Saya memakai selendang Palestina untuk 
menunjukkan komitmen kuat Indonesia, rakyat Indonesia, yang akan selalu bersama 
rakyat Palestina. Indonesia akan selalu bersama Palestina," kata Retno seperti 
dilansir Antara.

Retno menegaskan Indonesia mengecam sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump 
yang mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sikap Trump 
dinilai Retno mengancam perdamaian dan berpotensi meningkatkan instabilitas di 
kawasan Timur Tengah.

"Demokrasi berarti menghormati hukum internasional. Jadi pengakuan tersebut 
tidak menghormati berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB. Sebagai negara 
demokrasi, Amerika seharusnya tahu apa arti demokrasi," kata dia.

Presiden Donald Trump sudah mengumumkan sikap resmi Pemerintah Amerika Serikat 
terkait pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, pernyataan sikap 
ini diiringi dengan pemindahan Kedutaan Besar AS.

"Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui 
Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Saya juga mengarahkan Departeman Luar Negeri 
untuk memulai persiapan untuk memindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke 
Yerusalem,” kata Trump seperti dilansir CNN.

Status terakhir Yerusalem selalu menjadi salah satu pertanyaan paling sulit dan 
sensitif dalam konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung sejak akhir 
1940-an. Jika AS menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, hal ini akan 
dianggap sebagai keputusan sepihak, padahal isu ini seharusnya diserahkan ke 
perundingan. Selain itu, manuver AS juga dianggap melanggar konsensus 
internasional mengenai masa depan kota suci tersebut.

Para pemimpin Arab sebelumnya telah memperingatkan agar AS tidak memindahkan 
kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz 
al-Saud mengatakan kepada Trump bahwa relokasi kedutaan atau pengakuan 
Yerusalem sebagai ibu kota Israel "akan merupakan provokasi mencolok umat 
Islam, di seluruh dunia."

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan tentang "konsekuensi berbahaya 
keputusan [pemindahan] itu terhadap proses perdamaian, keamanan, serta 
stabilitas kawasan dan dunia". Sementara itu, Raja Yordania Abdullah mengatakan 
bahwa keputusan tersebut akan "melemahkan upaya untuk melanjutkan proses 
perdamaian" dan "memprovokasi umat Islam".

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi mendesak Trump "untuk tidak memperumit 
situasi di wilayah ini". Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan 
negaranya dapat memutuskan hubungan dengan Israel jika AS mengakui Yerusalem 
sebagai ibu kotanya, demikian sebagaimana diwartakan BBC News. 

Baca juga artikel terkait YERUSALEM atau tulisan menarik lainnya Mufti Sholih 

(tirto.id - tii/tii)

Kirim email ke